Senin, 26 Maret 2012

ero komunisme di dunia


PEMBAHASAN

  1.  Konsep dan Perkembangan Ero Komunisme di Eropa
            Ero komusime lahir sebagai alternative utama untuk menggantikan doktrin dan praktek Marxis menurut versi Soviet dan Cina. Sementara itu Uni Soviet dan Cina menolak terhadap “Demokrasi Borjuis”dan menggantikannya dengan supremasi kekuatan komunis yang dominan.

  1. Ideologi Erokomunisme
            Sebagai suatu ideologi Erokomunisme adalah hasil pemikiran dari Antonio Gramsci, yang merupakan pendiri partai komunis Italia (tahun 1921), dengan tulisan-tulisannya yang baru mulai menjangkau masyarakat luas setelah perang Dunia II. Antonio Gramsci merupakan pemimpin dari partai komunis Italia dan juga mendirikan surat kabar.
            Dalam karya yang berjudul Notebooks ada beberapa tema yang mendapat penekanan seperti perlunya aliansi semua kelompok politik untuk melawan ancaman fasisme, perlunya kesadaran sosialis merembes ke hati nurani seluruh masyarakat,tanpa itu perebutan kekuasaan dalam rangka kediktatoran proletariat tidak dapat menghasilkan komunsme di tengah masyarakat sebagai agen perubahan social. Gramsci menulis “Aksi masa hanya mungkin terjadi jika masa itu sendiri merasa yakin akan tujuan-tujuan yang aka dicapaiserta cara-cara yang akan digunakan. Perebutan kekuasaan dari atasa tidak akan menghasilkan suatu masyarakat baru, dan hanya transformasi revolusioner dari bawah yang dapat berhasil.
            Lenin dan Mao menyesuaikan Marxisme dengan realitas-realitas sosial yang belum terpikirkan oleh Marx sendiri. Lenin menafsirkan Marxisme dalam konteks kondisi negara-negara terkebelakang, Gramsci menafsirkan Marxisme dalam hubungannya dengan kapitalisme abad ke-20 yang lebuh matang. Gramsci mengalami sendiri penindasan fasisme, yang muncul di atas reruntuhan rezim parlementer Italia, sehingga sejak dini ia sudah menyadari bahw adalam abad 20 akan dating nasib yang lebih buruk daripada kapitalisme. Karena yang menjadi tujuan adalah perlawanan yang terpadu dari fasisme dan pelestarian demokrasi sebagai iklim politik yang memungkinkan komunisme akhirnya dapat tumbuh subur. Menurut Gramsci tanpa dukungan yang aktif dari kelas buruh secara keseluruhan, para petani miskin, dan tokoh-tokoh terpelajar, kaum komunis secara politik akan menjadi kelompok kecil “pengawal” partai yang terisolisasi sendiri dari masyarakat umum.
            Dari segi pandangan kaum Lennis ortodoks, pemahaman ini merupakan bentuk pengungkapan yang lain dari “oportunisme” murtad yang telah menyerang MArxisme revolusioner , dalam aksinya Marx menyerukan untuk mengadakan revolusi ini tetap menjadi inti mArxisme-Lennisme, yang merupakan yustifikasi atau pembenaran terhadap perebutan kekuasaan secara kekerasan. Pandangan Lennin ditentang oleh penganut-penganut Marxis lainnya, bahkan pada saat pandangan-pandangan itu dicetuskan oleh pemimpin gerakan sosialis Jerman Yaitu “Rosa Luxemburg”. Beliau adalah seorang organisator yang tidak kenal lelah dan berpengaruh, juga sebagai guru, dan penulis tentang perjuangan komunis di tiga Negara. Luxemburg dan Lennin sama-sama setuju mengenai perlunya aksi revolusi untuk menghancurkan kapitalisme. Sementara itu Lennin menganggap revolusi sebagai tugas para elit yang disiplin, sebagai pengawal kaum proletar. Luxemburg menyerukan adanya revolusi yang dilakukan oleh masa buruh itu sendiri.dengan demikian Luxemburg meramalkan bahwa tanpa partisipasi langsung dari masa, revolusi hanya akan menciptakan despotisme partai.

  1. Program Politik
            Ideologi komunisme mempunyai akar-akar dalam tradisi Gramsci, Luxemburg dan Marxis. Tetapi Erokomunisme dianggap penting dari sudut politik dan ideologi. Ada masalah yang sangat penting, yaitu kemerdekaan partai-partai komunis di Erop Barat dari dominasi Uni Soviet, komitmen kaum komunis Eropa pada politik demokrasi, dan kerelaan kaum komunis untuk membentuk kerja sama atau aliansi dengan partai-partai paendukung demokrasi lainnya.
            Kemerdekaan dari dominasi soviet  Hubungan antara Uni Soviet dan partai komunis di Negara lain telah menjadi masalah pokok dalam teori dan praktek komunis sejak revolusi Bolshevik tahun 1917. Pada tahun 1919 sebuah organisasi internasional di bentuk di Moskow yang dikenal dengan nama Komintern atau Internasional Ketiga. Organisasi ini bertujuan untuk mengkoordinasi dan mendorong kegiatan-kegiatan revolusioner di seluruh dunia. Di bawah Stalin Komintern menjadi alat untuk menggiring partai komunisme Negara lain ke dalam jaringan pengawsan Soviet, sesuai dengan doktrin “sosialisme di satu Negara”, Stalin berpendirian bahwa kesetian yang teguh kepada Uni Soviet merupakan kewajiban utama kaum komunis yang sekaligus menjadi inti disiplin partai.
            Para perintis Erokumunisme dalam tahun 1970an adalah partai-partai komunis di Perancis, Italia, dan Spanyol. Di tiga Negara ini telah muncul sebuah generasi pemimpin komunis yang dipimpinnya pada saat ini. Yang termasuk dalam generasi baru adalah George Marchais di Perancis, Enrico Berlinger di Italia dan Santiago Carrilo di Spanyol, mereka menolak ideologisnya, dan mengatur sendiri perjalanan atau perjuangannya tanpa terikat dengan petunjuk Soviet mengisyaratkan kemungkinan terciptanya tahap baru hubungan di kalangan komunis sedunia.
            Para pemimpin komunis yang menyatakan kemerdekaannnya dari Uni Soviet, mempunyai kepentingan yang khusus yang berhubungan dengan kebijakan-kebijakan yang menyangkut masa depan Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan masyarakat Ekonomi Eropa(MEE). Pelestarian kedua organisasi ini secara langsung membentuk tujuan-tujuan Soviet yang mendasar. Partai-partai Erokomunis telah berjanji untuk mendukung kedua organisasi ini. Lewat NATO mereka ingin memajukan détente, dan lewat MEE, mereka ingin melaksanakan pengendalian yang lebih efektif terhadap perusahaan-perusahaan multinasional.
            Komitmen pada demokrasi Selain keinginan bebas dari Uni Soviet, kaum Erokomunis juga berniat untuk melestarikan demokrasi di negaranya sendiri, pernyataan yang menyeluruh mengenai sikap mereka termuat dalam deklarasi bersama yang dikeluarkan tahun 1975 oleh partai komunis Spanyol. Deklarasi itu mendukung “semua bentuk kebebasan yang merupakan hasil dari revolusi-revolusi demokrasi yang dilakukan oleh kaum Borjuis, dan deklarasi itu juga mendukung “lembaga-lembaga yang secara utuh meakili kedaulatan rakyat” dan menyetuji “keragaman partai-partai politik “. Keputusan hak universal” merupakan wasit politik yang menjadi penentu terakhir.
            Pada awal tahun 1977 oleh pemimpin komunis Perancis, Marchais beliau menolak doktrin keditaktoran proletar karena  keditaktoran proletar tidak sejalan dengan realitas-realitas kebijaksanaan dan kata”kediktatoran” tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, dan kata itu memiliki makna yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan aspirasi, dan bahkan kata Proletariat tidak cocok digunakan lagi dan menyusul rekomendasi dari Marchais frasa”kediktatoran proletariat” di hilangkan dari anggaran dasar (Statuta) Partai Komunis Perancis.
            Penolakan terhadap kediktatoran proletar dimaksudkan untuk mendramatisasi pemisahan diri dari kaum Erokomunis dari prinsip-prinsip Lennis.bagi Lennin dan Mao, kediktatoran proletar dan sentralisme partai merupaan unsur-unsur kunci dalam teori dan praktek Komunis. Mereka menolak terhadap pengertian-pengertian liberal mengenai demokrasi dan toleransi bagi kelompok oposisi. Kaum komunis Perancis menekankan kesediannya untuk menerima nila-nilai demokrasi. Dalam membedakan program revolusioner dari pembaharuan yang diserukan oleh kaum sosial-demokrat, kaum erokomunis menekankan ruang lingkup dan cepatnya perubahan social dan ekonomi. Mereka menegaskan Kaum Komunis adalah orang-orang yang revolusioner, karena yang mereka perjuangkan bukan sekedar modifikasi, tetapi transformasi masyarakat berupa pengantian kapitalisme dengan sosialisme.
            Aliansi politik dan Pemerintahan koalisi Pada tahun 1973 Berlinguer, pemimpin partai komunis Italia, menyerukan agar “kesepakatan histories” itu dan menawarkan diri untuk mengambil bagian dalam pemerintahan koalisi dengan kelompok Demokrat Kristen. Pada tahun 1972 pihak komunis Perancis menandatangani perjanjian kerja secara resmi dengan kelompok sosialis, dimana kedua pihak menyatukan barisan menghadapi pemilihan umum.
            Berbagai aliansi dengan kelompok komunis telah menimbulkan kekhawatiran, karena berbagai preseden yang ada tidak memberi jaminan. Praktek kerja sama dengan kelompok-kelompok non-revolusioner dengan maksud untuk mengadakan infiltrasi dan subversi telah menjadi teknis komunis sejak lama. Sebelum akhir tahun 1977 mereka memutuskan ikatan elektoral dan dengan pihak sosialis, sehingga mereka dapat menghadapi pemilihan presiden, terutama untuk melawan pihak sosialis.
            Dimasa lalu taktik untuk masuk dalam koalisi dikenal dengan nama Font Persatuan (United Front) dan Front Rakyat (popular Rakyat). Font Persatuan dimaksudkan oleh Lenin, menjelang Revolusi Bolshevik, sebagai alat untuk memecah belah partai- partai sosialis, dengan kedok mendukung tuntutan mereka. Selama taun 1930-an Stalin menggunakan Front Rakyat sebagai cara untuk melawan ancaman Hitler, sampai kepentingan Soviet berubah dan Front itu dibubarkan. Keikutsertaan Spanyol dalam Front Rakyatyang pro Republik tidak menjadi rintangan bagi mereka untuk berkampanye demi memusnahkan pihak-pihak sekutunya   

  1. Masa Depan Erokomunisme 
            Partai komunis Italia adalah yang terbesar dari ketiganya kesempatan untuk memperoleh kekuasaan dengan cara yang demokratis dan kaum komunis pernah memenangkan pemilihan-pemilihan baik di tingkat kota maupun provinsi.
            Partai komunis Perancis sejak lama berada dalam situasi yang merana. Partai ini mengharapkan keuntungan yang yang lebih besar dari aliansinya dengan kelompok sosialis. Di masa lalu partai Komunis Perancis menjalin hubungan yang erat dengan Moskow, dan hubungan yang sudah berlangsung lama ini sulit diputuskan, partai komunis Perancis terjadi pada bulan Mei 1981, ketika Francois Mitterand terpilih sebagai presiden sosialis pertama dari republik kelima. Presiden Mitterand mengangkat empat orang menteri komunis dari kabinetnya, pengangkatan menunjukkan adanya kepercayaan Mitterand kepada Partai Komunis Perancis sebagai partner andalan dalam pemerintahan yang demokratis.
            Doktrin- doktrin Erokumunisme dapat mengguncang pengawasan Soviet atas negara-negara satelitnya, dan sistem penindasan yang diilhami Moskow dalam rezim-rezim itu. Kalau partai-partai komunis di Barat berhasil melawan kekuasaan Moskow, maka hal itu bias mendorong partai-partai komunis di Eropa Timur untuk melakukan hal yang sama, meskipun Kremlin mentolerir banyak penyimpangan ideiligis dan bahkan kritik dari partai-partai komunis yang lain. Erokomunis mempunyai struktur hirarkhis yang ketat dalam organisasi partainya sendiri. Sejak zaman Lenin, struktur ini telah dimanfaatkan untuk melakukan komplotan serta pengawasan terpusat dan bukannya menjamin pluralisme politik dan oposisi dalam tubuh partai.
 
  1. Pengaruh Erokomunisme terhadap kenyataan peradaban umat manusia dan Pengaruh Erokomunisme terhadap Sejarah nasional dan Sejarah Lokal.
Pengaruh Erokomunisme terhadap kenyataan peradaban umat manusia pengaruhnya yaitu sangat mendominasi dalam bidang ekonomi dan politik. Didalam bidang ekonomi pengaruhnya terhadap perubahan cara pikir manusia yang meyakini bahwa Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia tidak lagi dikuasai oleh satu dua pihak yang memiliki modal, akan tetapi pada hakikatnya Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia tadi harus bisa dinikmati oleh semua pihak, yang pada dasarnya tidak sama terlihat dalam system ekonomi kapitalis.
            Dalam bidang politik Erokomunisme ini membawa pengaruh terhadap para kaum erokomunisme itu dalam upaya pengaktualisasian kaum buruh, kaum buruh  menginginkan pembentukan suatu wadah dalam bentuk partai.yang tujuannya adalah untuk menampung aspirasi kaum buruh itu sendiri dalam melakukan suatu perubahan yang diinginkan tanpa adanya suatu gerakan revolusioner yang seperti diinginkan dalam Erokomunisme itu sendiri yang nantinya akan dapat menyejahterahkan kaum buruh itu sendiri, sehingga partai itu sendiri bias membawa aspirasinya dalam suatu forum.
Perevisian konsep marxisme merupakan awal pengaruh dari erokomunisme yang bermula dari gagasan Antonio Gramsci (1891-1937), pendiri Partai Komunis Italia tahun 1921, yang kemudian dituangkan dalam salah satu bukunya Prison Notebooks. Pada prinsipnya Gramsci menyampaikan betapa pentingnya partai komunis beraliansi dengan partai lain untuk bersama-sama merebut kekuasaan dari tangan kapitalis. Konsep partai tunggal sebagaimana diteorikan Vladimir Ilyits Ullianov yang kemudian dikenal dengan nama V.I. Lenin (1870-1924) oleh Gramsci dianggap sudah tidak relevan lagi dan justru menyulitkan gerakan kaum komunis. Bagi Gramsci, kekuasaan lebih mudah direbut dengan cara beraliansi dengan kekuatan lain melalui sistem parlementer.
Erokomunisme ternyata juga dapat dibaca dan ditangkap oleh bung Karno. Di dalam artikelnya, ia menyambut positif perubahan komunisme itu. Bagi bung Karno, perevisian itu dianggap sebagai satu langkah maju, karena Marx memang bukan seorang dewa yang ajarannya harus bersifat absolut-dogmatis, melainkan harus terus direvisi agar dapat dinamis sesuai perubahan dan perkembangan jaman. Dengan perubahan itulah, maka wajar jika Sukarno mengkritik PKI yang tidak mau bekerjasama dengan kekuatan nasional lainnya, padahal partai-partai komunis di eropa (barat) telah melakukannya.
Satu-satunya tokoh PKI yang sepakat dengan perubahan konsep marxisme hanyalah Tan Malaka. Bahkan di tahun 1921, Tan telah mengeluarkan sebuah tulisan berjudul Sovyet atau Parlemen, yang intinya hampir sama dengan pokok pikiran Gramsci, bahwa sistem parlementer jauh lebih baik daripada sistem partai tunggal soviet. Tentang sifat elitisme di tubuh PKI, Tan sudah seringkali menganjurkan kepada tokoh-tokoh PKI lainnya agar mau beraliansi dengan partai-partai lain, terutama kekuatan pan-Islamisme Indonesia yang saat itu diwakili Sarekat Islam. Bahkan Tan sangat menyesalkan tentang putusnya hubungan PKI dan SI di tahun 1923.
Namun apa yang dianjurkan oleh bung Karno maupun Tan Malaka, tampaknya tidak mampu menggoyahkan sikap Sema’oen dan kawan-kawannya, karena doktrin Sovyet dengan sistem diktatuur proletariat (tepatnya diktatuur partai) telah terlanjur berhegemoni dalam pikirannya. Bahkan pesona keberhasilan revolusi Oktober 1917 kaum Bolsyevik dalam perjuangan bersenjata melawan rejim Tsar, telah mengilhaminya untuk melakukan pemberontakan PKI di tahun 1926. Keputusan untuk memberontak ini ditentang keras Tan Malaka, sebab Tan tahu bahwa Sema’oen dan kawan-kawannya telah buta matanya terhadap faktor obyektif yang ada dalam masyarakat karena telah tertutup oleh faktor subyektif (ideologis) yang berlebihan. Sehingga Tan menganggap tindakan itu tidak lebih sebagai tindakan yang bersifat advonturir dan kekanak-kanakan.
Namun pemberontakan tetap dilaksanakan, dan ternyata memang gagal. Alimin, Muso, Darsono dan Sema’oen berhasil melarikan diri ke Rusia. Namun ratusan ribu tetap ditangkap dan dibuang ke Digul, Tanah Merah, Irian Jaya (Papua). Atas kekalahan PKI itu, maka Tan Malaka memutuskan untuk mendirikan partai lagi yang diberi nama Partai Republik Indonesia (PARI) di tahun 1927, bersama-sama Subakat dan Jamaludin Tamim. Dan pada tahun 1948 kemudian, Tan Malaka kembali mempromotori pembentukan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didukung kader-kader mudanya, Chaerul Saleh, Sukarni dan Adam Malik. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa, pengaruh erokomunisme pada waktu itu telah membawa pemikiran-pemikiran baru terhadap pembentukan suatu aliansi partai.
Untuk pengaruh Erokomunisme terhadap sejarah lokal ialah Tan Malaka yang berasal dari Sumatera Utara telah membawa pengaruh Erokomunisme terhadap kaum buruh yang ada di Sumatera Utara dengan cara memotori perjuangan kaum buruh mendapatkan kesejahteraan untuk melepaskan diri dari dominasi system kapitalis colonial Belanda. Yang mana Tan Malaka juga membantu kaum buruh untuk membentuk suatu organisasi kaum buruh.




DAFTAR PUSTAKA

Ebenstein, William.  2006  Isme – Isme  yang  Mengguncang  Dunia , Yogyakarta.
Http//www.dumadimenggugat.com. desember 23,2008.Dumadia’s Blog.
Ebenstein William dan Fogelman Edwin,1994.  Alih bahasa Jemadu, Drs. Alex, penerbit Erlangga, Jakarta.
http://pwkpersis.wordpress.com/category/lbi-lembaga-buhuts-slamiyyah/. Diakses tanggal 24 nopember 2011. Pukul 19.00 WIB
http://pangisyarwi.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=8&Itemid=103.Diakses tanggal 24 nopember 2011. Pukul 19.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar