Selasa, 22 Mei 2012

CINA PADA MASA DINASTI TANG DAN SUI


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DINASTI SUI
Dinasti Sui berdiri pada tahun 581-618, didirikan oleh Yang Jian yang kemudian disebut sebagai kaisar Sui Wen-ti. Dinasti Sui hanya berlangsung selama 37 tahun. Dinasti Sui pada tahun 589 mempersatukan Cina. Dari banyak segi dinasti Sui dapat dibandingkan dengan dinasti Chin. Keduanya mempersatukan China setelah suatu periode perpecahan yang lama, keduanya runtuh dalam waktu yang singkat sebagai akibat dari usaha yang berlebihan, keduanya digantikan oleh sebuah pemerintahan yang mengkonsolidasi persatuan baru, dan dapat bertahan lama.
Kedua kaisar dari Dinasti Sui yaitu  Wen-ti dan Yang- ti putra penggantinya memperbaiki garis pertahanan di perbatasan utara,dimana menghubungkan ibukota  seperti Ch’angdengan gudang beras yang baru dari Cina yaitu daerah hilir sungai Yangtze melalui  system terusan yang mengagumkan. Terusan ini diteruskan sampai kota Hang-chou, yang harus menyediakan bahan makanan pokok pada Ibukota yang terletak dekat prbatasan utara. Terusan ini menjadi bentuk pertama dari terusan kekaisaran YUn-ho.  
Jajaran jabatan yang didirikan Kaisar Sui Wen-ti secara singkat disebut sebagai "sistem jabatan tiga propinsi dan enam kementerian". Selain itu, Kaisar Sui Wendi juga menyusun hukum pidana baru yang kurang kejam dibanding dengan hukum yang diberlakukan pada Dinasti Selatan dan Dinasti Utara, dua dinasti yang berkuasa sebelumnya. Yang patut disebut ialah sistem ujian kenegaraan yang didirikan Kaisar Sui Wen-ti. Sistem ujian kenegaraan adalah cara pemilihan pejabat pemerintah yang baru pada zaman kuno. Sumbangan lain lagi Kaisar Sui Wen-ti memerintahkan pembuatan Terusan Besar dari Hangzhou Tiongkok Selatan ke Beijing Tiongkok Utara. Biarpun Sui Wen-ti banyak memberikan sumbangan, namun ia tetap diperingati dalam sejarah sebagai kaisar lalim dan justru karena kelalimannya yang luar biasa, ia akhirnya menimbulkan kemarahan sangat besar rakyat. Akhirnya dinasti Sui mengadakan perang yang mahal, pertama-tama melawan kekuasaan baru di kawasan Asia Tengah, suku Turki (T’u-chueh), kemudian melawan kerajaan Korea Koguryo. Kekalahan dalam perang terakhir ini menimbulkan pemberontakan dan akhirnya Yang-ti di bunuh.  Dan pada akhirnya ia dikenakan hukuman gantung dan berakhir pula Dinasti Sui.


Pecahnya Dinasti Sui

            Menurut Wikipedia pecahnya Dinasti Sui Karena semakin meluasnya pemberontakan petani di wilayah utara Cina, Kaisar Yang tidak kembali ke Chang’an maupun Luoyang. Bersama keluarganya ia mengungsi ke Jiangdu (sekarang Yangzhou, Jiangsu) pada musim gugur 616. Dengan mengungsinya kaisar dari Luoyang ke Jiangdu, kaum pemberontak di sekitarnya berkoalisi di bawah pimpinan Li Mi, mantan ahli strategi Yang Xuan’gan, yang dianggap calon kaisar masa depan oleh sebagian besar pemimpin pemberontak utara. Namun Li, tidak pernah berhasil mencaplok Luoyang ataupun mengklaim gelar kekaisaran bagi dirinya.
Sementara itu, Jenderal Yang Yichen sedang berjuang mati-matian memadamkan pemberontakan di utara Sungai Kuning dan ia berhasil meraih banyak kemenangan gemilang. Namun sayangnya, Kaisar Yang dan perdana menterinya, Yu Shiji malah iri dengan prestasi dan jasa-jasa Yang. Sehingga Yang dipanggil pulang dengan dalih untuk menerima promosi, namun yang didapat adalah penonaktifan dirinya. Yang meninggal tak lama kemudian dalam kesedihan. Dengan tidak adanya jenderal yang mampu, aktivitas pemberontak di utara Sungai Kuning semakin merajarela dan tak terkendali, pemimpin terkuat di wilayah itu adalah Dou Jiande.
Hingga tahun 617, sejumlah pemimpin pemberontak baik pemberontak petani maupun mantan jenderal Sui, telah menguasai wilayah yang cukup signifikan, antara lain:
  • Du Fuwei, pemberontak petani, menguasai wilayah selatan Anhui
  • Gao Kaidao, pemberontak petani, menguasai hampir seluruh wilayah utara Hebei
  • Liang Shidu, pemberontak petani, menguasai wilayah tengah Mongolia Dalam dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar Liang
  • Li Gui, mantan pejabat Sui, menguasai wilayah tengah dan barat Gansu dan mengangkat diri sebagai Pangeran Liang.
  • Li Yuan, mantan pejabat Sui dan sepupu kaisar, menguasai wilayah tengah Shanxi dan belakangan mengangkat cucu kaisar Yang You, Pangeran Dai, sebagai kaisar di Chang’an.
  • Lin Shihong, pemberontak petani, menguasai Jiangxi dan Guangdong, serta mengangkat diri sebagai Kaisar Chu.
  • Liu Wuzhou, pemberontak petani, menguasai wilayah utara Shanxi dan mengangkat diri sebagai Dingyang Khan.
  • Luo Yi, mantan jenderal Sui, menguasai wilayah Beijing.
  • Xiao Xi, mantan pejabat Sui dan cucu Kaisar Xuan dari Liang Barat, menguasai Hubei, Hunan, dan Guangxi, mengangkat diri sebagai Kaisar Liang.
  • Xue Ju, pemberontak petani, menguasai wilayah timur Gansu dan barat Shaanxi, mengangkat diri sebagai Pangeran Penakluk Qin Barat.
  • Zhu Can, mantan pejabat Sui, mengacau bersama pasukannya di wilayah selatan Henan dan tenggara Shaanxi, mengangkat diri sebagai Pangeran Jialuolou dan kemudian Kaisar Chu.

Beberapa pemimpin pemberontak tersebut, termasuk Li Yuan, Liu Wuzhou, Gao Kaidao, Liang Shidu, dan Dou Jiande pernah menyatakan menyerah dan menerima bantuan militer dari Tujue Timur. Tahun 617, Li Yuan mencaplok Chang’an dan mengangkat cucu kaisar, Yang You sebagai Kaisar Gong dan menjadikan Kaisar Yang sebagai mantan kaisar (太上皇,Taishang Huang), sementara Li sendiri menjadi wali dengan gelar Pangeran Tang. Deklarasi ini tidak diakui oleh sebagian besar wilayah Sui yang masih menganggap Kaisar Yang sebagai kaisar yang sah.




















2.2 DINASTI TANG
Setelah runtuhnya Dinasti Sui, berdirilah Dinasti Tang yang berkuasa dalam sejarah selama 289 tahun antara tahun 618 Masehi dan 907 Masehi ( dalam Wikipedia disebutkan berdiri pada tanggal 18 juni 618 ). Dinasti Tang terbagi menjadi paro pertama dan paro kedua dengan Insiden Anshi sebagai tanda batasnya. Pemeritahan pertama Dinasti Tang adalah masa makmur dan paro kedua merupakan masa bobroknya Dinasti Tang. Biarpun Dinasti Tang didirikan oleh Kaisar Tang Gaozu, tapi putranya Li Shimin, yaitu Kaisar Tang Taizong yang berhasil menyatukan Tiongkok dengan memakan waktu 10 tahun. Setelah Li Shimin naik takhta, Dinasti Tang yang berada di bawah pimpinannya mencapai perkembangan dan kemakmuran yang tiada taranya dalam sejarah, bahkan muncul "Pemerintahan Zhenguan Yang Unggul", di mana Tiongkok berada di urutan depan dunia di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan. Setelah itu muncul pula Pemerintahan Kaiyuan yang makmur pada masa kekuasaan Kaisar Tang Xuanzong, di mana negara menjadi kuat dan rakyat menjadi kaya.
Periode awal dinasti Tang
Setelah perang sipil yang pendek Li- Yuan dan putranya, Li –Shih Min berhasil menduduki Chang- an dengan bantuan sekutu Turki. Li –Yuan kemudian dinobatkan sebagai kaisar pertama dari Dinasti Tang. Beberapa tahun kemudian dia turun tahta dan diganti oleh putranya yang bernama T’ai Tsung tahun 626 – 649. T’ai Tsung berhasil menaklukkan bangsa turki di lembah Tarim dengan bantuan dari salah satu suku Turki, suku Uighun. Suku ini akan tetap menjadi sekutu yang setia dari dinasti Tang. Pada tahun 607 Tibet disatukan untuk mengakui supermasi dari Tang. Setelah peerintahan T’ai Sung digantikan oleh Kao-tsung tahun 649 – 683.
Pada zaman dinasti Tang Korea dan Jepang mengambil alih kebudayaan Cina sehingga Negara ini dapat dipandang sebagai bagian dari lingkungan keudayaan Cina.
Kao-tsung sangat dpengaruhi oleh istrinya, permaisuri Wu. Setelah kao-tsung wafat istrinya tetap memegang kekuasaan dari tahun 690-705. Kemudian dia memerintah sendiri dan membentuk sebuah dinasti baru yaitu dinasti Chou sampai dia lanjut usia, pemerintahannya digulingkan oleh sebuah pemberontakan istana, sehingga dinasti Tang dapat didirikan kembali. Dari tahun 713-756 Cina dipeintah oleh kaisar Hsuan-tsung, juga dikenal dengan nama anumerta Ming-huang. Pemerintahannya merupakan masa keemasan dai bagian pertama dinasti Tang. Pada akhir pemerintahannya timbul konflik dengan islam yang baru berkembang pada tahun751 tentara Cina dikalahkan di medan perang pada sungai Talas dan dinasti Tang kehilangan  lembah Tarim. Penduduk daerah ini masuk Islam dan tetap Islam sampai sekarang. Ada lagi pemberontakan yan kuat, yaitu An Lu-Shan , jendral keturunan sogdia, sang kaisar yang sudah tua melarika diri ke Sze chuan dan di tengah perjalanan beliau dipaksa oleh tentara untuk mengeksekusi Yang kuei-fei dan saudaranya, beliau sendiri turun tahta. An Lu-Shan terbunuh tapi gerakan pemberontakan baru dapat ditindas pada tahun 763 dengan bantuan suku Uighur.
Dalam abad-abad setlah cina dipersatukan oleh dinasti Sui pada tahun 589, terjadi perubahan social politik yang mendasar dalm Negara dan masyarakat Cina yang bercorak ningrat setelah dinasti Han berkembang secara pelan-pelan Cina yang pra modern seperti akan bertahan sampai penetrasi baratabad ke 19 dan jatuhnya kekaisaran pada tahun 1912.



Pembaharuan system pajak.
Dasar keuangan dari Negara kesatuan yang baru dari dinasti Sui dan Tang adalah system pajak ‘ lading rata’ yang sudah dirintis oleh dinasti Wei dan kemudian dilaksanakan secara konsekuen di seluruh Negara dan tuan tanah besar, berarti mereka membayar pajak menurut perbandingan. Areal tanah yang dapat dibagikan bagi petani untuk membayar pajak semakin berkurang. Hadiah tanah yang luas oleh kaisar kepada orang favorit dan pejabat yang berjasa memperburuk keadaan.
Tahun 780 menteri Yang Yen melaksanakan system pajak ganda. Liang Shui berarti pajak dipungut dua kali dari penghasilan panen dari musim panas dan musim dingin. Kerja odi dalam berbagai bentuk akhirnya menjadi kurang penting sejak pertengahan dinasti Tang tentara sewaan dan pekerja bayaran menggantikan petani yang wajib militer dan wajib rodi.

Revolusi perdagangan
Setelah tahun 750 kta melihat suatu pertumbuhan perdagangan yang begitu spektakuler, sehingga disebut revolusi komersial, khususnya jika dibandingkan dengan kehidupan ekonomi abad pertengahan Cina. Pertumbuhan tersebut masih disertai dengan kenaikan produktifitas, khususnya produksi beras naik.
Pada bagian pertama dinasti Tang pemerintah masih berhasil mengawasi perdagangan dengan ketat. Dalm periode berikutnya system ini tidak berjalan lagi, warung dan pasar kecil muncul di seluruh kota Ch’ang – an. Di samping ekspasi perdagangan dalam negeri kita melihat pertambahan perdagangan yang lebih besar lagi dengan luar negeri. Pertama-tama perdagangan data yang mengalami masa keemasan pada periode pertama dinasti Tang. Ketika jalur sutra masih dikuasai orang Cina dan Cha’ng-an. Perdagangan laut sangat didorong oleh ekspansi agama islam. Terdapat koloni pedagang arab yang cukup besar di kota Canton. Mereka boleh hidup disana menurut adat dan hukum mereka sendiri. Lama kelamaan orang Cina sendiri juga mulai mengambil bagian dalam pedagangan.

Golongan ‘Gentry ‘
Pada zaman dinasti Tang golongan ningrat yang tertutup secara pelan-pelan digantikan oleh sebuah golongan tuan tanah yang lebih luas. Mereka berasal dari kaum pedagang, karena aman dan gengsi untuk menanam modal yang diperoleh dari perdagangan dalam tanah.tuan tanah ini pada umumnya menjadi golongan yang menghasilkan golongan pegawai yang memerintah pada pra modern. Golongan ini memiliki harta yang cukup untuk membiayai pendidikan yang lama sekali bagi anak-anak mereka untuk menempuh ujian Negara. Untuk cina istilah gentry dipakai dalam arti yang lebih terbatas yaitu hanya untuk mereka yang telah lulus ujian Negara dan menikmati hak-hak khusus, seperti pakaian tertentu ( sebuah sutra yang menjadi iri khas golongan ini dan juga menjadi nama dari golongan ini) dan mereka juga bebas dari hukuman badan dan kerja rodi. Sebagian besar dai golongan gentry hidup di kota dan bersama golongan pedagang mengambil bagian dari kebudayaan kota yang baru.

Urbanisasi
Pada zaman ini tidak ada lagi terutama pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kegiatan perdagangan dan industri. Sebagian besar golongan gentry hidup di kota. Sejak pertengahan dynast tang tentara sudah menjadi tentara professional yang direkrut dari golongan baru yang lain, orang miskin di kota sejak itu muncul peribahasa bahwa orang baik tidak menjadi tentara.

System birokrasi Negara
Sebuah lembaga yag baru, yang juga akan tetap ada selama seluruh zaman kekaisaran, adalah badan sensor, yu shih t’ai. Lembaga ini merupakan semacam badan pengawasan di samping aparat sipil dan iliter. Tugas utama dari anggota miter ini adalah pengawasan dari aparat peerintah. Seorang sensor mempunya ewenang yang luas untuk menyelidiki perkara penyalahgunaan kekuasaan oleh pegawai pemerintah yang dapat dilaporkan langsung kepada kaisar. Lagi pula merka diiut sertaka dalam pengadilan dan pengambilan keputusan politik pada tingkat tertinggi, yaitu dengan mengambil alih perdebatan politik dalam laporan kepada kaisar.

Hierarki birokrasi
Seorang pegawai selalu dapat mengharapkan penghasilan yang banya di sampinggajinya resmi yang hanya sedikit. Penghasilan itu diperoleh dari macam-maam imbalan keuangan untuk perbuatan dinas yang sekarang ini disebut korupsi kususnya jabatan dalm monopoli garam sangat basah. Di lain fihak terdapat berbagai peraturan untuk menghindari bahwa seseorang pegawai terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau local dalam pelaksanaan tugas. Peraturan yang paling penting adalah larangan untuk memegang jabatan setelah tiga tahun. Di samping itu dinasti sung juga mengeluarkan peraturan yang mengeluarkan larangan hubungan dinas diantara pihak keluarga, dan kerabat daari permainsuri dilarang untuk memegang jabatan.

 Masa keemasan dan kemunduran agama Budha
Perkembangan penting yang terakhir dari masa peralihan yang akan dibahas disini adalah kebnagkitan kembali dari konfusianisme dan kemunduran dari agama Budha dalam bagian kedua dinasti Tang, setelah agama ini mengalami masa keemasan dalam periode abad pertengahan Cina dan pada abad pertama dinasti Tang. Pada waktu itu juga peziarah Cina yang paling terkenal Hsuan Tsang melakukan perjalanannya ke India (629-645). Kemudian dibawah perlindungan Kaisar T’ai-tsung dia menulis pengalamannya dan menterjemahakn naskah-naskah yang dibawanya pulang Selama bertahun-tahun. Perlindungan oleh Negara menjadi factor yang penting untuk menjelaskan perkembangan dari agama Budha di Cina. Perlindungan ini sudah diberikan pada zaman perpecahan dan tradisi ini diterukan oleh kaisar-kaisar di dinasti Tang.
             
 









BAB III
      KESIMPULAN

Dinasti Sui berdiri pada tahun 581-618, didirikan oleh Yang Jian yang kemudian disebut sebagai kaisar Sui Wen-ti. Dinasti Sui hanya berlangsung selama 37 tahun. Dinasti Sui pada tahun 589 mempersatukan Cina. Dari banyak segi dinasti Sui dapat dibandingkan dengan dinasti Chin. Keduanya mempersatukan China setelah suatu periode perpecahan yang lama, keduanya runtuh dalam waktu yang singkat sebagai akibat dari usaha yang berlebihan, keduanya digantikan oleh sebuah pemerintahan yang mengkonsolidasi persatuan baru, dan dapat bertahan lama.
Kedua kaisar dari Dinasti Sui yaitu  Wen-ti dan Yang- ti putra penggantinya memperbaiki garis pertahanan di perbatasan utara,dimana menghubungkan ibukota  seperti Ch’angdengan gudang beras yang baru dari Cina yaitu daerah hilir sungai Yangtze melalui  system terusan yang mengagumkan.
Setelah runtuhnya Dinasti Sui, berdirilah Dinasti Tang yang berkuasa dalam sejarah selama 289 tahun antara tahun 618 Masehi dan 907 Masehi. Dinasti Tang terbagi menjadi paro pertama dan paro kedua dengan Insiden Anshi sebagai tanda batasnya. Pemeritahan pertama Dinasti Tang adalah masa makmur dan paro kedua merupakan masa bobroknya Dinasti Tang. Biarpun Dinasti Tang didirikan oleh Kaisar Tang Gaozu, tapi putranya Li Shimin, yaitu Kaisar Tang Taizong yang berhasil menyatukan Tiongkok dengan memakan waktu 10 tahun. Setelah Li Shimin naik takhta, Dinasti Tang yang berada di bawah pimpinannya mencapai perkembangan dan kemakmuran yang tiada taranya dalam sejarah, bahkan muncul "Pemerintahan Zhenguan Yang Unggul",

DAFTAR PUSTAKA
Ø    Terjemahan dari Geschiedenis Van China; Algemeen oversicht Van de Chuness Geschiedenis en Cultuur Vanaf de allepoudstetijdon tot heden, 1977 oleh D. Van der Horst
Ø    http://id.wikipedia.org/wiki/Masa_Transisi_Sui-Tang#Pecahnya_Kekaisaran_Sui



Tidak ada komentar:

Posting Komentar