BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Masalah Sosial merupakan inti pokok permasalahan dari setiap masyarakat.
masalah social di Negara berkembangmerupakan sebuah masalh yang sistematik,.
Yang muncul sebagai bentuk dari adanya malfunction system social
kemasyarakatan.
Ada berbagai masalah ssosial yang
muncul dari malfunction yang terjadi, diantanya penganguran, kemiskinan, dan
kenakalan remaja. Dalam masalah maslah yang terjadi ini tidak bisa di selesakan
tanpa kerja sama antara pemerintah sebagai penyelanggara dan pemelihara dari
kehidupan berkebangsaan serta masyarakat sebagai elemen bangsa.
Penganguran,kemiskinan dan kenaalan
remaja merupakan masalah sosial yang menghantui hampir di seluruh Negara dan
bangsa yang ada di dunia, baik Negara Negara maju di eropa maupun Negara Negara
berkembang di kawasan Asia dan Afrika.
Penganguran meruakan kejadian dimana
pencari kerja lebh banyak jumlah nya di bandingkan jumlah lapangan kerja yang
tersedia. Sehingga terjadi Unemployment
Worker fenomena ini di sebabkan banyak hal sesuai keadaan yang terjadi, di
Negara Negara berkembang seperti Indonesia, penganguran terjadi karena jumlah
penduduk yang besar yang tidk di imbangi oleh kompetensi yang di miliki sebagai
sumber daya potensial. Pendidikan yang rendah serta kualitas lulusan yang tidak
dapat bersaing sehingga lulusan dari produk pendidikan di ndonesia tidak dapat
bersaing dengan lulusan dari luar negeri. Indonesia memiliki angka pengangguran
yang sangat tinggi yang merembet kedalam sector kemasyarakatan lainnya.
Kemiskinan juga merupakan salah satu
fenmena dan masalah social di Negara Negara berkembang yang tetap tidak bisa di
temukan jalan keluarnya. Kemiskinan terjadi karena angka penganguran yang
besar, sehingga malfunction pada sector pendidikan membuat sector masyarakat
lain tidak dapat bekerja secara berkesinambungan sebagai mana mestinya.
Kenakalan remaja merupakan perilaku
menyimpang dari kalangan muda di suatu bangsa yang tidak sesuai dengan system
kemasyarakatan yang ada. Kenakalan remaja merupaan bentuk protes dan gejolak
psikologis dari pemuda yang tidak mamu mengikuti arah perkembangan serta
dinamika kehidupan kemasyarakatan
Masalah masalah social yang muncul seperti diatas merupakan masalah yang
harus di pecahkan oleh masyarakat di seluruh dunia terutama di kawasan Negara
Negara berkembang di dunia. Begitu juga di Indonesia yang memeliki penduduk
yang besar sehingga masalah masalah ini belum tertuntaskan dalam perjalanan
bangsa.
Pemerintah masih belum bisa menjawab bagaimana solusi yang sesuai dengan
kebutuhan yang di harapkan oleh rakyatnya sehingga angka pengangguran dapat
turun angaka kemiskinan turun serta angka kenakalan remaja sebagai perilaku
menyimpang dapat di tekan.
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1
Masalah
pengangguran di Indonesia?
1.2.2
Penyebab
terjadinya pengangguran di Indonesia?
1.2.3
Upaya
pemecahan masalah pengangguran di Indonesia?
1.3 Tujuan
1.3.1
mengetahui
masalah pengangguran di Indonesia
1.3.2
mengetahui
penyebab pengangguran di Indonesia
1.3.3
mengetahui
solusi singkat mengenai pengangguran di indonesia
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengangguran Di Indonesia
Pengangguran
adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan
tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat
pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi
maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Pengangguran di Negara-negara
berkembang seperti Indonesia, dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini
pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih
rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan
yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Keadaan di
Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa
pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan
kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Oleh
karenanya, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin
bertambah serius.
Masalah ini timbul karena jumlah
lapangan pekerjaan yang di sediakan oleh penyedia lapangan pekerjaan (Negara
dan swasta ) tidak mencukupi dan sebanding dengan pencari kerja. Sehingga
terjadi unemployment worker,
Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi
penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut
sebagai pengangguran terbuka. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah
penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan
sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Sedangkan yang di maksud
bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja
maupun mencari kerja. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah, menjurus
rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti
pension atau cacad jasmani.
Data
yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih
lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. Bisa saja dalam
kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan
angka resmi itu. penganguran sendiri memiliki tipe yang dapat di golongkan menjadi.
·
Pengangguran Terselubung (Disguissed
Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
suatu alasan tertentu.
·
Setengah Menganggur (Under Unemployment)
adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan
pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja
yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
·
Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)
adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan.
Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan
padahal telah berusaha secara maksimal.
Macam-macam
pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa
jenis, yaitu
a)
Pengangguran konjungtural (Cycle
Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang
(naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
b)
Pengangguran struktural (Struktural
Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur
ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa
diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti :
·
Akibat permintaan berkurang
·
Akibat kemajuan dan pengguanaan
teknologi
·
Akibat kebijakan pemerintah
c)
Pengangguran friksional (Frictional
Unemployment) adalah pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian
antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran
sukarela.
d)
Pengangguran musiman adalah pengangguran
yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim
panen.
e)
Pengangguran teknologi adalah
pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi
tenaga mesin-mesin
f)
Pengangguran siklus adalah pengangguran
yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi).
Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat
demand).
Jika pencari nafkah dalam keluarga
menganggur maka otomatis keadaan ekonomi keluarganya akan mengalami masalah.
Masalah ini akan menyebabkan tidak terpenuhinya dengan baik kebutuhan
sehari-hari keluarga itu, seperti kebutuhan pokok, kebutuhan pakaian anak-anak,
biaya pendidikan/sekolah anak dan lain-lain. Selain itu dapat juga menimbulkan
perselisihan atau pertengakaran mulut antar anggota keluarga yang disebabkan
karena tidak terpenuhinya kebutuhan mereka. Kemudian masalah lain yang timbul
adalah rasa minder dan sensitive.
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk
menangani masalah yang dihadapi pencari nafkah yang mengganggur diatas adalah
sebagai berikut :
·
Memberikan pelatihan-pelatihan
keterampilan
Dengan
adanya pelatihan-pelatihan keterampilan ini diharapkan pencari nafkah
memperoleh suatu keterampilan yang berguna baginya untuk bersaing mendapatkan
pekerjaan atau bahkan bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi dirinya maupun
orang lain.
·
Menciptakan lapangan kerja yang menyerap
banyak tenaga kerja
Dengan
menciptakan lapangan kerja yang menyerap banyak tenaga kerja ini diharapkan
dapat memberikan pekerjaan bagi pencari nafkah yang menganggur sehingga masalah
ekonomi yang menimpanya dapat diselesaikan.
·
Memberikan perlindungan yang baik kepada
tenaga kerja
Dengan
memberikan perlindungan kepada tenaga kerja ini diharapkan dapat membantu
karyawan sehingga perusahaan tidak seenaknya untuk melakukan PHK kepada
karyawannya. Dan kalaupun terjadi PHK, karyawan itu menerima hak-hak yang harus
diterimanya.
Peran yang dapat
dilakukan pekerja sosial dalam masalah pengangguran pencari nafkah ini adalah :
a)
Broker
Yaitu pekerja
sosial bertugas menghubungkan pencari nafkah itu dengan lembaga atau pihak lain
yang diperlukannya. Misalnya ada suatu lowongan pekerjaan, pencari
nafkah tersebut tidak tahu sedangkan pekerja sosial mengetahuinya maka pekerja
sosial menghubungkan diantara keduanya.
b)
Mediator
Peran mediator
ini diperlukan saat terdapat perbedaan mencolok yang mengarah pada konflik.
c)
Katalisator
Pekerja sosial
memberi masukan-masukan bagi masalah pencari nafkah tersebut dan mau
mendengarkan keluhan serta mencari alternatif pemecahan.
d) Advokasi
Pekerja sosial
melakukan pembelaan kepada pencari nafkah jika misalnya ia di PHK maka pekerja
sosial membantu agar pencari nafkah tersebut mendapatkan hak-hak yang harus
diterimanya
2.2 Penyebab
terjadinya pengangguran di Indonesia
Ada
beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di
Indonesia yakni:
·
terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja
·
Kelangkaan Lapangan Kerja
·
Pemulangan TKI ke Indonesia
·
Rasionalisasi karyawan dll.
Sebab
langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. PHK
disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena
kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Kredit macet disebabkan oleh
krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Krisis ekonomi
disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS).
Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. Kerusakan ekonomi
ini disebabkan oleh adanya mental korup, kolusi dan nepotisme (KKN) yang
menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. Budaya KKN ini
disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). Masih bisa dicari lagi
sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral).
Dampak
Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan
kriminal, anak jalanan, pengemis, prostitusi, perdagangan anak, aborsi,
pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit
sosial yang menyebar bagaikan virus kanker yang sulit diberantas.
Penyakit
sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak
ternilai. Menurunnya kualitas sumber daya manusia, tidak dihargainya martabat
dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini
sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Karena itu
persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan
keluarnya yang terbaik. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi
kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak
mungkin. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil.
Cara
yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan
sektor informal, padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti
pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. Sector
informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi
kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. Namun bukan berarti sektor
formal diabaikan. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi
sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita, maka sudah
waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan
anggaran. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha
ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal.
Keterbatasan mereka di dalam
pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan
berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan
kemiskinan dan kemelaratan. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti
sandang, pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke
jurang kemelaratan. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan
menciptakan masalah-masalah social.
2.3
Upaya
Pemecahan Masalah Pengangguran
1. Menangani
Lapangan Pekerjaan
Sikap
Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang
tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya.seharusnya pemerintah
membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. Salah satunya ada dengan meningkatkan
peranan Balai Latihan Kerja (BLK).
Keterampilan
yang di sediakan Seperti menjahit, bengkel, tata boga, komputer, dan
keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel, perusahaan motor bahkan
instansi pemerintahan daerah setempat. Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki
keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi.
Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama,
perusahaan garmen, dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja.
Contohnya, sambungnya, di BLK Jakarta Timur. Dari 60 orang yang menempuh
pelatihan kerja di sana, hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk
menjadi pegawai mereka. Disnakertrans bekerja sama
Cara lainnya,
Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk
mengadakan pelatihan keterampilan. Saat ini, Disnakertrans telah mengadakan
pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Dari hasil
pelatihan tersebut, Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai
berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya
2. Mengenai
Tingkat Penganguran
Terjadi karena
Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai
labaran , Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi
lain.Untuk menekan arus urbanisasi, mantan Walikota Jakarta Pusat ini
menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. Dengan azas
otonomi daerah, pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan
di ibukota, sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke
Jakarta untuk mencari pekerjaan. Karena di daerahnya telah memberikan
kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota.
Ketidak
Stabilan angka Pengangguran. Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja
lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari
pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan
perusahaan-perusahaan.
Bab III
Simpulan
3.1 Kesimpulan
Pengangguran di
Negara-negara berkembang seperti Indonesia, dalam pembangunan ekonomi di Negara
seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah
yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi
pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah.
Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan
bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan
kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku.
Oleh karenanya, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun
semakin bertambah serius.
Masalah ini timbul karena jumlah
lapangan pekerjaan yang di sediakan oleh penyedia lapangan pekerjaan (Negara
dan swasta ) tidak mencukupi dan sebanding dengan pencari kerja. Sehingga
terjadi unemployment worker,
Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi
penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut
sebagai pengangguran terbuka.
Sebab
langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. PHK
disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena
kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Kredit macet disebabkan oleh
krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Krisis ekonomi
disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS).
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Harian Kompas, 25 Oktober 2003.
2.
Harian Kompas, 10 September 2003
3.
Harian Kompas, 27 September 2003.
4.
Harian Pos Kupang, 20 Juni 2003.
5.
Suarapublika, Novermber 2003.
6.
http://dickyhendramulyadi.blog.com/2011/01/15/makalah-pengangguran/
diakses tanggal 1 maret 2012
7.
http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=6&fname=eko202_11.htm
diakses tanggal 1 maret 2012
8.
http://warung-copy.blogspot.com/2011/05/masalah-sosial-sebagai-inspirrasi.html
di akses tanggal 1 maret 2012
9.
http://ilmusini.blogspot.com/
masalah masalah social di Negara G7 di aksses tanggal 1 maret 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar