Kamis, 12 April 2012

MODEL PEMBELAJARAN STUDI KASUS


Ø  Pengajaran pendidikan ilmu-ilmu sosial dengan studi kasus 
Pengajaran disiplin ilmu-ilmu sosial suatu kasus dapat berupa informasi yang terjadi pada saat itu misalnya dapat melalui media cetak, media elektronik, dan sumber informasi lainnya. Dalam pengajaran disiplin ilmu-ilmu sosial suatu kasus juga dapat di kembangkan oleh guru namun disesuaikan dengan pokok masalah yang sedang di bahas. Dalam hal ini guru memiliki banyak kebebasan dalam mengembangkan kasusnya tetapi tetap harus berpegangan pada berfikir tingkat tinggi yang akan di capai dalam pokok bahasan.
Suatu kasus merupakan sesuatu yang baru bagi siswa untuk mengetahui pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman yang dimiliki dan merupakan tantangan berfikir bagi siswa. Pengajaran dengan menggunakan studi kasus mengharapkan siswa berpartisipasi aktif dalam proses berfikir dan mencari informasi baru di luar kelas entah itu melalui buku pelajaran dan lain sebagainya.
Gilliom berpendapat bahwa ada 9 jenis studi kasus antara lain:
1)      Kasus pengadilan
Dalam hal ini kasus pengadilan selalu berhubungan dengan keputusan pengadilan yang satu dengan yang lainnya, misalkan dari pengadilan Negeri sampai keputusan Mahkama Agung. Kasus pengadilan hendaknya sesuatu yang mengundang perdepatan atau perbincangan dalam masyarakat, bukan kasus yang wajar dan biasa di dengar oleh masyarakat.  
2)      Episode terbuka
Pengajaran yang terjadi dalan studi kasus hendaknya di lakukan dengan cara runtut, berhubungan satu sama lain dan bersifat terbuka dalam penyampaian materi yang di sampaikan oleh guru.
3)      Uraian tafsiran
Uraian tafsiran menggambarkan penafsiran penulis tentang suatu peristiwa untuk mempengaruhi pendapat umum, misalnya melalui editoral, artikel, dan tulisan epas lainnya.
4)      Dasar dokumen
Dimana dasar dokumen merupakan suatu kasus yang berasal dari materi tertulis yang memiliki nilai pribadi, hukum, ataupun sejarah.
5)      Memoir
Pada umunya memoir merupakan suatu dokumen yang bersifat pribadi yang menggambarkan pengalaman seseorang.
6)      Laporan saksi mata
Laporan saksi mata dapat berupa rekaman yang di buat oleh seseorang yang menyaksikan peristiwa atau kejadian tersebut. Apabila sekolah memiliki peralatan yang sesuai maka rekaman tersebut tidak hanya dalam bentuk tulisan melainkan dalam bentuk foto, rekaman audio dan video. Laporan saksi mata dapat di gunakan untuk mengembangkan sikap, nilai, moral dan pengembangan kemampuan untuk menari kesimpulan dari laporan.  
7)      Vignet atau Vignettes
Dalam hal ini vignet dapat di gunakan untuk mengembangkan kemampuan berfikir analisis dalam pengajaran setiap disiplin ilmu, dimana di dalamnya terjadi hubungan antara peristiwa satu dengan lainnya. 
8)      Kronix
Kronix merupakan catatan peristiwa berdasarkan urutan waktu. Kronix dapat bermanfaat untuk pengembangan kemampuan berfikir siswa dengan mengolah informasi yang di dapatnya.
9)      Uraian atau Narasi
Narasi merupakan suatu peristiwa yang benar-benar terjadi dan memiliki sifat hipotesis. Narasi dibuat untuk mengembangkan kemampuan berfikir dalam analisis, aplikasi, sintesis dan evaluasi.
Studi kasus dapat di gunakan dalam pengajaran disiplin ilmu-ilmu sosial apapun, bahkan studi kasus dapat di gunakan untuk pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, dan ketatanegaraan. Dalam pengajaran dengan menggunakan studi kasus guru dapat menentukan pokok atau sub pokok bahasan, kemudian guru mengembangkan tujuan pembelajaran dengan kemapuan mengumpulkan dan merangkai informasi dari berbagai sumber. Setelah mengembangkan materi pokok pelajaran kemudian guru memilih kasus yang akan di ambil untuk mengembangkan proses belajar mengajar dengan penilaian. 
Ø  Pengajaran ilmu-ilmu sosial melalui isu kontroversial
Pengajaran melalui isu kontoversial merupakan sesuatu yang alamiah dalam pendidikan ilmu-ilmu sosial karena isu kontoversial dari beberapa pendapat orang lain dapat melahirkan pendapat yang baru dan lebih baik, serta didalamnya terjadi proses analogis dan sintesis dalam berfikir. Dalam hal ini guru memiliki wewenang untuk memilih isu kontoversial, dimana isu tersebut tidak boleh menimbulkan pertentangan suku, agama atau ras, hendaknya isu kontoversial dekat dengan kehidupan siswa, serta isu tersebut sudah menjadi milik masyarakat setempat. Guru di harapkan tidak mengungkapkan banyak isu yang berbeda-beda.
  
Ø   Pengajaran ilmu-ilmu sosial mengenai konsep
Pengajaran melalui konsep dapat di kembangkan melalui kemampuan kognitif dari tingkat yang paling rendah hingga yang tertinggi, melalui ingatan dan pemahaman berfikir. Pengajaran konsep dapat di lakukan melalui pendekatan induktif kegiatannya di mulai dari kajian terhadap fenomena sosial untuk mendapatkan informasi sehingga dapat di kembangkan menjadi fakta, sedangkan  pendekatan deduktif kegiatan pengajarannya di mulai dengan definisi suatu konsep sehingga menemukan fakta-fakta yang di anggap dalam bagian konsep.


sejarah eropa... PERANG TROYA


PERANG TROYA

Perang Troya merupakan penyerbuan terhadap kota Troya yang terletak di Asia kecil, oleh raja Mycenae (Yunani). Perang ini berawal ketika Paris putra dari Priam raja Troya membawah Helena istri dari Menelaus raja Sparta. Siapakah yang tidak tertarik dengan kecantikan Helena apalagi Paris terkenal laki-laki tertampan. Ketika Menelaus mengetahui bahwa istri tercintanya yang cantik jelita menghilang dia pun panik, kemudia ada seorang nelayan tua menghadap dan memberi tahukan bahwa Helena pergi bersama Paris ke Troya dengan menaiki kapal. Menelaus marah besar dia pun segera menghubungi kakaknya raja Mycenae: Agamemnon, untuk membantunya merebut Helena dari tangan Paris. Agamemnon sudah lama menunggu alasan peperangan dengan Troya yang selalu di lindungi Dewa Apollo. Namun Agamemnon sadar bahwa ia membutuhkan ksatria yang tangguh dan tak takut akan kematian. Maka ia memilih Achilles putra Peleus, pimpinan pasukan Aaegan yang terkenal dengan keberanian dan kekuatannya.
Agamemnon mengutus raja Yunani: Odysseus untuk menyampaikan tawarannya kepada Achilles, ia pun menyetujui tawaran kejayaan dan kemasyuran namanya yang kelak terkenang pada sejarah perang runtuhnya kerajaan Troya. Kendati sang Ibunda: Thetis, meramalkan kehancuran dan kebahagiaan Achilles, namun sang ksatria tetap kepada pendiriaannya yaitu cinta pada peperangan. Achilles dan Patroclus (sepupunya) serta para pasukannya berangkat menuju medan perang.
Ketika pangeran Hector dan Paris sampai di kerajaan Troya, seluruh penduduk Troya menyambutnya dengan sorak gembira. Bahkan Priam raja Troya menyambut Helena, kekasih putra kesayangannya dengan senyum bahagia. Keluhan dan kekhawatiran Hector akan serangan pihak Sparta tak di gubris oleh Priam (ayahnya). Priam hanya berkata pada Hector bahwa Troya memiliki Hector pangeran pemberani yang merupakan dinding Toya dan akan di lindungi oleh Dewa Apollo. Priam yakin bahwa kemenangan ada di genggamannya, hal ini sudah berkali-kali di buktikan melalui serangan Negara lain kepada Troya dan mereka selalu menang.
Tidak di sangka-sangka kekhawatiran Hector terjadi. Achilles dengan pasukannya serta pasukan gabungan dari raja Odyssey, Agamemnon, dan pasukan dari kerajaan Sparta (Menelaus) tiba di pantai Troya. Pasukan yang di bawah sekitar kurang lebih 50.000 pasukan dan beribu-ribu kapal. Achilles dengan naluri perangnya, tanpa menunggu pasukan raja-raja lain, memimpin pasukannya menyerbu kuil Apollo. Mereka menghancurkan, membunuh, dan memporak porandakan kuil Apollo, bahkan Achilles memenggal kepala patung Apollo dan menawan pelayan kuil Dewa Apollo yang merupakan keluarga kerajaan yaitu Breseis. Saat Achilles sedang memantau medan perang, Breseis di bawah kehadapan Agamemnon, yang kemudiaan di jadikan umpan untuk Achilles agar tunduk padanya. Achilles pun marah, karena ia tak pernah tunduk pada siapapun. Achilles menantang Agamemnon berperang, namun Breseis berhasil menenangkan hati Achilles. Lalu Achilles membawa kembali Bresies ke tendanya. Sementara Agamemnon harus menelan kekesalan karena gagal memperalat Achilles.
Sesaat kemudiaan sebuah pertempuran antara pangeran Paris dan Menelaus terjadi untuk merebutkan Helena. Ternyata Paris yang lemah lembut itu tak sanggup menghadang keganasan Menelaus hingga urusan kedua ksatria ini dituntaskan oleh pangeran Hector. Hector tidak tega ketika melihat adiknya tergulai lemas dan bersembunyi di balik kedua kakinya, kemudiaan tanpa di duga-duga pedang Hactorlah yang menghabisi nyawa Menelaus. Agamemnon tercenga dengan kejadiaan itu, dan kemudian hal ini di jadikan kesempatan untuk Agamemnon meneruskan peperangan dengan Troya, yang awalnya membantu adiknya merebut istri tercintanya, kini peperangan terjadi karena ingin balas dendam atas kematiaan adiknya. Namun pasukan pemanah Troya dari balik dinding yang tinggi itu berhasil mengalahkan pasukan Sparta untuk sementara waktu.
Dengan kekalahan itu Sparta tidak tingal diam, banyak strategi yang mereka susun dan kejadian itu membuat Patroclus, sepupu Achilles terinspirasi. Saat pasukan Troya menggempur bala tentara Yunani, Patroclus memimpin pasukan perang Achilles ke medan perang. Namun sial, hidup Patroclus berakhir di tangan Hector, pangeran Troya. Hactor salah menduga, dikiranya ia dapat membunuh Achilles dengan mudah, tetapi yang ia bunuh adalah Patroclus. Peristiwa itu membuat Archilles sangat marah, ia membakar jasad sepupunya dengan penuh kepedihan. Permintaan Breseis untuk menghentikan peperangan dengan pangeran Hactor tak di gubris oleh Achilles. Breseis berkata pada Achilles bahwa sepupunya itu orang baik, dia tidak seperti apa yang engkau bayangkan.
Penuh amarah dan dendam Achilles pergi ke kerajaan Troya dengan menunggangi kuda, dia tidak mau di dampingi oleh siapapun. Setelah tiba Achilles menantang duel Hector. Hector sadar bahwa ia akan mati di tangan Achilles. Maka malam sebelumnya ia menunjukkan jalan rahasia kepada istrinya (Andromanche) untuk menyelamatkan diri dari pasukan Mycenaean dan Sparta kalau saja ia meninggal. Dalam peperangan Achilles menyerang pangeran Hactor dengan begitu kejam. Meskipun Hactor sudah berjuang sekuat tenaga, tetap kalah melawan amarah Achilles. Hector berusaha menawarkan perdamaian, namun Achilles menolak, akhirnya pangeran Hector meninggal dan jasadnya diseret oleh Achilles menuju tendanya.
Rasa sayangnya orang tua kepada anaknya, di malam kematian Hector, Priam raja Troya pergi menyelinap menemui Achilles, dia memohon kepada Achilles agar mengembalikan jasad putranya tersebut. Achilles mengabulkan permintaan Priam, dia memberikan 12 hari masa berkabung, yang di gunakan Achilles dan pasukan Yunani untuk mengelabuhi kerajaan Troya. Kematiaan Hactor adalah puncak kekalahan Troya. Priam di kelabuhi oleh pasukan Yunani dan Achilles seolah-olah mereka sudah pergi dari tanah Troya. Sebuah patung kayu berbentuk kuda raksasa yang di buat oleh pasukan Yunani dan Aagean di letakkan di depan pintu pagar Troya. Priam dan rakyat beranggapan bahwa itu adalah kiriman Dewa. Paris mempunyai virasat buruk tentang kuda raksasa itu, dia menyarankan pada ayahnya agar patung itu di bakar, tetapi Priam tidak menggubrisnya. Malah raja Troya (Priam) ini memasukkan patung kayu ke dalam Troya.
Patung kayu yang berupa kuda raksasa ini ternyata berisi pasukan Odessey, Achilles dan pasukan lainnya. Di malam hari ketika semua rakyat tertidur, pasukan Yunani menghancurkan, memporak-porandakan dan membakar Troya. Raja Priam mati di tangan Agamemnon. Sementara Agamemnon sendiri mati di tangan Breseis, dia menusuk Agamemnon dengan pisau kecil tepat di lehernya, saat mengancam Breseis untuk menjadi budak seks nya. Achilles mencari Breseis kemana-mana dan akhirnya dia menemukan kekasih hatinya itu. Namun pristiwa itu di salah artikan oleh Paris ketika berhasil mencari sepupunya. Paris meluncurkan beberapa anak panah ke dada Achilles dan sekali menuju ke kakinya. Di situlah letak kelemahan Achilles, maka ksatria yang tanggu dan tak takut mati itu gugur seketika.

                                          





Rabu, 11 April 2012

pemerintahan otokrasi di indonesia


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bentuk pemerintahan adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada rangkaian institusi politik yang digunakan untuk mengorganisasikan suatu negara untuk menegakkan kekuasaannya atas suatu komunitas politik. Definisi ini tetap berlaku bahkan untuk pemerintahan yang tidak sah atau tidak berhasil menegakkan kekuasaannya. Tak tergantung dari kualitasnya, pemerintahan yang gagalpun tetap merupakan suatu bentuk pemerintahanOtokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang. Istilah ini diturunkan dari bahasa Yunani autokratôr yang secara literal berarti “berkuasa sendiri” atau “penguasa tunggal”. Otokrasi biasanya dibandingkan dengan oligarki (kekuasaan oleh minoritas, oleh kelompok kecil) dan demokrasi (kekuasaan oleh mayoritas, oleh rakyat).
Otokrasi dan totalitarianisme adalah konsep terkait. Otokrasi didefinisikan oleh satu orang yang memiliki kekuatan tak terbatas, sedangkan totalitarianisme meluas untuk mengatur setiap aspek kehidupan publik dan swasta. Totalitarianisme tidak menyiratkan penguasa tunggal, tetapi meluas untuk memasukkan aturan mutlak oleh golongan atau kelompok elit yang tidak mengakui batas otoritas mereka.
 Dengan kemajuan teknologi (misalnya teknologi internet), perwujudan suatu pemerintah totalitarian modern mungkin berbeda dan lebih tersamar. Misalnya totalitarian di masa sekarang tidak lagi tergantung pada keberadaan secara fisik aparat rahasia atau aparat militer yang langsung melakukan operasi pengontrolan dan pemaksaan nilai-nilai, tetapi lebih tergantung pada teknologi.
Masalah yang ada di Indonesia sekarang ini adalah masalah penyakit khronis yang ditinggal jaman penjajahan dan ditambah dengan tekanan atas nama pergaulan Internasional. Umat Islamnya tetap terpecah belah, memang dikondisikan demikian, kemudian persepsi kekhalifahan seolah-olah hanya harus tinggal di Arab, Iran, atau dengan kekerasan seperti yang anda sebutkan itu. Padahal jika kita bersatu menyamakan persepsi dan mencoba mempelajari sisi lain dari sistem ke khalifahan tidak seperti yang anda bayangkan seperti sistem mullah di Iran atau sistem otokrasi di Arab Saudi.

1.2 Rumusan Masalah
                  Rumusan Masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah:
1.      Apa yang di maksud dengan otokrasi?
2.                  Bagaimana Perbandingan  dengan bentuk-bentuk lain dari pemerintah otokratis?
3.       Bagaimana Sistem otokratis Dari Pemerintah?
4.      Bagaimana Sistem Otokrasi di Indonesia?


1.3 Maksud dan Tujuan
                  Ada pun maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:
1.      Untuk mengetahui yang dimaksud dengan otokrasi
2.                  Untuk memahami Perbandingan  dengan bentuk-bentuk lain dari pemerintah otokratis.
3.                  Untuk memahami sistem otokratis dari Pemerintah.
4.                  Untuk memahami sistem otokrasi di Indonesia
5.      Menyelesaikan tugas mata Kuliah Sejarah Politik dan Hubungan Internasional




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Otokrasi
Otokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana satu orang memiliki kekuasaan tak terbatas otokrat Sebuah seseorang (seperti raja) berkuasa dengan kewenangan terbatas. Para otokrat istilah berasal dari kata Yunani autokratōr (ατοκράτωρ, lit "self-penguasa", atau. "orang yang aturan sendiri"). Hal ini berbeda dari oligarki ("pemerintahan oleh beberapa") dan demokrasi ("pemerintahan oleh rakyat").
Otokrasi adalah bentuk pemerintahan di Rusia sampai 1905 ketika, secara teori, sebuah monarki konstitusional didirikan.Urutan otokratis Rusia dapat tanggal asal-usulnya pada peningkatan Moskow selama pendudukan Mongol. Konsepsi resmi otokrasi menekankan bahwa semua kekuatan politik dan legitimasi terpancar dari otokrat, yang mengaku's wakil Allah di bumi." Menurut Hukum's Fundamental Rusia 1832, "Semua Rusia Kaisar adalah-The sebuah otokratis raja dan terbatas. " Dia memiliki kemampuan untuk mengatasi masyarakat yang lebih mudah daripada kebanyakan dari rekan-rekannya di sebelah barat Rusia hanya karena prinsip pemikiran otokratis tidak menerima gagasan bahwa raja harus berkonsultasi dengan kelompok-kelompok sosial atau bentuk lain dari unsur masyarakat terorganisir, dan kendala kelembagaan di kekuasaan monarki tidak ada.
Salah satu justifikasi untuk otokrasi itu posisinya dianggap sebagai berada di atas semua kelas. Hal ini digambarkan sebagai yang ideal wasit antara kelompok-kelompok kepentingan sendiri berbagai masyarakat, menjamin eksploitasi yang tidak terjadi antara mereka dan melaksanakan kebenaran dan keadilan tertinggi. Selain itu, otokrasi ditekankan sebagai kekuatan utama dan unik sejarah Rusia, mendorong negara ke arah kebesaran dan menyediakan untuk persatuan nasional dalam kekaisaran multi-etnis dan stabilitas internal. Munculnya Rusia sebagai kekaisaran dan kekuatan Eropa yang besar bagi banyak prestasi yang dilambangkan otokrasi itu.
Di dasar ideologi otokratis adalah ide persatuan yang kuat antara rakyat dan otokratis, yang paternalistik gambar ditekankan. Sambil membawa judul otokrat, ia juga dikenal sebagai "bapak kecil" yang melindungi umat-Nya dari birokrasi dan bekerja untuk keuntungan utama mereka. Ada perdebatan besar atas sejauh mana sistem politik Soviet, dan khususnya Stalinisme, berakar dalam warisan otokrasi.
Otokrasi itu tergantung pada karakter dan modus operandi dari otokrat itu. Sebagai koordinasi poros dari seluruh sistem, ia bertekad otokrasi itu tindakan dan reaksi. Jika otokrat gagal untuk memastikan tingkat harmoni dan persatuan di antara para pelayan tertinggi negara, atau tidak dapat memenuhi peran ini dan menolak untuk mendukung menteri untuk bertindak sebagai titik koordinasi pemerintah, ia memberikan kontribusi besar terhadap kekacauan dan kelumpuhan di dalam otokrasi Skenario ini dimainkan pada masa pemerintahan kaisar terakhir, Nicholas II.
Kelas atas berpendidikan tidak percaya bahwa otokrasi itu tanpa beberapa kendala. Ini, bagaimanapun, tidak legal, tapi moral, dan berdasarkan sejarah, budaya, agama, dan tradisi. Dari awal abad kesembilan belas, debat atas masa depan otokrasi meningkat. Pemberontakan Desembris tahun 1825 adalah tanda pertama terbuka ketidakpuasan dengan otokrasi Dipaksa untuk memulai sebuah kebijakan modernisasi di pertengahan abad kesembilan belas, otokrasi berjuang untuk menghadapi konsekuensinya Pada akhir abad kesembilan belas, otokrasi itu tampak lebih sebagai hambatan dari suatu kekuatan positif. Setelah Revolusi tahun 1905, tsar masih disebut otokratis, tetapi sistem parlemen sekarang ada. Otokrasi utama kegagalan untuk menggabungkan ke tingkat kelas yang cukup berpendidikan dan bekerja sangat diperbesar, langkah yang akan ada di teori mengakhiri otokrasi, menjadi penyebab utama runtuhnya monarki.
Otokrasi mungkin konsep yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan budaya politik negara Rusia sebelum 1917. Memang, otokrasi, dipahami sebagai aturan terbatas raja atas rakyatnya, sering diambil sebagai tanda tangan karakteristik budaya politik Rusia secara umum. Otokrasi juga merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan Rusia modern awal oleh sejarawan profesional, terutama di Amerika Amerika, namun pemahaman mereka jauh lebih bernuansa. Ini sejarawan melihat struktur politik Rusia sebagai dasarnya oligarkis, dengan kekuatan bersama secara saling menguntungkan antara berbagai lapisan kaum bangsawan dan pemerintah. Artikel ini akan menyajikan otokrasi dalam kultur politik yang relatif stabil 1450-1650 dan kemudian akan membahas perubahan tempa dalam budaya yang oleh pengaruh besar dari Eropa Barat di bawah Peter I Agung (memerintah 1682-1725) dan para pendahulu langsungnya.
Paling bertanggung jawab atas prajurit dari total daya penguasa Rusia atas rakyatnya adalah rekening pengunjung Eropa Barat ke Rusia dari lima belas ke abad ketujuhbelas. Mereka mengembangkan sebuah gambaran yang cukup sederhana kehidupan politik Rusia, positing seorang penguasa dengan kekuasaan mutlak atas rakyatnya, membantu dalam bukunya menindas pemerintahan oleh 'subyek ketidaktahuan, sebuah tunduk gereja, dan ideologi yang membuat perintah setara akan Allah.
Ketika kita beralih ke bukti-bukti yang mencerminkan cara Rusia sendiri berpikir tentang politik, bagaimanapun, kita menemukan gambaran yang sedikit berbeda. Kekurangan model sastra teori politik abstrak, Moskow mengekspresikan ide-ide politik mereka dalam berbagai genre di berbagai media, termasuk kehidupan orang-orang kudus, kronik, dan teks sejarah lainnya; ikon, mural siklus, dan bahkan gedung gereja dan jenis lainnya arsitektur .. Tubuh ini bervariasi bukti menyajikan satu set cukup konsisten dari ide-ide politik yang saling terkaitPenguasa (pangeran grand sampai 1547, tsar sesudahnya) dipahami untuk mendapatkan kekuasaan politik secara langsung dari Allah. Rusia melihat negara mereka sebagai semacam reinkarnasi negara kuno Israel, dipandu dan dilindungi oleh Tuhan selama orang memelihara iman mereka kepada Allah. Gambar Rusia 'dari tsar mirip fotonya Allah sendiri: seorang pemimpin tegas tapi belas kasihan yang hubungannya rakyatnya pada dasarnya pribadi.
Jika penguasa dipandang sebagai "dipilih oleh Tuhan," dia kemudian bebas untuk memerintah benar-benar saat ia melihat cocok, tanpa pembatasan untuk kuasa-Nya? Jawabannya, tidak mengherankan dalam konteks doktrin Kristen pemerintahan, adalah "tidak Teks, ritual pengadilan, dan gambar sama-sama sepakat bahwa para penguasa memiliki kewajiban yang jelas: secara pribadi saleh (dan dengan demikian terbuka untuk menerima akan Allah), untuk melestarikan lembaga dan doktrin dari Gereja Ortodoks, dan untuk melestarikan hirarki sosial sekaligus melindungi yang tidak bersalah dan rentan dan menghukum-orang yang lalim.
Tapi apa seorang penguasa yang dengan sengaja mengabaikan kewajiban-kewajiban tersebut? Tidak seperti rekan-rekan mereka di Eropa modern awal, pemikir Rusia tidak berhasil keluar jawaban atas masalah ini Bahkan pendukung kekuasaan raja mengakui bahwa subjek tidak hanya hak namun kewajiban untuk melawan penguasa yang jahat, yang mereka disebut "penyiksa" (muchitel '), terjemahan Slavia dari Tyrannos Yunani. Ada bukti bahwa Ivan IV ( the Terrible, memerintah 1533-1584) dianggap sebagai penyiksa pada akhir pemerintahannya. Beberapa penguasa selama Masalah Waktu (masa perang saudara dan intervensi asing, 1598-1613) yang dianggap dengan cara yang sama. Masalahnya adalah bahwa karena tidak ada mekanisme diselenggarakan untuk menggantikan Tuhan-raja defying dengan yang lain, lebih saleh penguasa, pernyataan bahwa penguasa saat itu penyiksa dengan mudah dapat mengakibatkan kehancuran pemerintahan yang sah sama sekali, dan dengan demikian untuk kekacauan.
penasihat Penguasa itu adalah mekanisme utama untuk mencegah situasi bencana. Penasihat adalah atribut standar penguasa baik di kedua representasi sastra dan visual dari raja. Mereka berada di sana untuk memberikan nasihat saleh untuk penguasa bijaksana atau untuk memperbaiki penguasa berdosa melalui kuasa mereka. Tapi ini teoritis fungsi memberikan saran bijak tetap menjadi masalah pribadi dan tidak pernah diberi bentuk hukum atau konstitusional. Bukan tegas terikat pada Duma BOYAR , sebuah badan konsultatif dari wakil-wakil yang paling menonjol aristokrat keluarga dan hirarki gereja, yang sering bertemu untuk menasihati penguasa selama periode modern awal sampai era Peter Agung. Meskipun majelis konsultatif dan perlu memainkan peran utama pada abad ketujuh belas, pada dasarnya memerintah negeri menjelang pemilihan Michael Romanov sebagai Tsar pada 1613, dominasi Tuhan, yang bergantung teori pribadi tata dicegah majelis ini dari memiliki sebuah, peran permanen yang sah dalam urusan Moskow.
Diskusi rakitan membawa kita ke dalam bidang politik praktis. Bagaimana kekuatan politik nyata didistribusikan di Moskow ? Sekali lagi, kiasan orang asing 'dari kekuatan tak terbatas dari raja tersebut harus diubah Meskipun ada ketidaksepakatan di antara sejarawan, ahli yang paling mengambil pandangan bahwa penguasa memerintah dengan sukses dan melalui bangsawan dan dengan anggota dari provinsi bangsawan , dan tidak bertentangan dengan mereka. Sedangkan sejarawan sebelumnya menekankan perusahaan horisontal divisi, dalam masyarakat Moskow, dengan daya yang mengalir ke bawah dari penguasa melalui pertumbuhan birokrasi , sejarawan yang lebih baru banyak menekankan struktur tumpang tindih yang berbeda. Di sini keluarga bangsawan besar mengelilingi penguasa seperti proton sekitar inti atom, dengan jaringan patronase vertikal menghubungkan pengadilan dengan sudut jauh dari kerajaan. Dengan demikian masyarakat terikat oleh ikatan horizontal dari sebuah hirarki sistem didahulukan (mestnichestvo) dan oleh suatu badan hukum yang berlaku berkembang oleh birokrasi aparat, juga oleh pribadi patronase koneksi dan vertikal melintasi batas-batas pengelompokan ini. Yang terpenting, mahkota dan para bangsawan itu sekutu lebih dari saingan: mahkota itu tergantung pada bangsawan di semua tingkatan untuk menjalankan urusan di pedesaan, sedangkan para bangsawan tergantung pada mahkota untuk menjalankan urusan nasional dan untuk melindungi kepentingan mulia di daerah.
Dengan demikian, budaya politik Rusia menjelang abad kedelapan belas memiliki kerentanan serius. Legitimasi penguasa pun bisa ditantang (dan menantang, misalnya, oleh orang-orang mukmin Lama) atas dasar gagal untuk melaksanakan kehendak Allah, namun yang terakhir ini ditafsirkan. Penguasa terikat oleh kewajiban teoritis samar-samar pasti untuk berkonsultasi dengan penasihat bijaksana dan dengan kuasa yang sangat nyata dan terus berkembang dari klan aristokrat besar, serta oleh bangsawan provinsi yang kekuatan dan rasa percaya diri juga tumbuh. Peter mencoba, dengan keberhasilan yang terbatas, untuk menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan ini.
Pinjaman dari ahli teori Barat absolutisme dan dari perubahan terbatas dalam budaya Muscovite politik pada akhir abad ketujuh belas, alasan Petrus dan asisten politiknya tersubstitusi negara dan kepentingan umum, sebagaimana didefinisikan oleh kehendak raja, untuk semua-terlalu -samar akan Allah sebagai sumber otoritas yang sah di Rusia. Yang pasti, raja masih diklaim sebagai penguasa pilihan Tuhan, tetapi untuk pertanyaan atau bahkan membahas hubungan antara Allah dan penguasa yang sebenarnya menjadi tindakan khianat. Meskipun terus menggunakan retorika agama, negara berubah dari kebangkitan membayangkan dari teokrasi Israel kuno ke dalam sistem sekuler mandiri, di mana urutan yang baik dari keberhasilan negara-militer dan reformasi budaya dan sosial menjadi tujuan dari tindakan politik.
Hubungan raja dengan aristokrasi tidak diselesaikan dengan sama kejelasan , mungkin karena tidak perlu resolusi Meskipun ia memegang kekuasaan pribadi yang besar, menggunakan judul "Kaisar" daripada "tsar" setelah kemenangannya atas Swedia pada 1721, menggantikan Duma BOYAR dengan Senat (1711), dan berusaha untuk menciptakan aristokrasi jasa melalui Tabel baru dari Ranks (1722), Peter tidak menyelesaikan hubungan mahkota untuk bangsawan tersebut. Memang, kekuatan aristokrasi kelahiran terus berkembang sepanjang abad kedelapan belas seperti yang terjadi di tujuh belas. bangsawan Rusia terus untuk menemukannya menguntungkan untuk mendukung "otokrasi" dari penguasa di pusat, sementara penguasa memberikan bangsawan yang pernah pelebaran kekuasaan di daerah dan, dalam banyak kasus, pengaruh informal yang besar di pusat. Jadi kontradiksi antara retorika " otokratis aturan "oleh satu orang dan struktur politik oligarkis, yang telah menyesatkan pengamat asing di era pra-Petrus, terus ciri budaya politik Rusia.

2.2 Perbandingan Dengan Bentuk-Bentuk Lain Dari Pemerintah
Otokrasi dan totalitarianisme adalah konsep terkait. Otokrasi didefinisikan oleh satu orang yang memiliki kekuatan tak terbatas, sedangkan totalitarianisme meluas untuk mengatur setiap aspek kehidupan publik dan swasta. Totalitarianisme tidak menyiratkan penguasa tunggal, tetapi meluas untuk memasukkan aturan mutlak oleh golongan atau kelompok elit yang tidak mengakui batas otoritas mereka. Otokrasi berbeda dari kediktatoran militer , karena ini sering mengambil bentuk "presidensi kolektif" seperti Amerika Selatan junta . Namun, otokrasi mungkin dapat totaliter atau kediktatoran militer.
Istilah monarki juga berbeda dalam hal itu menekankan karakteristik turun-temurun, meskipun beberapa penguasa Slavia, khususnya Kaisar Rusia , termasuk judul "otokrat" sebagai bagian dari gaya resmi mereka. ini berasal penggunaan di Kekaisaran Bizantium , dimana istilah autokratōr secara tradisional digunakan dalam bahasa Yunani untuk menerjemahkan Latin imperator , dan telah digunakan bersama dengan Basileus berarti "Kaisar". Penggunaan ini tetap berjalan di Yunani modern bahasa, di mana istilah ini digunakan untuk kaisar (misalnya Kaisar Jepang), terlepas dari kekuatan sebenarnya raja. Secara historis, banyak raja memerintah secara otokrasi tapi akhirnya kekuatan mereka berkurang dan dilarutkan dengan pengenalan konstitusi memberikan orang kekuatan untuk membuat keputusan bagi diri mereka sendiri melalui badan-badan terpilih pemerintah .
Kebanyakan otokrat historis tergantung pada mereka bangsawan , para militer , yang imamat atau kelompok elite lainnya. Dengan demikian, mungkin sulit untuk menarik garis yang jelas antara otokrasi sejarah dan oligarki.

2.3 Sistem otokratis Dari Pemerintah

Otokrasi didefinisikan sebagai bentuk pemerintahan di mana kekuasaan politik tertinggi dipegang oleh satu orang. Para otokrat Istilah autokratôr berasal dari kata Yunani, auto yang berarti diri, dan kratia berarti aturan. Ini menyiratkan pemerintahan sendiri, dimana seseorang dapat melakukan apapun yang mereka inginkan jika mereka memiliki kekuasaan. Totalitarianisme dianggap sebagai bentuk modern dari pemerintah otokratis, di mana pemerintah mengontrol seluruh aspek masyarakat..
Sebuah partai politik totaliter berusaha untuk mengendalikan tidak hanya semua hal ekonomi dan politik tetapi sikap, nilai, dan kepercayaan rakyat, menghilangkan perbedaan antara negara dan masyarakat. Menurut Carl Friedrich dan Zbignew Brzezinksi ada enam elemen kunci dari totalitarianisme dan tanpa ini totalitarianisme unsur yang tidak bisa ada: 1) ideologi resmi, 2) sebuah partai tunggal biasanya dipimpin oleh satu orang, 3) polisi teroris, 4) monopoli komunikasi , 5) monopoli senjata, dan terakhir 6) ekonomi yang terpusat diarahkan. Tujuan akhir pemerintahan totaliter adalah mendapatkan nilai yang lebih baik, dan untuk mendirikan sebuah "sempurna" masyarakat di mata partai politik. Tiga besar negara-negara totaliter sejarah termasuk Uni Soviet di bawah Stalin, Italia di bawah Mussolini, dan Nazi Jerman di bawah Hitler.  Totalitarianisme merupakan upaya untuk mengubah masyarakat secara keseluruhan, yang dilaksanakan oleh partai politik tunggal yang mengontrol semua aspek masyarakat.
Pemerintah akan mengontrol semua lini komunikasi, dan menggunakan teror untuk mengintimidasi masyarakat dengan harapan bahwa masyarakat hanya akan mendengar ideologi partai politik tanpa ada gangguan dari luar. Totalitarianisme negara memiliki kontrol penuh media massa. mesin foto copy Komputer & dilarang serta surat kabar asing, buku, dan majalah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua alat komunikasi akan mendukung "resmi" ideologi politik sehingga hanya ideologi mereka terdengar dan tidak ada yang bisa diragukan.

2.4 Sistem Otokrasi di Indonesia
Kekuasaan tumbuh dan berkembang dalam suasana berlakunya kembali budaya feodalisme, terutama feodalisme kekuasaan. Pemerintah mulanya diusung oleh idealisme kekayaan bagi kemakmuran orang banyak dan untuk melayani orang banyak, tersendat dan akhirnya terjatuh pada budaya feodal kekuasaan yang minta dilayani. Karena kekuatan yang mengontrol lemah dan semakin melemah, muncullah fenomena yang mewabah sebagai korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Wibawa dan efektivitas kekuasaan tergerogoti dan lemah. Tidak ada lagi tempat untuk kekuatan kontrol yang efektif. Pemerintah ikut melemah dan ketika badai krisis ekonomi menjalar juga ke Indonesia, muncullah casus belli—dadakan—untuk jatuhnya presiden kedua dan rezimnya.
Masuklah Indonesia ke babak baru, periode Reformasi. Dilakukan pembaruan terhadap tafsir UUD 1945. Bukan otokrasi, tetapi demokrasi. Kekuasaan dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat melalui pemimpin pemerintahan yang dipilih dalam pemilu serta DPR yang juga hasil pemilihan umum.










BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Otokrasi dapat kita simpulkan bahwa otokrasi merupakan pemerintahan oleh seorang individu yang bersifat otoriter. Otokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana satu orang memiliki kekuasaan tak terbatas otokrat Sebuah seseorang (seperti raja) berkuasa dengan kewenangan terbatas.
Otokrasi dan totalitarianisme adalah konsep terkait. Otokrasi didefinisikan oleh satu orang yang memiliki kekuatan tak terbatas, sedangkan totalitarianisme meluas untuk mengatur setiap aspek kehidupan publik dan swasta. Totalitarianisme tidak menyiratkan penguasa tunggal, tetapi meluas untuk memasukkan aturan mutlak oleh golongan atau kelompok elit yang tidak mengakui batas otoritas mereka. Otokrasi berbeda dari kediktatoran militer , karena ini sering mengambil bentuk "presidensi kolektif" seperti Amerika Selatan junta . Namun, otokrasi mungkin dapat totaliter atau kediktatoran militer.
Otokrasi didefinisikan sebagai bentuk pemerintahan di mana kekuasaan politik tertinggi dipegang oleh satu orang. Para otokrat Istilah autokratôr berasal dari kata Yunani, auto yang berarti diri, dan kratia berarti aturan. Ini menyiratkan pemerintahan sendiri, dimana seseorang dapat melakukan apapun yang mereka inginkan jika mereka memiliki kekuasaan. Totalitarianisme dianggap sebagai bentuk modern dari pemerintah otokratis, di mana pemerintah mengontrol seluruh aspek masyarakat..
Kekuasaan tumbuh dan berkembang dalam suasana berlakunya kembali budaya feodalisme, terutama feodalisme kekuasaan. Pemerintah mulanya diusung oleh idealisme kekayaan bagi kemakmuran orang banyak dan untuk melayani orang banyak, tersendat dan akhirnya terjatuh pada budaya feodal kekuasaan yang minta dilayani. Karena kekuatan yang mengontrol lemah dan semakin melemah, muncullah fenomena yang mewabah sebagai korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).


Daftar Pustaka













pengaruh islam pada kebudayaan indonesia


Pengaruh Islam di Indonesia dalam Bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya

            Pengaruh Islam mula-mula terjadi di daerah pesisir atau pelabuhan yang di bawah oleh kaum pedagang muslim dari Parsi, Gujarat, dan Arab. Kedatangan Islam di Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula kerajaan-kerajaan dan daerah-daerah yang didatanginya mempunyai situasi politik, ekonomi dan sosial budaya yang berlainan. Kedatangan Islam di Indonesia dapat mempengaruhi situasi politik, ekonomi, dan sosial budaya yang ada pada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Pada waktu Sriwijaya mengembangkan kekuasaannya sekitar abad ke-7 dan 8, selat Malaka sudah mulai dilalui oleh pedagang-pedagang muslim dalam pelayarannya ke negeri Asia Tenggara dan Asia Timur. Kedatangan orang-orang Islam di Asia Tenggara dan Asia Timur pada awalnya mungkin tidak terasa,  akibat bagi kerajaan-kerajaan di negeri tersebut. Karena usaha-usaha mereka baru pada taraf menjelajahi masalah-masalah di bidang pelayaran. Tetapi pada abad ke-9 dengan terjadinya pemberontakan petani-petani Cina selatan terhadap kekuasaan T’ang masa pemerintahan kaisar Hi Tsung (878-889) dimana orang-orang muslim turut serta dan akibatnya banyak orang-orang muslim dibunuh dan mereka mencari perlindungan ke Kedah. Maka bagi orang-orang muslim berarti telah melakukan kegiatan-kegiatan politik pula. Kegiatan mereka jelas mempunyai akibat bagi kekuasaan T’ang dan kerajaan Sriwijaya, Sriwijaya yang kekuasaannya pada ketika itu meliputi daerah Kedah, melindungi orang-orang muslim tersebut.
            Kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7-12 masih menunjukkan kemajuannya di bibang ekonomi. Tetapi sejak akhir abad ke-12 mulai menunjukkan kemundurannya. Kemunduran Sriwijaya dalam bidang ekonomi yaitu bahwa persediaan barang-barang perdagangan di Sriwijaya mahal-mahal, karena negeri itu tidak lagi menghasilkan hasil-hasil alamnya. Kemunduran di bidang ekonomi dan politik kerajaan sriwijaya dipercepat pula oleh usaha-usaha kerajaan Singosari di Jawa yang mengadakan ekspansi Pamalayu pada tahun 1275.
            Sejalan dengan kelemahan yang dialami oleh kerajaan kerajaan Sriwijaya, maka pedagang-pedagang muslim lebih berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan dagang dan keuntungan politik. Mereka menjadi pendukung daerah-daerah yang muncul dan menyatakan dirinya sebagai kerajaan yang becorak Islam yaitu kerajaan Samudra Pasai di pesisir timur laut Aceh, kerajaan tersebut muncul pada abad ke-13. Kerajaan Samudra Pasai makin berkembang baik di bidang politik maupun perdagangan dan pelayaran. Hubungan dengan Malaka sangat ramai sehingga di tempat itu timbul masyarakat muslim. Perkembangan masyarakat muslim di di Malaka semakin meluas, dan pada abad ke-15muncul suatu pusat kerajaan Islam. Perkembangan-perkembangan kerajaan islam itu jelas berhubungan dengan keruntuhan Sriwijaya, yang dipercepat oleh pengaruh kekuasaan kerajaan Majapahit sejak pertengahan abad ke-14.
            Selain di wilayah Sumatra, kedatangan Islam pertama ke Jawa tidak pula diketahui dengan pasti. Batu nisan kubur Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 475 H (1082 M), mungkin merupakan bukti yang kongkrit bagi kedatangan Islam di Jawa. Tetapi hal itu belum berarti adanya islamisasi di Jawa Timur.
Pada abad ke-13 hingga abad-abad berikutnya, terutama ketika majapahit mencapai puncak kebesarannya, bukti-bukti proses Islamisasi dapat kita ketahui lebih banyak. Hal itu di dasarkan atas penemuan beberapa puluh nisan kubur di Troloyo, Trowulan dan Gresik. Pertumbuhan Masyarakat muslim di Majapahit, terutama di beberapa kota pelabuhannya erat pula hubungannya dengan perkembangan pelayaran dan perdagangan yang di lakukan oleh orang-orang muslim yang telah mempunyai kekuasaan ekonomi dan politik di Samudra Pasai dan Malaka. Proses Islamisasi di Jawa hingga mencapai bentuk kekuasaan politik seperti munculnya Demak, di percepat oleh karena kelemahan-kelemahan yang di alami pusat kerjaan Majapahit sendiri, akibat pemberontakan serta perebutan kekuasa di kalangan keluarga raja-raja. Ketika Hayam wuruk dengan patih Gajah Mada masih berkuasa, situasi politik pusast kerajaan Majapahit masih tenang, tetapi sejak kedua tokoh tersebut meninggal dunia situasi politik majapahit kembali menunjukan kegonjangan, kelemahan-kelemahan yang makin lama makin memunjak mengakibatkan keruntuhannya. Setelah itu sengguruh yang terpaksa tunduk kepada kekuasaan muslim.   
Sejak Demak berdiri sebagai kerajaan dengan Pate Rodi atau Raden Patah sebagai rajanya, kemudiaan kerajaan Demak menempatkan  pengaruhnya dari pesisir utara Jawa Barat, hal ini tidak dapat dipisahka dari tujuannya yang bersifat politis dan ekonomis. Politis ialah untuk memutuskan hubungan kerajaan Pajajaran yang masih berkuasa di daerah pedalaman, dengan Portugis di Malaka. Dari sudut ekonomi pelabuhan-pelabuhan Sunda seperti Cirebon, Kalapa, dan Banten mempunyai potensi besar dalam mengekspor hasil buminya, terutama lada yang di ambil dari daerah Lampung. Usaha raja Demak tidak sia-sia, hal ini terbukti sejak tahun 1526/1527 pelabuhan-pelabuhan Pajajaran sudah ada di tangan kaum muslim namun pedalaman masih bertahan dengan sepintas kembali di atas. Tetapi akhirnya pusat kerajaan Pajajaran jatuh lalu pada sekitar tahun 1579/1580 karena serangan dari kerajaan Banten di bawah pimpinan Maulana Yusuf.
Adapun situasi politik ketika pengaruh Islam datang di kepulauan Maluku, tetapi tidak seperti di Jawa. Di sana orang-orang muslim tidak menghadapi kerajaan-kerajaan yang sedang mengalami perpecahan karena perebutan kekuasaan. Mereka datang dan menyebarkan agama Islam melalui perdagangan dan perkawinan. Dalam proses Islamisasi itu Maluku menghadapi persaingan politik dan monopoli perdagangan  di antara orang-orang Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Persaingan di antara pedagang-pedagang asing itu juga menyebabkan persaingan antara kerajaan-kerajaan Islam sendiri.
  Pada umumnya dapat ditarik kesimpulan, bahwa kedatangan Islam dan cara penyebarannya kepada golongan bangsawan dan rakyat umumnya, ialah dengan cara damai, melalui perdagangan dan da’wah oleh muballigh-muballigh atau orang-orang alim. Kemudiaan apabila situasi politik di kerajaan-kerajaan itu mengalami kekacauan, dan kelemahan disebabkan perebutan kekuasaan di kalangan keluarga raja-raja, maka agama Islam dijadikan alat politik bagi golongan bangsawan dan raja-raja yang menghendaki kekuasaan.
Perlu kita ketahui pada masa kedatangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia terdapat  daerah-daerah yang bercorak Indonesia-Hindu. Contonya cara-cara penguburan pada masyarakat kerajaan di Gowa pada umumnya berdasarkan tradisi masa prasejarah yaitu penguburan arah timur-barat dengan bekal kubur, seperti mangkok, cepuk, tempayan buatan setempat dan barang-barang impor dari Cina, Annam, dan lain-lain. Demikian pula ada kebiasaan untuk memberi penutup mata dari emas atau kedok bagi jenazah bangsawan atau orang terkemuka. Bukti cara penguburan tersebut di peroleh  dari penggalian-penggalian kepurbakalaan di daerah Takalar dan Pangkajene kepulauan. Dari usia keramik maka usia kerangka manusia berasal dari abad ke-14, 15, 16, bahkan abad ke-17.
Selain itu peninggalan-peninggalan purbakala seperti bangunan-bangunan candi, patung-patung, ukiran-ukiran pada umumnya menunjukkan sifat kebudayaan Indonesia yang dilapisi oleh unsur-unsur Hindu/Budha. Bahkan fungsi candi pada saat itu adalah sebagai tempat penguburan abu jenazah raja-raja. Raja-raja yang meninggal dibuatkan patung dan perwujudannya melambangkan dewa-dewa yang mereka puja selama hidupnya. Candi Borobudur yang bertingkat sepuluh mungkin merupakan tempat pemujaan dan perlambangan raja-raja dinasti Sailendra.
Adapun bahasa-bahasa di kepulauan Indonesia pada waktu sebelum dan masa kedatangan serta penyebaran Islam bermacam-macam. Di samping itu raja-raja, putera-putera, dan orang-orang terdekat raja mempunyai cara bicara sendiri yang tidak dapat di mengerti oleh orang lain. Apalagi bahasa Sansekerta yang biasanya hanya di pakai oleh golongan kecil kaum Brahmana dan beberapa prasasti  oleh raja-raja, mungkin sejak kerajaan-kerajaan Indonesia-Hindu yang terakhir seperti Majapahit, Sunda Pajajaran, Sriwijaya, Melayu, sudah tidak di pergunakan lagi. Setelah itu dengan adanya penggunaan bahasa Melayu yang di sebabkan oleh hubungan lalu-lintas pelayaran dan perdagangan yang menggunakan bahasa ini sebagai komunikasi antar suku bangsa yang semula-mula menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Dengan perdagangan itulah maka bahasa Melayu yang kemudian disebut bahasa Indonesia meluas menjadi bahasa yang umum di pakai sebagai Linguafranca. Kedatangan orang-orang Muslim mengembangkan dan memperbanyak perbendaharaan  bahasa Melayu dengan kata-kata yang di ambil dari bahasa Arab.        
Oleh karena itu agama Islam di pandang lebih baik oleh rakyat yang semula menganut agama Hindu, karena dalam Islam tidak mengenal kasta, dan Islam tidak mengenal perbedaan golongan dalam masyarakat. Proses Islamisasi di Indonesia terjadi dan di permudah karena adanya dua pihak, yakni orang-orang muslim yang datang dan mengajarkan agama Islam dan golongan masyarakat Indonesia sendiri yang menerimanya. Permulaan Islamisasi di lakukan dengan adanya  saling pengertian akan kebutuhan dan kondisi rakyat pada saat itu.   

           


Senin, 26 Maret 2012

ero komunisme di dunia


PEMBAHASAN

  1.  Konsep dan Perkembangan Ero Komunisme di Eropa
            Ero komusime lahir sebagai alternative utama untuk menggantikan doktrin dan praktek Marxis menurut versi Soviet dan Cina. Sementara itu Uni Soviet dan Cina menolak terhadap “Demokrasi Borjuis”dan menggantikannya dengan supremasi kekuatan komunis yang dominan.

  1. Ideologi Erokomunisme
            Sebagai suatu ideologi Erokomunisme adalah hasil pemikiran dari Antonio Gramsci, yang merupakan pendiri partai komunis Italia (tahun 1921), dengan tulisan-tulisannya yang baru mulai menjangkau masyarakat luas setelah perang Dunia II. Antonio Gramsci merupakan pemimpin dari partai komunis Italia dan juga mendirikan surat kabar.
            Dalam karya yang berjudul Notebooks ada beberapa tema yang mendapat penekanan seperti perlunya aliansi semua kelompok politik untuk melawan ancaman fasisme, perlunya kesadaran sosialis merembes ke hati nurani seluruh masyarakat,tanpa itu perebutan kekuasaan dalam rangka kediktatoran proletariat tidak dapat menghasilkan komunsme di tengah masyarakat sebagai agen perubahan social. Gramsci menulis “Aksi masa hanya mungkin terjadi jika masa itu sendiri merasa yakin akan tujuan-tujuan yang aka dicapaiserta cara-cara yang akan digunakan. Perebutan kekuasaan dari atasa tidak akan menghasilkan suatu masyarakat baru, dan hanya transformasi revolusioner dari bawah yang dapat berhasil.
            Lenin dan Mao menyesuaikan Marxisme dengan realitas-realitas sosial yang belum terpikirkan oleh Marx sendiri. Lenin menafsirkan Marxisme dalam konteks kondisi negara-negara terkebelakang, Gramsci menafsirkan Marxisme dalam hubungannya dengan kapitalisme abad ke-20 yang lebuh matang. Gramsci mengalami sendiri penindasan fasisme, yang muncul di atas reruntuhan rezim parlementer Italia, sehingga sejak dini ia sudah menyadari bahw adalam abad 20 akan dating nasib yang lebih buruk daripada kapitalisme. Karena yang menjadi tujuan adalah perlawanan yang terpadu dari fasisme dan pelestarian demokrasi sebagai iklim politik yang memungkinkan komunisme akhirnya dapat tumbuh subur. Menurut Gramsci tanpa dukungan yang aktif dari kelas buruh secara keseluruhan, para petani miskin, dan tokoh-tokoh terpelajar, kaum komunis secara politik akan menjadi kelompok kecil “pengawal” partai yang terisolisasi sendiri dari masyarakat umum.
            Dari segi pandangan kaum Lennis ortodoks, pemahaman ini merupakan bentuk pengungkapan yang lain dari “oportunisme” murtad yang telah menyerang MArxisme revolusioner , dalam aksinya Marx menyerukan untuk mengadakan revolusi ini tetap menjadi inti mArxisme-Lennisme, yang merupakan yustifikasi atau pembenaran terhadap perebutan kekuasaan secara kekerasan. Pandangan Lennin ditentang oleh penganut-penganut Marxis lainnya, bahkan pada saat pandangan-pandangan itu dicetuskan oleh pemimpin gerakan sosialis Jerman Yaitu “Rosa Luxemburg”. Beliau adalah seorang organisator yang tidak kenal lelah dan berpengaruh, juga sebagai guru, dan penulis tentang perjuangan komunis di tiga Negara. Luxemburg dan Lennin sama-sama setuju mengenai perlunya aksi revolusi untuk menghancurkan kapitalisme. Sementara itu Lennin menganggap revolusi sebagai tugas para elit yang disiplin, sebagai pengawal kaum proletar. Luxemburg menyerukan adanya revolusi yang dilakukan oleh masa buruh itu sendiri.dengan demikian Luxemburg meramalkan bahwa tanpa partisipasi langsung dari masa, revolusi hanya akan menciptakan despotisme partai.

  1. Program Politik
            Ideologi komunisme mempunyai akar-akar dalam tradisi Gramsci, Luxemburg dan Marxis. Tetapi Erokomunisme dianggap penting dari sudut politik dan ideologi. Ada masalah yang sangat penting, yaitu kemerdekaan partai-partai komunis di Erop Barat dari dominasi Uni Soviet, komitmen kaum komunis Eropa pada politik demokrasi, dan kerelaan kaum komunis untuk membentuk kerja sama atau aliansi dengan partai-partai paendukung demokrasi lainnya.
            Kemerdekaan dari dominasi soviet  Hubungan antara Uni Soviet dan partai komunis di Negara lain telah menjadi masalah pokok dalam teori dan praktek komunis sejak revolusi Bolshevik tahun 1917. Pada tahun 1919 sebuah organisasi internasional di bentuk di Moskow yang dikenal dengan nama Komintern atau Internasional Ketiga. Organisasi ini bertujuan untuk mengkoordinasi dan mendorong kegiatan-kegiatan revolusioner di seluruh dunia. Di bawah Stalin Komintern menjadi alat untuk menggiring partai komunisme Negara lain ke dalam jaringan pengawsan Soviet, sesuai dengan doktrin “sosialisme di satu Negara”, Stalin berpendirian bahwa kesetian yang teguh kepada Uni Soviet merupakan kewajiban utama kaum komunis yang sekaligus menjadi inti disiplin partai.
            Para perintis Erokumunisme dalam tahun 1970an adalah partai-partai komunis di Perancis, Italia, dan Spanyol. Di tiga Negara ini telah muncul sebuah generasi pemimpin komunis yang dipimpinnya pada saat ini. Yang termasuk dalam generasi baru adalah George Marchais di Perancis, Enrico Berlinger di Italia dan Santiago Carrilo di Spanyol, mereka menolak ideologisnya, dan mengatur sendiri perjalanan atau perjuangannya tanpa terikat dengan petunjuk Soviet mengisyaratkan kemungkinan terciptanya tahap baru hubungan di kalangan komunis sedunia.
            Para pemimpin komunis yang menyatakan kemerdekaannnya dari Uni Soviet, mempunyai kepentingan yang khusus yang berhubungan dengan kebijakan-kebijakan yang menyangkut masa depan Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan masyarakat Ekonomi Eropa(MEE). Pelestarian kedua organisasi ini secara langsung membentuk tujuan-tujuan Soviet yang mendasar. Partai-partai Erokomunis telah berjanji untuk mendukung kedua organisasi ini. Lewat NATO mereka ingin memajukan détente, dan lewat MEE, mereka ingin melaksanakan pengendalian yang lebih efektif terhadap perusahaan-perusahaan multinasional.
            Komitmen pada demokrasi Selain keinginan bebas dari Uni Soviet, kaum Erokomunis juga berniat untuk melestarikan demokrasi di negaranya sendiri, pernyataan yang menyeluruh mengenai sikap mereka termuat dalam deklarasi bersama yang dikeluarkan tahun 1975 oleh partai komunis Spanyol. Deklarasi itu mendukung “semua bentuk kebebasan yang merupakan hasil dari revolusi-revolusi demokrasi yang dilakukan oleh kaum Borjuis, dan deklarasi itu juga mendukung “lembaga-lembaga yang secara utuh meakili kedaulatan rakyat” dan menyetuji “keragaman partai-partai politik “. Keputusan hak universal” merupakan wasit politik yang menjadi penentu terakhir.
            Pada awal tahun 1977 oleh pemimpin komunis Perancis, Marchais beliau menolak doktrin keditaktoran proletar karena  keditaktoran proletar tidak sejalan dengan realitas-realitas kebijaksanaan dan kata”kediktatoran” tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, dan kata itu memiliki makna yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan aspirasi, dan bahkan kata Proletariat tidak cocok digunakan lagi dan menyusul rekomendasi dari Marchais frasa”kediktatoran proletariat” di hilangkan dari anggaran dasar (Statuta) Partai Komunis Perancis.
            Penolakan terhadap kediktatoran proletar dimaksudkan untuk mendramatisasi pemisahan diri dari kaum Erokomunis dari prinsip-prinsip Lennis.bagi Lennin dan Mao, kediktatoran proletar dan sentralisme partai merupaan unsur-unsur kunci dalam teori dan praktek Komunis. Mereka menolak terhadap pengertian-pengertian liberal mengenai demokrasi dan toleransi bagi kelompok oposisi. Kaum komunis Perancis menekankan kesediannya untuk menerima nila-nilai demokrasi. Dalam membedakan program revolusioner dari pembaharuan yang diserukan oleh kaum sosial-demokrat, kaum erokomunis menekankan ruang lingkup dan cepatnya perubahan social dan ekonomi. Mereka menegaskan Kaum Komunis adalah orang-orang yang revolusioner, karena yang mereka perjuangkan bukan sekedar modifikasi, tetapi transformasi masyarakat berupa pengantian kapitalisme dengan sosialisme.
            Aliansi politik dan Pemerintahan koalisi Pada tahun 1973 Berlinguer, pemimpin partai komunis Italia, menyerukan agar “kesepakatan histories” itu dan menawarkan diri untuk mengambil bagian dalam pemerintahan koalisi dengan kelompok Demokrat Kristen. Pada tahun 1972 pihak komunis Perancis menandatangani perjanjian kerja secara resmi dengan kelompok sosialis, dimana kedua pihak menyatukan barisan menghadapi pemilihan umum.
            Berbagai aliansi dengan kelompok komunis telah menimbulkan kekhawatiran, karena berbagai preseden yang ada tidak memberi jaminan. Praktek kerja sama dengan kelompok-kelompok non-revolusioner dengan maksud untuk mengadakan infiltrasi dan subversi telah menjadi teknis komunis sejak lama. Sebelum akhir tahun 1977 mereka memutuskan ikatan elektoral dan dengan pihak sosialis, sehingga mereka dapat menghadapi pemilihan presiden, terutama untuk melawan pihak sosialis.
            Dimasa lalu taktik untuk masuk dalam koalisi dikenal dengan nama Font Persatuan (United Front) dan Front Rakyat (popular Rakyat). Font Persatuan dimaksudkan oleh Lenin, menjelang Revolusi Bolshevik, sebagai alat untuk memecah belah partai- partai sosialis, dengan kedok mendukung tuntutan mereka. Selama taun 1930-an Stalin menggunakan Front Rakyat sebagai cara untuk melawan ancaman Hitler, sampai kepentingan Soviet berubah dan Front itu dibubarkan. Keikutsertaan Spanyol dalam Front Rakyatyang pro Republik tidak menjadi rintangan bagi mereka untuk berkampanye demi memusnahkan pihak-pihak sekutunya   

  1. Masa Depan Erokomunisme 
            Partai komunis Italia adalah yang terbesar dari ketiganya kesempatan untuk memperoleh kekuasaan dengan cara yang demokratis dan kaum komunis pernah memenangkan pemilihan-pemilihan baik di tingkat kota maupun provinsi.
            Partai komunis Perancis sejak lama berada dalam situasi yang merana. Partai ini mengharapkan keuntungan yang yang lebih besar dari aliansinya dengan kelompok sosialis. Di masa lalu partai Komunis Perancis menjalin hubungan yang erat dengan Moskow, dan hubungan yang sudah berlangsung lama ini sulit diputuskan, partai komunis Perancis terjadi pada bulan Mei 1981, ketika Francois Mitterand terpilih sebagai presiden sosialis pertama dari republik kelima. Presiden Mitterand mengangkat empat orang menteri komunis dari kabinetnya, pengangkatan menunjukkan adanya kepercayaan Mitterand kepada Partai Komunis Perancis sebagai partner andalan dalam pemerintahan yang demokratis.
            Doktrin- doktrin Erokumunisme dapat mengguncang pengawasan Soviet atas negara-negara satelitnya, dan sistem penindasan yang diilhami Moskow dalam rezim-rezim itu. Kalau partai-partai komunis di Barat berhasil melawan kekuasaan Moskow, maka hal itu bias mendorong partai-partai komunis di Eropa Timur untuk melakukan hal yang sama, meskipun Kremlin mentolerir banyak penyimpangan ideiligis dan bahkan kritik dari partai-partai komunis yang lain. Erokomunis mempunyai struktur hirarkhis yang ketat dalam organisasi partainya sendiri. Sejak zaman Lenin, struktur ini telah dimanfaatkan untuk melakukan komplotan serta pengawasan terpusat dan bukannya menjamin pluralisme politik dan oposisi dalam tubuh partai.
 
  1. Pengaruh Erokomunisme terhadap kenyataan peradaban umat manusia dan Pengaruh Erokomunisme terhadap Sejarah nasional dan Sejarah Lokal.
Pengaruh Erokomunisme terhadap kenyataan peradaban umat manusia pengaruhnya yaitu sangat mendominasi dalam bidang ekonomi dan politik. Didalam bidang ekonomi pengaruhnya terhadap perubahan cara pikir manusia yang meyakini bahwa Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia tidak lagi dikuasai oleh satu dua pihak yang memiliki modal, akan tetapi pada hakikatnya Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia tadi harus bisa dinikmati oleh semua pihak, yang pada dasarnya tidak sama terlihat dalam system ekonomi kapitalis.
            Dalam bidang politik Erokomunisme ini membawa pengaruh terhadap para kaum erokomunisme itu dalam upaya pengaktualisasian kaum buruh, kaum buruh  menginginkan pembentukan suatu wadah dalam bentuk partai.yang tujuannya adalah untuk menampung aspirasi kaum buruh itu sendiri dalam melakukan suatu perubahan yang diinginkan tanpa adanya suatu gerakan revolusioner yang seperti diinginkan dalam Erokomunisme itu sendiri yang nantinya akan dapat menyejahterahkan kaum buruh itu sendiri, sehingga partai itu sendiri bias membawa aspirasinya dalam suatu forum.
Perevisian konsep marxisme merupakan awal pengaruh dari erokomunisme yang bermula dari gagasan Antonio Gramsci (1891-1937), pendiri Partai Komunis Italia tahun 1921, yang kemudian dituangkan dalam salah satu bukunya Prison Notebooks. Pada prinsipnya Gramsci menyampaikan betapa pentingnya partai komunis beraliansi dengan partai lain untuk bersama-sama merebut kekuasaan dari tangan kapitalis. Konsep partai tunggal sebagaimana diteorikan Vladimir Ilyits Ullianov yang kemudian dikenal dengan nama V.I. Lenin (1870-1924) oleh Gramsci dianggap sudah tidak relevan lagi dan justru menyulitkan gerakan kaum komunis. Bagi Gramsci, kekuasaan lebih mudah direbut dengan cara beraliansi dengan kekuatan lain melalui sistem parlementer.
Erokomunisme ternyata juga dapat dibaca dan ditangkap oleh bung Karno. Di dalam artikelnya, ia menyambut positif perubahan komunisme itu. Bagi bung Karno, perevisian itu dianggap sebagai satu langkah maju, karena Marx memang bukan seorang dewa yang ajarannya harus bersifat absolut-dogmatis, melainkan harus terus direvisi agar dapat dinamis sesuai perubahan dan perkembangan jaman. Dengan perubahan itulah, maka wajar jika Sukarno mengkritik PKI yang tidak mau bekerjasama dengan kekuatan nasional lainnya, padahal partai-partai komunis di eropa (barat) telah melakukannya.
Satu-satunya tokoh PKI yang sepakat dengan perubahan konsep marxisme hanyalah Tan Malaka. Bahkan di tahun 1921, Tan telah mengeluarkan sebuah tulisan berjudul Sovyet atau Parlemen, yang intinya hampir sama dengan pokok pikiran Gramsci, bahwa sistem parlementer jauh lebih baik daripada sistem partai tunggal soviet. Tentang sifat elitisme di tubuh PKI, Tan sudah seringkali menganjurkan kepada tokoh-tokoh PKI lainnya agar mau beraliansi dengan partai-partai lain, terutama kekuatan pan-Islamisme Indonesia yang saat itu diwakili Sarekat Islam. Bahkan Tan sangat menyesalkan tentang putusnya hubungan PKI dan SI di tahun 1923.
Namun apa yang dianjurkan oleh bung Karno maupun Tan Malaka, tampaknya tidak mampu menggoyahkan sikap Sema’oen dan kawan-kawannya, karena doktrin Sovyet dengan sistem diktatuur proletariat (tepatnya diktatuur partai) telah terlanjur berhegemoni dalam pikirannya. Bahkan pesona keberhasilan revolusi Oktober 1917 kaum Bolsyevik dalam perjuangan bersenjata melawan rejim Tsar, telah mengilhaminya untuk melakukan pemberontakan PKI di tahun 1926. Keputusan untuk memberontak ini ditentang keras Tan Malaka, sebab Tan tahu bahwa Sema’oen dan kawan-kawannya telah buta matanya terhadap faktor obyektif yang ada dalam masyarakat karena telah tertutup oleh faktor subyektif (ideologis) yang berlebihan. Sehingga Tan menganggap tindakan itu tidak lebih sebagai tindakan yang bersifat advonturir dan kekanak-kanakan.
Namun pemberontakan tetap dilaksanakan, dan ternyata memang gagal. Alimin, Muso, Darsono dan Sema’oen berhasil melarikan diri ke Rusia. Namun ratusan ribu tetap ditangkap dan dibuang ke Digul, Tanah Merah, Irian Jaya (Papua). Atas kekalahan PKI itu, maka Tan Malaka memutuskan untuk mendirikan partai lagi yang diberi nama Partai Republik Indonesia (PARI) di tahun 1927, bersama-sama Subakat dan Jamaludin Tamim. Dan pada tahun 1948 kemudian, Tan Malaka kembali mempromotori pembentukan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didukung kader-kader mudanya, Chaerul Saleh, Sukarni dan Adam Malik. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa, pengaruh erokomunisme pada waktu itu telah membawa pemikiran-pemikiran baru terhadap pembentukan suatu aliansi partai.
Untuk pengaruh Erokomunisme terhadap sejarah lokal ialah Tan Malaka yang berasal dari Sumatera Utara telah membawa pengaruh Erokomunisme terhadap kaum buruh yang ada di Sumatera Utara dengan cara memotori perjuangan kaum buruh mendapatkan kesejahteraan untuk melepaskan diri dari dominasi system kapitalis colonial Belanda. Yang mana Tan Malaka juga membantu kaum buruh untuk membentuk suatu organisasi kaum buruh.




DAFTAR PUSTAKA

Ebenstein, William.  2006  Isme – Isme  yang  Mengguncang  Dunia , Yogyakarta.
Http//www.dumadimenggugat.com. desember 23,2008.Dumadia’s Blog.
Ebenstein William dan Fogelman Edwin,1994.  Alih bahasa Jemadu, Drs. Alex, penerbit Erlangga, Jakarta.
http://pwkpersis.wordpress.com/category/lbi-lembaga-buhuts-slamiyyah/. Diakses tanggal 24 nopember 2011. Pukul 19.00 WIB
http://pangisyarwi.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=8&Itemid=103.Diakses tanggal 24 nopember 2011. Pukul 19.00 WIB