Rabu, 14 Maret 2012

maslah pengangguran


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Masalah Sosial merupakan inti pokok permasalahan dari setiap masyarakat. masalah social di Negara berkembangmerupakan sebuah masalh yang sistematik,. Yang muncul sebagai bentuk dari adanya malfunction system social kemasyarakatan.
            Ada berbagai masalah ssosial yang muncul dari malfunction yang terjadi, diantanya penganguran, kemiskinan, dan kenakalan remaja. Dalam masalah maslah yang terjadi ini tidak bisa di selesakan tanpa kerja sama antara pemerintah sebagai penyelanggara dan pemelihara dari kehidupan berkebangsaan serta masyarakat sebagai elemen bangsa.
            Penganguran,kemiskinan dan kenaalan remaja merupakan masalah sosial yang menghantui hampir di seluruh Negara dan bangsa yang ada di dunia, baik Negara Negara maju di eropa maupun Negara Negara berkembang di kawasan Asia dan Afrika.
            Penganguran meruakan kejadian dimana pencari kerja lebh banyak jumlah nya di bandingkan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Sehingga terjadi Unemployment Worker fenomena ini di sebabkan banyak hal sesuai keadaan yang terjadi, di Negara Negara berkembang seperti Indonesia, penganguran terjadi karena jumlah penduduk yang besar yang tidk di imbangi oleh kompetensi yang di miliki sebagai sumber daya potensial. Pendidikan yang rendah serta kualitas lulusan yang tidak dapat bersaing sehingga lulusan dari produk pendidikan di ndonesia tidak dapat bersaing dengan lulusan dari luar negeri. Indonesia memiliki angka pengangguran yang sangat tinggi yang merembet kedalam sector kemasyarakatan lainnya.
            Kemiskinan juga merupakan salah satu fenmena dan masalah social di Negara Negara berkembang yang tetap tidak bisa di temukan jalan keluarnya. Kemiskinan terjadi karena angka penganguran yang besar, sehingga malfunction pada sector pendidikan membuat sector masyarakat lain tidak dapat bekerja secara berkesinambungan sebagai mana mestinya.
            Kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang dari kalangan muda di suatu bangsa yang tidak sesuai dengan system kemasyarakatan yang ada. Kenakalan remaja merupaan bentuk protes dan gejolak psikologis dari pemuda yang tidak mamu mengikuti arah perkembangan serta dinamika kehidupan kemasyarakatan
Masalah masalah social yang muncul seperti diatas merupakan masalah yang harus di pecahkan oleh masyarakat di seluruh dunia terutama di kawasan Negara Negara berkembang di dunia. Begitu juga di Indonesia yang memeliki penduduk yang besar sehingga masalah masalah ini belum tertuntaskan dalam perjalanan bangsa.
Pemerintah masih belum bisa menjawab bagaimana solusi yang sesuai dengan kebutuhan yang di harapkan oleh rakyatnya sehingga angka pengangguran dapat turun angaka kemiskinan turun serta angka kenakalan remaja sebagai perilaku menyimpang dapat di tekan.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Masalah pengangguran di Indonesia?
1.2.2        Penyebab terjadinya pengangguran di Indonesia?
1.2.3        Upaya pemecahan masalah pengangguran di Indonesia?
1.3  Tujuan
1.3.1        mengetahui masalah pengangguran di Indonesia
1.3.2        mengetahui penyebab pengangguran di Indonesia
1.3.3        mengetahui solusi singkat mengenai pengangguran di indonesia











BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengangguran Di Indonesia
            Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
            Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia, dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Oleh karenanya, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius.
            Masalah ini timbul karena jumlah lapangan pekerjaan yang di sediakan oleh penyedia lapangan pekerjaan (Negara dan swasta ) tidak mencukupi dan sebanding dengan pencari kerja. Sehingga terjadi unemployment worker, Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah, menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani.


Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu.  penganguran sendiri memiliki tipe  yang dapat di golongkan menjadi.
·         Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
·         Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
·         Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu
a)      Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
b)      Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti :
·         Akibat permintaan berkurang
·         Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
·         Akibat kebijakan pemerintah
c)      Pengangguran friksional (Frictional Unemployment) adalah pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela.
d)     Pengangguran musiman adalah pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen.
e)      Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin
f)       Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).
Jika pencari nafkah dalam keluarga menganggur maka otomatis keadaan ekonomi keluarganya akan mengalami masalah. Masalah ini akan menyebabkan tidak terpenuhinya dengan baik kebutuhan sehari-hari keluarga itu, seperti kebutuhan pokok, kebutuhan pakaian anak-anak, biaya pendidikan/sekolah anak dan lain-lain. Selain itu dapat juga menimbulkan perselisihan atau pertengakaran mulut antar anggota keluarga yang disebabkan karena tidak terpenuhinya kebutuhan mereka. Kemudian masalah lain yang timbul adalah rasa minder dan sensitive.
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menangani masalah yang dihadapi pencari nafkah yang mengganggur diatas adalah sebagai berikut :
·         Memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan
Dengan adanya pelatihan-pelatihan keterampilan ini diharapkan pencari nafkah memperoleh suatu keterampilan yang berguna baginya untuk bersaing mendapatkan pekerjaan atau bahkan bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi dirinya maupun orang lain.
·         Menciptakan lapangan kerja yang menyerap banyak tenaga kerja
Dengan menciptakan lapangan kerja yang menyerap banyak tenaga kerja ini diharapkan dapat memberikan pekerjaan bagi pencari nafkah yang menganggur sehingga masalah ekonomi yang menimpanya dapat diselesaikan.
·         Memberikan perlindungan yang baik kepada tenaga kerja
Dengan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja ini diharapkan dapat membantu karyawan sehingga perusahaan tidak seenaknya untuk melakukan PHK kepada karyawannya. Dan kalaupun terjadi PHK, karyawan itu menerima hak-hak yang harus diterimanya.
Peran yang dapat dilakukan pekerja sosial dalam masalah pengangguran pencari nafkah ini adalah :
a)      Broker
Yaitu pekerja sosial bertugas menghubungkan pencari nafkah itu dengan lembaga atau pihak lain yang diperlukannya. Misalnya ada suatu lowongan pekerjaan, pencari nafkah tersebut tidak tahu sedangkan pekerja sosial mengetahuinya maka pekerja sosial menghubungkan diantara keduanya.
b)      Mediator
Peran mediator ini diperlukan saat terdapat perbedaan mencolok yang mengarah pada konflik.
c)      Katalisator
Pekerja sosial memberi masukan-masukan bagi masalah pencari nafkah tersebut dan mau mendengarkan keluhan serta mencari alternatif pemecahan.
d)     Advokasi
Pekerja sosial melakukan pembelaan kepada pencari nafkah jika misalnya ia di PHK maka pekerja sosial membantu agar pencari nafkah tersebut mendapatkan hak-hak yang harus diterimanya
2.2  Penyebab terjadinya pengangguran di Indonesia
Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni:
·          terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja
·         Kelangkaan Lapangan Kerja
·         Pemulangan TKI ke Indonesia
·         Rasionalisasi karyawan dll.
Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup, kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral).
Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal, anak jalanan, pengemis, prostitusi, perdagangan anak, aborsi, pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kanker yang sulit diberantas.
Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Menurunnya kualitas sumber daya manusia, tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil.
Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal, padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. Sector informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita, maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal.
Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social.
2.3  Upaya Pemecahan Masalah Pengangguran
1.      Menangani Lapangan Pekerjaan
Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya.seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK).
Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit, bengkel, tata boga, komputer, dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel, perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat. Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama, perusahaan garmen, dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. Contohnya, sambungnya, di BLK Jakarta Timur. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana, hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. Disnakertrans bekerja sama
Cara lainnya, Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. Saat ini, Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Dari hasil pelatihan tersebut, Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya


2.      Mengenai Tingkat Penganguran
Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran , Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain.Untuk menekan arus urbanisasi, mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. Dengan azas otonomi daerah, pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota, sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota.
Ketidak Stabilan angka Pengangguran. Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan.











Bab III
Simpulan
3.1 Kesimpulan
                Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia, dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Oleh karenanya, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius.
            Masalah ini timbul karena jumlah lapangan pekerjaan yang di sediakan oleh penyedia lapangan pekerjaan (Negara dan swasta ) tidak mencukupi dan sebanding dengan pencari kerja. Sehingga terjadi unemployment worker, Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka.
Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS).





DAFTAR PUSTAKA
1.      Harian Kompas, 25 Oktober 2003.
2.      Harian Kompas, 10 September 2003
3.      Harian Kompas, 27 September 2003.
4.      Harian Pos Kupang, 20 Juni 2003.
5.      Suarapublika, Novermber 2003.
9.      http://ilmusini.blogspot.com/ masalah masalah social di Negara G7 di aksses tanggal 1 maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar