BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Terjadinya dunia kita ini, kira-kira
250 ribu juta tahun yang lalu. Perlu kita ketahui didalamnya terdapat
kebudayaan yang merupakan kesatuan yang tak dapat terpisahkan dengan manusia.
Salah satu kebudayaan itu ialah kebudayaan megalithikum yang merupakan
rangkaian dari penelitian ini. Kebudayaan megalithikum ialah kebudayaan yang
terutama menghasilkan bangunan- bangunan dari batu-batu besar. Batu-batu ini
biasanya tidak dikerjakan secara halus, tetapi hanya diratakan secara kasar
saja untuk mendapat bentuk yang diperlukan. Perlu kita ketahui bahwa di negeri
kita sampai kini pun masih terdapat kebudayaan megalithikum yang masih hidup,
yang menjadi kebudayaan sekarang seperti di pulau Nias, Sumba ,
dan Flores . Hal ini tentu saja sangat banyak
banyak memberikan petunjuk kepada kita untuk menyelami megalithikum prasejarah,
tidak hanya mengenai hasil-hasil kebudayaannya melainkan juga alam pikiran yang
tersimpan dibelakangnya dan menjadi pendorong. Hasil-hasil kebudayaan
megalithikum yang terpenting adalah menhir, dolmen, sarcophagus atau keranda,
dan kubur batu.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang dikemukakan
oleh penulis, terdapat beberapa permasalahan, antara lain :
1. Apa saja situs-situs sejarah yang ada
di desa kamal dan pekauman ?
2. Dimana situs-situs yang banyak
ditemukan, dan apakah factor yang mendorong
semua ini !!
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan permasalahan yang ada,
maka tujuan yang ingin dicapai penulis adalah :
1. Mengetahui
situs-situs sejarah di desa kamal dan pekauman.
2. Mencari
cara untuk melestarikan situs-situs sejarah agar tidak dirusak oleh tangan- tangan
jahil.
4
BAB
II
PEMBAHASAN
SITUS-SITUS SEJARAH DI DESA KAMAL KECAMATAN ARJASA DAN CAGAR BUDAYA
PEKAUMAN BONDOWOSO
A.Situs-situs sejarah
di desa kamal kecamatan arjasa.
Di
desa kamal terdapat situs-situs menhir seperti batu kenong tonjolan 1, batu
kenong tonjolan 2, kubur batu, menhir. Batu kenong tonjolan 1 melambangkan
bentuk persembahan kepada arwah nenek moyang dan menjadi pemujaan yang dibuat
sekitar abad X – XIV M ( puslit arkenus ).

BATU
KENONG TONJOLAN 1

BATU
KENONG TONJOLAN 2
5
Batu kenong tonjolan 1 sebagai tanda
penguburan sedangkan batu kenong tonjolan 2 sebagai ompak atau alas bangunan
rumah dari kayu.
Kubur
batu ialah peti minyak dan batu, ke empat sisinya berdinding papan-papan batu
bagian alas dan bidang atasnya juga terbuat dari batu. Dibuat sekitar abad X –
XIV M ( puslit arkenas ).

KUBUR
BATU
Selain
itu ada juga menhir yang diperkirakan dibuat sekitar tahun 600M. Tiang batu
atau tugu batu yang didirikan sebagai tanda peringatan yang melambangkan arwah
nenek moyang dan menjadi benda pemujaan. Dibuat sekitar abad X – XIV M ( puslit arkenas).
6

MENHIR
Di dekat menhir ini terdapat
pohon besar dan dikira dahulu orang-orang yang dating selalu memebwa sesajen
sebagai tanda penghormatan kepada hal yang ghaib. Sesajen itu biasanya kue apem
yang berfungsi sebagai payung penyelamat warga-warga disekitarnya. Media menhir
sebagai arah berkomunikasi. Menhir juga sebagai symbol fisik orang yang
dimakamkan atau orang yang sudah meninggal. Diperkirakan pada tahun 1988 masih
ada penghormatan.
` Situs-situs menhir banyak ditemukan
di desa kamal, Karena daerah ini memiliki suasana geografis daerah pegunungan.
Daerahnya subur, Banyak makanan dan Air yang cukup mudah sewhingga pada zaman
dahulu banyak orang yang tinggal didaerah ini.
B. Situs-situs Sejarah Cagar budaya Pekauman Bondowoso
Masih ingat bahwa ada peradaban
megalithikum sebelum peradaban terkini. Dan situs-situs bangunan batu besar
yang menandai keberadaan budaya megalithikum yang terdapat di Bondowoso.
Bondowoso pernah disebut-sebut sebagai kabupaten minus di jawa timur, tapi bila
ditelusuri dari situs-situs peningggalan zaman batu dikota yang terletak
sekitar 192 kilometer arah tenggara Surabaya ini, boleh dikota bondowoso
menjadi semacam saksi sejarah peradaban megalithic satu-satunya di jawa timur
yang terkaya dan masih bias disaksikan hingga kini. Sebagai catatan ahli
sejarah dan arkeologi yang pernah meneliti wilayah ini, menemukan benda-benda
bersejarah salah satunya di kecamatan Grujugan desa pekauman.
7
Namun sebenarnya seperti yang dijelaskan
Selamet Riyadi, peneliti dan ahli sejarah yang menemani liputan mossaik bila
mau menelusuri lebih seksama kita akan
dengan mudah menemukan batu-batu peninggalan zaman prasejarah itu banyak
titik, tersebar merata di desa-desa hamper 20 kecamatan di Bondowoso. Kadang
batu-batu peninggalan zaman megalithic ini berserakan tidak jaugh dari jalan kota , sawah-sawah, sungai
dan tepi-tepi jalan kecil. Sebagian besar lainnya banyak ditemukan di tengah tanah
tegalan petani dan di tengah perkampungan penduduk.
Di desa pekauman kecamatan Grujugan
sekitar 5 kilometer disebelah selatan kota
Bondowoso, misalnya terdapat satu patung nenek moyang yang unik dengan jenis
patung polenisia. Patung ini memiliki ciri- ciritidak ada leher, telinganya
menonjol, pantatnya montok, tangan melekat di badan. Orang bondowoso yang
meyoritas bebahasa madura menyebutnya Betoh Nyai ( batu nyai ). Tetapi yang
paling lajim menyebutnya arcah menhir.

ARCA
MENHIR
Arca
menhir ini memiliki tinggi 153 sentimeter dan tebal 52 sentimeter , lingkar
dadanya berukuran 60 sentimeter sedangkan lingkar kepalanya 46 sentimeter.
Patung betoh nyae atau arca menhir ini berada di tengah kebun milik petanib.
Patung ini dipercayai sebagai dewi kesuburan. Patung ini masuk klasifikasi
sebagai patung tipe steattopigic atau menhir.Di sekitar betoh nyae terdapat
puluhan batu kenong, sarko fogus dan dolmen.
8
Adapun situs sejarah lainnya
misalkan dolmen yang banyak ditemukan ditengah lading petadi ukurannya
besar-besar menunjukkan status penghuni daerah itu dimasa lalu. Semakin besar dolmen
menunjukkan tingginya status mereka, mungkin karena kekayaan atau keramatnya
seseorang.
Bahkan kata alumnus FKIP UNEJ di
perkirakan dolmen Bondowoso berlangsung antara awal tarikh masehi sekitar 2.500
-2.000 SM. Gambaran itu konon terlihat dari dolmen di desa pekauman, grajungan
dari asal katanya Dol berarti meja dan men adalah batu, warga setempat
menyebutnye betoh meja (batu meja ). Dolmen ini pada perkembangannya bukan lagi
merupakan sarang pemujaan tetapi berfungsi sebagai penguburan. Jenasah
ditempatkan dibawah diantara empat sampai lima
kaki dolmen. Didalamnya terdapat berbagai kubur yang ditemukan beberapa tahun
terakhir.

DOLMEN
9
Sarcophagus
atau keranda batu pandhusa juga ada di daerah Bondowoso. Sarcophagus berfungsi
sebagai usungan mayat. Bahan baku
pembuatan sarcophagus adalah batuan konglomerat yang terdiri dari wadah dan
tutup. Sacrophagus berupa batu monolit berbentuk memanjang yang dicekungkan
bagian tengahnya sekilas tampak seperti lesung, diatasnya terdapat pula
tersendiri dengan bentuk yang sama. Terkadang terdapat pula hiasan pada tutup
sarcophagus tersebut, hiasan ukir-ukiran yang menggambarkan nenek moyang,
biasanya hiasan itu menyerupai kadal atau gambaran raut muka manusia dengan mata
melotot.

SARCOPHAGUS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar