Minggu, 10 Maret 2013

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SD/MI SDLB 2013


SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 1
KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
A. KISI-KISI UJIAN NASIONAL SD/MI
1. BAHASA INDONESIA SD/MI
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan teks bacaan 3 – 4 paragraf, siswa dapat:
• menjawab pertanyaan dengan kata tanya (apa, siapa,
bagaimana, atau mengapa)
• membuat kalimat tanya sesuai dengan isi salah satu paragraf
• menentukan ide pokok salah satu paragraf
• menentukan kalimat yang sesuai dengan salah satu paragraf.
Disajikan petunjuk penggunaan obat, siswa dapat menjelaskan
penggunaan obat sesuai dengan tingkatan umur.
Disajikan petunjuk penggunaan sebuah produk yang diacak,
siswa dapat mengurutkan dengan susunan yang tepat.
Disajikan rubrik khusus surat pembaca, siswa dapat
menentukan kalimat saran dengan tepat.
Disajikan cuplikan pengumuman, siswa dapat menentukan
isinya.
Disajikan teks drama, siswa dapat:
• menentukan tokoh utama
• menentukan latar
• menentukan amanatnya.
Disajikan paragraf yang terdiri atas 4 kalimat, siswa dapat
menentukan kalimat utamanya.
Disajikan teks percakapan, siswa dapat menyimpulkan isinya.
Disajikan sebuah paragraf, siswa dapat:
• menyusun pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf
• mengartikan salah satu kata sulit dalam kalimat.
• Menentukan antonim salah satu kata yang terdapat di dalam
paragraf.
Siswa dapat menentukan peribahasa sesuai dengan ilustrasi
yang disajikan.
Siswa dapat menentukan ungkapan sesuai dengan ilustrasi yang
disajikan.
Disajikan pantun, siswa dapat menentukan pesan yang
terkandung di dalamnya.
Disajikan dua teks, siswa dapat menentukan persamaannya
Disajikan jadwal perjalanan beberapa kendaraan berbagai
jurusan, siswa dapat:
• membuat pernyataan sesuai dengan isi jadwal
• menentukan kendaraan tertentu yang tepat sesuai dengan
tujuan
Disajikan puisi, siswa dapat menentukan isi/ maksud yang
terkandung di dalamnya.
1. Membaca
Membaca berbagai teks
nonsastra berupa teks
sederhana, laporan,
pengumuman, petunjuk
pemakaian, ringkasan,
makna kata, dan rubrik
khusus, serta berbagai karya
sastra berupa puisi,
dongeng, cerita anak, dan
drama anak.
Disajikan cuplikan cerita anak, siswa dapat menyimpulkan
isinya.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 2
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan cuplikan laporan, siswa dapat:
• menentukan isinya
• memperbaiki kalimat yang salah strukturnya.
Disajikan percakapan dua atau tiga orang, siswa dapat
menentukan topiknya.
Disajikan teks satu paragraf, siswa dapat:
• menentukan ringkasannya
• menentukan temanya
• menentukan pesan yang terkandung di dalamnya.
Disajikan teks puisi pendek, siswa dapat:
• menentukan pernyataan sesuai dengan isi puisi
• menentukan makna kata pada puisi yang disajikan.
Disajikan petunjuk cara membuat sesuatu yang diacak, siswa
dapat mengurutkan sehingga menjadi sebuah petunjuk yang
runtut.
• Disajikan empat kalimat yang disusun secara acak, siswa
dapat mengurutkan sehingga menjadi paragraf yang padu.
• Disajikan dua kalimat tunggal, siswa dapat menggabungkan
dengan kata hubung yang tepat.
• Disajikan kalimat rumpang, siswa dapat melengkapi dengan
kata hubung yang tepat penulisan.
Disajikan surat undangan suatu kegiatan yang belum lengkap,
siswa dapat melengkapi dengan kalimat efektif yang tepat.
Siswa dapat menentukan tanda baca pada kalimat surat yang
disajikan.
Disajikan cuplikan pengumuman yang belum lengkap, siswa
dapat melengkapi dengan pilihan kata yang tepat.
Disajikan dialog antara dua atau tiga orang yang belum
lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
Disajikan formulir dan ilustasi, siswa dapat melengkapi
formulir sesuai dengan ilustrasi yang disajikan.
Disajikan teks pidato yang belum lengkap, siswa dapat:
• melengkapi dengan kalimat ajakan yang tepat
• memperbaiki kalimat yang ejaannya salah.
Disajikan surat resmi yang di dalamnya terdapat kata yang
tidak tepat, siswa dapat memperbaikinya dengan kata yang
sesuai orang yang dituju.
Disajikan cuplikan laporan, siswa dapat membetulkan ejaan
yang salah.
Disajikan laporan yang dirumpangkan, siswa dapat
melengkapinya dengan kalimat yang tepat.
Disajikan sebuah pantun yang belum lengkap, siswa dapat
melengkapi dengan kalimat yang tepat.
Disajikan gambar kegiatan, siswa dapat menyusun sebuah
paragraf yang sesuai dengan maksud gambar.
2. Menulis
Mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi
dalam bentuk karangan
sederhana, petunjuk
pemakaian, surat,
pengumuman, dialog,
formulir, teks pidato,
laporan, dan ringkasan
dengan menggunakan ejaan
dan pilihan kata yang tepat;
menulis berbagai karya
sastra untuk anak berbentuk
cerita, puisi, parafrase, dan
pantun
Disajikan paragraf rumpang, siswa dapat melengkapi dengan
kalimat yang tepat.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 3
2. MATEMATIKA SD/MI
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung campuran
bilangan cacah
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan
dengan operasi hitung campuran bilangan cacah
Memahami konsep dan operasi
hitung bilangan bulat serta dapat
menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari
Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung campuran
bilangan bulat
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan
dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan
Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung perkalian
dan pembagian berbagai bentuk pecahan
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita sederhana yang
berkaitan dengan skala atau perbandingan
Memahami konsep dan operasi
hitung bilangan pecahan serta dapat
menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Siswa dapat menentukan urutan berbagai bentuk pecahan
dari besar ke kecil atau sebaliknya
Siswa dapat menentukan KPK atau FPB dari dua
bilangan dalam bentuk faktorisasinya
Siswa dapat menentukan FPB atau KPK dari tiga buah
bilangan dua-angka
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan
dengan KPK
Memahami dan menggunakan
faktor dan kelipatan dalam
pemecahan masalah
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan
dengan FPB
Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung
penjumlahan atau pengurangan bilangan pangkat dua
Siswa dapat menentukan hasil penarikan akar pangkat
tiga dari suatu bilangan pangkat tiga
1.
Memahami konsep dan operasi
hitung bilangan berpangkat dan
penarikan akar pangkat 2 atau 3
Siswa dapat penyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan penarikan akar pangkat tiga
Siswa dapat menentukan hasil penjumlahan dan
pengurangan satuan waktu atau satuan panjang yang
disajikan dalam soal cerita sederhana.
Siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan
dengan satuan debit atau satuan volume.
Siswa dapat menentukan penyelesaian masalah yang
berkaitan dengan satuan berat atau satuan luas.
2. Memahami konsep ukuran waktu,
panjang, berat, panjang, luas, debit,
volume, dan konsep jarak dan
kecepatan serta penggunaannya
dalam pemecahan masalah.
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita sederhana yang
berkaitan dengan jarak, kecepatan, dan waktu.
Siswa dapat menentukan bentuk bangun datar dari
beberapa sifat-sifat bangun yang disajikan atau
sebaliknya.
Siswa dapat menentukan hasil pencerminan dari gambar
suatu bangun datar yang disajikan.
Siswa dapat menentukan unsur-unsur yang ada pada
bangun ruang yang disajikan (titik sudut, sisi, atau
rusuk).
Siswa dapat menentukan satu pasang bangun yang sama
dan sebangun dari beberapa gambar yang disajikan.
3. Memahami konsep, sifat dan unsurunsur
bangun datar, serta hubungan
antar bangun, dan dapat
menggunakannya dalam pemecahan
masalah
Siswa dapat menentukan jaring-jaring suatu bangun
ruang.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 4
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan gambar bangun datar dengan ukuran yang
ditentukan siswa dapat menghitung luasnya.
Siswa dapat menentukan luas gabungan atau irisan dari
dua bangun datar sederhana.
Memahami konsep luas bangun datar
sederhana dan menggunakannya
dalam pemecahan masalah
Siswa dapat menentukan luas bagian lingkaran (misal
setengah lingkaran).
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan
dengan volume kubus atau balok.
Siswa dapat menentukan volume prisma segitiga dari
suatu gambar yang ukurannya diketahui.
Memahami konsep volume bangun
ruang sederhana dan
menggunakannya dalam pemecahan
masalah
Siswa dapat menentukan volume tabung dari suatu
gambar tabung yang ukurannya diketahui.
4. Memahami konsep koordinat untuk
menentukan letak benda dan
menggunakannya dalam pemecahan
masalah
Diberikan beberapa titik pada bidang koordinat, siswa
dapat menentukan koordinat salah satu titik.
Siswa dapat menentukan banyak data dari suatu gambar
diagram batang yang disajikan (terbanyak, terendah
selisih).
Siswa dapat menentukan banyak data pada diagram
lingkaran yang disajikan (data dari persentase atau besar
sudut tertentu).
Siswa dapat menentukan diagram batang dari data yang
disajikan dalam bentuk tabel.
Mamahami konsep pengumpulan
dan penyajian data serta
menerapkannya dalam pemecahan
masalah
Siswa dapat menentukan salah satu unsur dari data yang
disajikan dalam bentuk diagram batang atau lingkaran.
Siswa dapat menentukan nilai rata-rata dari sekumpulan
data (rentang banyak data 6 – 10 data).
Siswa dapat menentukan nilai rata-rata dari data
berbentuk tabel (banyak data kurang dari 20 data).
Siswa dapat menghitung nilai rata-rata dari sajian data
berbentuk diagram batang.
Siswa dapat menentukan nilai median dari sekumpulan
data tunggal yang disajikan.
Siswa dapat menentukan nilai modus dari data yang
disajikan dalam bentuk soal cerita.
5.
Menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan
data
Siswa dapat menentukan selisih nilai tertinggi dan
terendah dari data yang disajikan.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 5
3. ILMU PENGETAHUAN ALAM SD/MI
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Siswa dapat menjelaskan fungsi dari ciri khusus pada
hewan/tumbuhan tertentu
Disajikan contoh beberapa tumbuhan/hewan dalam satu
kelompok, siswa dapat menentukan dasar
pengelompokan dari tumbuhan/hewan tersebut
Siswa dapat menjelaskan manfaat hewan/tumbuhan bagi
kehidupan manusia/lingkungan
1. Memahami ciri-ciri dan
penggolongan hewan dan tumbuhan,
manfaat tumbuhan dan hewan bagi
manusia, serta upaya pelestariannya.
Siswa dapat menjelaskan tujuan pelestarian
hewan/tumbuhan
Disajikan gambar hewan/tumbuhan, siswa dapat
menentukan cara perkembangbiakannya
2. Memahami perkembangbiakan
hewan dan tumbuhan serta daur
hidup hewan Siswa dapat mengidentifikasi daur hidup hewan
Siswa dapat menjelaskan contoh hubungan antar
makhluk hidup (salah satu jenis simbiosis)
Siswa dapat menentukan rantai makanan/peran makhluk
hidup dalam komunitas/ekosistem tertentu
3. Memahami saling ketergantungan
antarmakhluk hidup
Siswa dapat menentukan peran/manfaat tumbuhan bagi
makhluk hidup di sekitarnya.
Siswa dapat menjelaskan pengaruh kegiatan manusia
terhadap keseimbangan lingkungan
4. Memahami penyesuaian diri pada
makhluk hidup serta peranan manusia
dalam keseimbangan lingkungan Siswa dapat menjelaskan tujuan adaptasi pada
hewan/tumbuhan tertentu
Siswa dapat menjelaskan fungsi jaringan pada tumbuhan.
Disajikan gambar alat indera, siswa dapat menentukan
fungsi bagian yang ditunjuk
Siswa dapat menjelaskan proses yang terjadi pada salah
satu bagian alat pernafasan.
Disajikan gambar alat pencernaan manusia, siswa dapat
menjelaskan proses yang dilakukan enzim/zat
pencernaan yang dihasilkan oleh bagian yang ditunjuk
Siswa dapat menentukan aliran darah pada salah satu
sistem peredaran darah manusia berdasarkan gambar
Siswa dapat menentukan bagian kerangka manusia
berdasarkan gambar
Siswa dapat menjelaskan fungsi zat makanan tertentu
bagi kesehatan tubuh manusia
Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri perkembangan
fisik pada manusia
5. Memahami bagian tubuh manusia,
tumbuhan, dan hewan, menjelaskan
fungsinya, serta mampu
mengidentifikasi kebutuhan tubuh
agar tumbuh sehat.
Siswa dapat menjelaskan cara pecegahan salah satu jenis
penyakit pada manusia
Disajikan ilustrasi suatu kegiatan, siswa dapat
menentukan jenis perubahan wujud zat yang terjadi
Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat bahan untuk
keperluan tertentu atau dapat menyebutkan bahan dasar
benda tertentu
6. Memahami sifat penyusun benda,
perubahan bentuk benda dan
kegunaan, serta pengaruh suhu
terhadap benda dalam kehidupan
sehari-hari
Disajikan ilustrasi tentang suatu kegiatan, siswa dapat
menjelaskan pengaruh suhu terhadap benda pada
kegiatan tersebut
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 6
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Siswa dapat menjelaskan perpindahan kalor yang terjadi
pada suatu kegiatan/peristiwa
Disajikan gambar kegiatan tertentu, siswa dapat
menentukan jenis gaya yang dimanfaatkan
Disajikan pernyataan/gambar, siswa dapat
mengidentifikasi gaya dapat mengubah
gerak/bentuk/arah suatu benda
Disajikan gambar/ilustrasi suatu kegiatan, siswa dapat
menentukan jenis pesawat sederhana yang sesuai
digunakan.
Disajikan gambar alat musik, siswa dapat menunjukkan
sumber bunyi dari alat tersebut
Disajikan gambar/pernyataan, siswa dapat menentukan
sifat cahaya dari gambar/pernyataan tersebut
Disajikan gambar/pernyataan, siswa dapat menentukan
perubahan energi yang terjadi
Siswa dapat menyebutkan contoh energi alternatif dalam
kehidupan sehari-hari.
7. Memahami hubungan antara gaya,
gerak, energi dan perubahannya, serta
manfaatnya dalam kehidupan seharihari.
Disajikan gambar rangkaian listrik, siswa dapat
menentukan lampu yang menyala/padam jika salah satu
saklar diputus/disambung
Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis tanah
Disajikan gambar/pernyataan, siswa dapat menentukan
manfaat salah satu jenis sumber daya alam
Siswa dapat menyebutkan salah satu kegiatan manusia
yang dapat mengubah permukaan bumi (pertanian,
perkotaan, dsb)
8. Mendeskripsikan berbagai jenis
sumber daya alam, perubahan yang
terjadi dalam pengunaannya, serta
dampaknya bagi kehidupan.
Siswa dapat mengelompokkan jenis sumber daya alam
yang dapat diperbaharui/tidak dapat diperbaharui.
Menentukan nama planet/ciri-ciri planet dalam tata surya
Siswa dapat menjelaskan akibat gerakan bumi/bulan
terhadap kehidupan di bumi
Siswa dapat mengidentifikasi gambar terjadinya gerhana
matahari/bulan atau menjelaskan terjadinya gerhana
matahari/bulan.
9. Memahami sistem tata surya bagi
kehidupan.
Siswa dapat menjelaskan dasar perhitungan tahun
masehi/tahun hijriah.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 7
B. KISI-KISI UJIAN NASIONAL SDLB
4. BAHASA INDONESIA SDLB – A, D, DAN E (TUNANETRA, TUNA DAKSA RINGAN,
DAN TUNA LARAS)
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan paragraf sederhana, siswa dapat:
• menentukan ide pokoknya
• menentukan isi paragraf
• menentukan tema bacaan.
Disajikan bacaan sederhana dua paragraf tanpa
judul, siswa dapat:
• menentukan judul bacaan
• menyimpulkan isi bacaan
• menentukan kalimat utama paragraf pertama
• menentukan kalimat tanya yang sesuai dengan isi
paragraf.
Disajikan bacaan sederhana, siswa dapat:
• mengartikan ungkapan pada paragraf
• menentukan sinonim kata dalam paragraf
• menentukan antonim kata dalam paragraf.
Disajikan kalimat sederhana, siswa dapat:
• menentukan kalimat tanya sesuai dengan isi
kalimat
• menentukan makna kata berimbuhan dalam
kalimat .
1. Membaca dan memahami berbagai
bentuk teks bacaan nonsastra dan sastra
berupa petunjuk pemakaian, kamus,
ensiklopedi, denah, teks agak panjang
(150 - 200 kata), pengumuman, pantun,
teks, percakapan, puisi, cerita anak,
kolom khusus (majalah anak, kolom dan
lain-lain), serta drama
Disajikan paragraf cerita, siswa dapat menentukan
hal yang diceritakan.
Disajikan paragraf rumpang, siswa dapat
melengkapinya dengan kata yang tepat.
Disajikan 4 kalimat sederhana secara acak, siswa
dapat mengurutkannya menjadi paragraf yang padu.
Siswa dapat membuat kalimat bagian isi pada surat
permohonan izin tidak masuk sekolah.
Siswa dapat menuliskan tanggal surat dengan benar.
Siswa dapat mengisi formulir sederhana dengan
benar.
Siswa dapat melengkapi kalimat pembuka pidato
yang belum lengkap dengan kata yang tepat.
Siswa dapat melengkapi kutipan pidato dengan
kalimat penutup dengan benar.
2.
Siswa dapat melengkapi kutipan percakapan
sederhana yang belum lengkap dengan kalimat yang
tepat.
Siswa dapat melengkapi paragraf sederhana yang
belum lengkap dengan kalimat yang tepat.
Siswa dapat melengkapi penggalan cerita sederhana
yang belum lengkap dengan kalimat yang tepat.
Menulis dan memahami berbagai bentuk
tulisan berupa petunjuk, bagian cerita
yang hilang, surat, paragraf,
pengumuman, pantun anak, karangan,
surat undangan, dialog 2-3 tokoh, laporan
ringkasan, buku poster, puisi bebas,
pengisian formulir, ringkasan,
percakapan, prosa (dari puisi), pidato,
naskah drama anak, dan surat resmi
Disajikan sampiran pantun sederhana, siswa dapat
melengkapinya dengan bagian isi yang sesuai.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 8
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Siswa dapat memperbaiki penggunaan kata
berimbuhan dalam kalimat.
Siswa dapat menentukan perbaikan kalimat
sederhana yang strukturnya salah.
Siswa dapat menentukan kalimat yang menggunakan
kata depan dengan benar.
Siswa dapat memperbaiki penulisan istilah yang
salah dalam kalimat.
Disajikan kalimat yang belum lengkap, siswa dapat
melengkapinya dengan istilah yang tepat.
Disajikan kalimat yang belum lengkap, siswa dapat
melengkapinya dengan kata gabung yang tepat.
Disajikan pengumuman yang belum lengkap, siswa
dapat melengkapinya dengan kalimat yang tepat.
Siswa dapat memperbaiki kesalahan penggunaan kata
dalam kalimat.
Siswa dapat melengkapi kalimat dengan tanda baca
yang tepat.
Diberikan sejumlah kata secara acak, siswa dapat
menyusunnya menjadi kalimat yang benar.
Disajikan kalimat sederhana yang rumpang, siswa
dapat melengkapinya dengan kata yang tepat
Siswa dapat melengkapi kalimat dengan kata yang
ejaannya tepat.
Siswa dapat menentukan kalimat yang menggunakan
tanda baca koma yang tepat.
Siswa dapat menentukan kalimat yang menggunakan
tanda baca titik dengan tepat.
Siswa dapat menentukan kalimat yang menggunakan
tanda tanya yang tepat.
Siswa dapat menentukan kalimat yang menggunakan
tanda seru dengan tepat.
Siswa dapat menentukan penulisan nama negara
dengan benar.
Siswa dapat menentukan penulisan nama dan gelar
dengan tepat.
Disajikan kalimat dengan nama lembaga yang
lengkap, siswa dapat menentukan akronimnya.
Disajikan kalimat yang menggunakan akronim, siswa
dapat menentukan kepanjangannya.
Disajikan kalimat perintah yang belum lengkap,
siswa dapat melengkapinya dengan kata yang tepat.
Disajikan kalimat berita yang belum lengkap, siswa
dapat melengkapinya dengan kata yang tepat.
Disajikan pantun, siswa dapat melengkapinya dengan
kata berima yang tepat.
Disajikan cuplikan cerita rakyat, siswa dapat
menentukan watak salah satu tokohnya.
Disajikan puisi bebas, siswa dapat menentukan
amanat yang tepat.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 9
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan penggalan drama, siswa dapat menentukan
isinya.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 10
5. BAHASA INDONESIA SDLB – B (TUNARUNGU)
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan cerita singkat, siswa dapat menjawab
pertanyaan dengan kata tanya:
• apa
• siapa
• kapan
• di mana
• mengapa
Siswa dapat menentukan kalimat utama paragraf.
Siswa dapat menetukan topik percakapan yang
tersaji.
Disajikan dua teks singkat bertopik sama siswa dapat
menentukan topiknya.
Siswa dapat membaca jadwal keberangkatan
kendaraan.
Disajikan jadwal perjalanan kendaraan, siswa dapat
melengkapi kalimat yang sesuai dengan isi jadwal.
Siswa dapat menetukan isi petunjuk pemakaian obat.
Siswa dapat menentukan arah yang dituju dalam
denah yang tersaji.
Disajikan teks cerita anak, siswa dapat menentukan:
• tokoh utama
• watak salah satu tokoh
• latar tempat dalam cerita.
Siswa dapat menentukan isi puisi yang tersaji.
Siswa dapat menentukan isi pesan dalam pantun.
Siswa dapat menentukan arti ungkapan yang
digunakan dalam kalimat.
Siswa dapat menentukan arti kata berimbuhan yang
digunakan dalam kalimat.
• Siswa dapat menentukan antonim kata dalam
kalimat.
• Siswa dapat menentukan sinonim kata dalam
kalimat.
Siswa dapat menentukan kalimat yang menggunakan
tanda baca secara tepat:
• titik dua
• koma
• tanda seru
• tanda tanya.
Siswa dapat menentukan kalimat yang menggunakan
huruf besar/kapital secara tepat.
Siswa dapat menentukan kalimat yang menggunakan
kata depan secara tepat.
1. Membaca dan memahami berbagai
wacana sastra dan nonsastra berupa
petunjuk pemakaian, kamus/EYD/
ensklopedia, denah, teks, jadwal,
paragraph, pengumuman, pantun, teks
percakapan, puisi, cerita anak, dua teks,
laporan, teks drama
• Siswa dapat menentukan subjek kalimat.
• Siswa dapat menentukan predikat kalimat.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 11
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
• Siswa dapat melengkapi kalimat awal
pengumuman yang tersaji dengan kata yang tepat.
• Siswa dapat menentukan kalimat pengumuman
yang susunan katanya tepat.
Siswa dapat melengkapi kutipan cerita dengan kata
yang tepat.
• Siswa dapat menyusun kalimat acak menjadi
paragraf yang baik.
• Siswa dapat menyusun beberapa kata menjadi
kalimat.
Siswa dapat melengkapi kalimat dengan :
• kata berimbuhan
• kata penghubung
• kata ganti orang
• kata depan.
• Siswa dapat melengkapi isian blanko setoran bank
yang tersaji.
• Siswa dapat melengkapi isian kuitansi yang tersaji.
Siswa dapat melengkapi percakapan (dialog).
Siswa dapat melengkapi kalimat dengan
• kata tanya
• kata seru.
Siswa dapat melengkapi puisi yang tersaji dengan
kata yang tepat.
Siswa dapat menulis kalimat poster sesuai dengan
gambar yang tersaji.
• Siswa dapat melengkapi kalimat pembuka surat
undangan ulang tahun dengan kata yang tepat.
• Siswa dapat melengkapi penutup surat undangan
ulang tahun dengan kata yang tepat.
Disajikan surat yang diacak susunannya, siswa dapat
menentukan susunan yang tepat.
2. Menulis dan menyunting berbagai surat,
paragraf, pengumuman, cerita/karangan,
laporan, dialog, isi buku, poster, puisi,
formulir, percakapan, dan pidato,
jadwal/petunjuk, penggunaan ejaan, isian
blanko/kuitansi
• Siswa dapat melengkapi kalimat pembuka pidato
dengan kata yang tepat.
• Siswa dapat melengkapi penutup pidato dengan
kata yang tepat.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 12
6. MATEMATIKA SDLB – A, D, DAN E (TUNANETRA, TUNA DAKSA RINGAN, DAN
TUNA LARAS)
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Menentukan hasil perkalian antara bilangan dua
angka dan dua angka.
Menentukan hasil penjumlahan bilangan bulat positif.
Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan
bilangan bulat positif dalam soal cerita sederhana
Menentukan hasil operasi hitung campuran bilangan
bulat positif dan negatif.
Memahami konsep dan operasi hitung
bilangan bulat serta dapat
menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari
Menyelesaikan operasi hitung campuran (pembagian,
pengurangan dan penjumlahan) bilangan bulat.
Menentukan kuadrat suatu bilangan.
Menentukan penjumlahan dua bilangan berpangkat
dua (kuadrat).
Memahami konsep dan operasi hitung
bilangan berpangkat dan penarikan akar
pangkat dua.
Menentukan akar pangkat dua dari bilangan kuadrat.
Memahami konsep faktor dan kelipatan Menentukan FPB dari dua bilangan.
bersama dari dua bilangan Menentukan KPK dari dua bilangan.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai
dua mata uang yang berbeda nominalnya.
Memecahkan masalah perhitungan
termasuk yang berkaitan dengan uang
Menyelesaikan masalah tentang untung-rugi dalam
kehidupan sehari-hari.
Mengubah pecahan biasa menjadi bentuk persen.
Mengubah bentuk persen ke pecahan desimal.
Mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal.
Menentukan hasil penjumlahan dua pecahan biasa
dengan penyebut yang berbeda.
Menentukan hasil perkalian dua pecahan biasa yang
berbeda penyebut.
1.
Memahami konsep dan operasi hitung
bilangan pecahan serta dapat
menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Menyederhanakan suatu pecahan ke bentuk yang
paling sederhana.
2. Memahami bangun datar sederhana, Menentukan banyak sumbu simetri bangun datar.
unsur-unsur dan sifat-sifatnya. Menentukan nama bangun datar sesuai sifat-sifatnya.
Menentukan besar sudut yang dibentuk oleh dua
jarum jam.
Menentukan berat benda dari satuan berat tertentu ke
satuan berat lainnya.
Menentukan panjang benda dari satuan panjang
tertentu ke satuan panjang lainnya.
Menyelesaikan masalah yang terkait atau melibatkan
satuan waktu.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
kecepatan suatu kendaraan, jika diketahui waktu
perjalanan dan jarak tempuh.
3. Memahami konsep ukuran dan
pengukuran sudut, berat, panjang, waktu,
dan kecepatan, serta mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu
tempuh jika diketahui jarak dan kecepatan rataratanya.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 13
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Menentukan luas bangun datar tertentu apabila
diketahui unsur-unsurnya.
Menentukan panjang diagonal bangun datar tertentu,
jika diketahui luas dan unsur-unsur yang lainnya.
Menentukan volume balok jika diketahui ukuran
panjang, lebar, dan tingginya.
Menentukan volume kubus jika diketahui ukuran
sisinya.
Menentukan alat ukur yang tepat untuk mengukur
suatu besaran tertentu (Kesesuaian atau
keakuratannya).
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan luas
bangun datar.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
keliling bangun datar.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
volume kubus atau balok.
Menentukan volume prisma segitiga jika diketahui
unsur-unsur lainnya.
Memahami konsep ukuran dan
pengukuran luas, volume, serta
mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Menghitung luas lingkaran jika diketahui jari-jarinya.
Menentukan kelompok data tertentu dari data yang
disajikan.
Menentukan rata-rata hitung dari data tunggal.
Mengurutkan data tunggal dari besar ke kecil atau
sebaliknya.
4. Mengolah, menyajikan dan menafsirkan
data.
Menentukan rentang dari sekelompok data numerik
(bilangan).
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 14
7. MATEMATIKA SDLB – B (TUNARUNGU)
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Menghitung hasil penjumlahan dua bilangan tiga
angka.
Menghitung hasil pengurangan dua bilangan tiga
angka.
Menentukan hasil perkalian bilangan bulat positif
Menentukan hasil pembagian bilangan bulat positif.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
operasi perkalian bilangan bulat positif.
Memahami konsep dan operasi hitung
bilangan bulat serta dapat
menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
operasi pembagian bilangan bulat positif.
Menyelesaikan soal cerita yang melibatkan uang
Menentukan KPK dari dua buah bilangan satu
angka.
Menentukan FPB dari dua buah bilangan dua
angka.
Memahami konsep faktor dan kelipatan
bersama dari dua bilangan, konsep
bilangan akar pangkat dua, serta masalah
perhitungan yang berkaitan dengan uang.
Menentukan hasil akar pangkat dua suatu bilangan
kuadrat.
Menentukan hasil operasi hitung campuran
(penjumlahan dan pengurangan) bilangan bulat.
Menentukan hasil operasi hitung campuran
(perkalian dan penjumlahan) bilangan bulat.
Memahami konsep dan operasi hitung
campuran pada bilangan bulat serta dapat
menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari
Menghitung hasil operasi hitung campuran pada
bilangan bulat positif dalam soal cerita sederhana.
Mengubah pecahan biasa ke dalam bentuk pecahan
biasa yang lebih sederhana.
Menghitung hasil penjumlahan dua bilangan
pecahan biasa yang penyebutnya tidak sama.
Menghitung hasil pengurangan dua bilangan
pecahan biasa yang penyebutnya tidak sama.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
penjumlahan dua pecahan biasa.
Mengubah pecahan biasa ke bentuk pecahan
desimal.
Menentukan hasil perkalian dua pecahan biasa
dengan penyebut yang berbeda.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
perbandingan senilai.
1.
Memahami konsep dan operasi hitung
bilangan pecahan serta dapat
menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Disajikan gambar suatu denah berskala, siswa dapat
menentukan ukuran sebenarnya.
Disajikan gambar segitiga beserta ukurannya, siswa
dapat menghitung kelilingnya.
Disajikan gambar jajargenjang beserta ukurannya,
siswa mampu menghitung luasnya.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
luas segitiga.
2. Memahami bangun datar dan bangun
ruang sederhana, unsur-unsur dan sifatsifatnya,
serta menerapkannya dalam
pemecahan masalah kehidupan seharihari.
Menentukan gambar hasil pencerminan bangun
datar .
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 15
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan gambar bangun trapesium siku-siku
beserta ukurannya, siswa dapat menghitung
luasnya.
Diberikan gambar lingkaran yang diketahui
ukurannya, siswa dapat menghitung luasnya.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
bangun segiempat.
Disajikan gambar bangun datar, siswa dapat
menentukan banyak simetri lipat bangun tersebut.
Disajikan gambar bangun gabungan dari dua
bangun diketahui ukurannya, siswa dapat
menghitung luasnya.
Disajikan gambar prisma segitiga beserta
ukurannya, siswa dapat menghitung volumenya.
Menentukan sudut lancip yang tersedia pada
gambar.
Menghitung jumlah dua benda yang berbeda satuan
kuantitasnya.
Mengubah satuan panjang ke satuan panjang
lainnya.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
satuan waktu (bulan atau tahun).
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
satuan berat (kg atau kwintal).
Menentukan waktu tempuh, bila jarak dan
kecepatan diketahui.
3. Memahami konsep ukuran dan
pengukuran berat, panjang, luas, volume,
sudut, waktu, kecepatan, debit serta
mengaplikasikannya dalam pemecahan
masakah kehidupan sehari-hari.
Menentukan kecepatan suatu kendaraan jika waktu
dan jarak tempuh sudah diketahui.
4. Mengolah, menyajikan dan menafsirkan Menentukan modus dari sekumpulan data.
data Disajikan data, siswa dapat menentukan rataratanya.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 16
8. ILMU PENGETAHUAN ALAM SDLB – A, D, DAN E (TUNANETRA, TUNA DAKSA
RINGAN, DAN TUNA LARAS)
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan pernyataan yang menunjukkan tentang ciri
khusus makhluk hidup, siswa dapat mengidentifikasi
ciri tersebut.
Siswa dapat mengelompokkan tumbuhan/hewan
berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya.
Disajikan tabel hewan/tumbuhan, siswa dapat
menyebutkan cara perkembangbiakan hewan/tumbuhan
tertentu.
Disajikan pernyataan daur hidup hewan tertentu secara
acak, siswa dapat menentukan urutan daur hidup hewan
tersebut.
1. Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk
hidup, penggolongan hewan dan
tumbuhan, cara perkembangbiakan
hewan dan tumbuhan, serta
perkembangan hewan dan manusia.
Siswa dapat menyebutkan ciri perkembangan fisik anak
remaja laki-laki/perempuan.
Siswa dapat menyebutkan zat-zat yang
diperlukan/dihasilkan dalam proses fotosintesis.
Siswa dapat menyebutkan bagian yang dapat
dimanfaatkan dari hewan/tumbuhan untuk keperluan
tertentu.
2 Memahami manfaat tumbuhan dan
hewan serta upaya pelestariannya.
Siswa dapat menyebutkan contoh usaha melestarikan
hewan/ tumbuhan yang terdapat di daerah tertentu.
Siswa dapat menentukan rantai makanan dari suatu
ekosistem.
Siswa dapat menjelaskan contoh salah satu jenis
simbiosis pada ekosistem.
3. Memahami saling ketergantungan
antar makhluk hidup dan cara
penyesuaian dirinya terhadap
lingkungan.
Siswa dapat menjelaskan cara tumbuhan/hewan
tertentu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Siswa dapat menyebutkan bagian rangka tubuh
manusia.
Siswa dapat menyebutkan bagian alat pernafasan
berdasarkan fungsinya.
Siswa dapat menyebutkan bagian alat pencernaan yang
merupakan tempat proses pencernaan.
Siswa dapat menyebutkan manfaat zat makanan
tertentu bagi kesehatan tubuh.
Siswa dapat menjelaskan fungsi bagian tertentu pada
sistem peredaran darah.
Siswa dapat mengidentifikasi bagian alat indera
berdasarkan fungsinya.
Siswa dapat menyebutkan bagian tubuh yang terganggu
akibat penyakit tertentu pada manusia.
Siswa dapat menyebutkan alat pernafasan pada
hewan/tumbuhan tertentu.
4. Memahami bagian tubuh manusia,
hewan, dan tumbuhan, beserta
fungsinya menjelaskan kebutuhan
tubuh agar tumbuh sehat dan penyakit
pada manusia.
Siswa dapat menyebutkan bagian tertentu dari
tumbuhan berdasarkan fungsinya.
Siswa dapat menyebutkan sifat wujud zat tertentu
(padat, cair, gas).
5. Memahami perubahan wujud benda,
kegunaannya dan pengaruh suhu
terhadap benda dalam kehidupan
sehari-hari.
Siswa dapat menyebutkan jenis perubahan wujud
benda melalui ilustrasi.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 17
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Siswa dapat menjelaskan hubungan antara sifat bahan
dengan kegunaannya.
Siswa dapat menyebutkan contoh kegiatan penerapan
pengaruh suhu terhadap benda.
Siswa dapat menyebutkan contoh perpindahan panas
(konduksi, radiasi, konveksi).
Disajikan beberapa nama benda, siswa dapat
menentukan jenisnya berdasarkan daya hantar
panasnya (isolator, konduktor).
Siswa dapat menyebutkan jenis gaya yang digunakan
pada suatu kegiatan.
Siswa dapat menyebutkan contoh gaya yang dapat
mengubah bentuk atau gerak suatu benda.
Siswa dapat menyebutkan jenis pesawat sederhana
berdasarkan fungsinya.
Siswa dapat menentukan jenis energi yang digunakan
untuk mengoperasikan alat tertentu.
Siswa dapat menyebutkan contoh energi alternatif
tertentu.
Siswa dapat menyebutkan sumber bunyi dari alat
musik tertentu.
Siswa dapat menentukan perubahan energi yang terjadi
pada suatu alat.
6. Memahami berbagai bentuk energi,
gaya dan gerak, serta perubahan,
manfaat, dan pengaruhnya.
Siswa dapat menyebutkan contoh kegiatan
penghematan energi.
Siswa dapat menyebutkan jenis tanah atau susunan
struktur bumi.
Disajikan pernyataan macam-macam kegiatan, siswa
dapat menyebutkan kegiatan untuk melestarikan
sumber daya alam.
7. Mendeskripsikan berbagai jenis
sumber daya alam, kegunaannya,
dampaknya bagi kehidupan, dan gejala
alam.
Siswa dapat menyebutkan jenis sumber daya alam yang
dapat diperbaharui/tidak dapat diperbaharui.
Siswa dapat menyebutkan nama planet yang memiliki
ciri-ciri tertentu.
Siswa dapat menyebutkan jenis gerhana yang terjadi,
berdasarkan posisi bumi, bulan, dan matahari.
8. Memahami sistem tata surya.
Siswa dapat menjelaskan akibat gerakan bumi/bulan
terhadap kehidupan di bumi atau dasar perhitungan
kalender masehi/Hijriah.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 18
9. ILMU PENGETAHUAN ALAM SDLB - B (TUNARUNGU)
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Disajikan gambar hewan tertentu, siswa dapat
mengidentifikasi ciri khusus yang dimilikinya.
Siswa dapat mengidentifikasi daur hidup hewan tertentu.
Siswa dapat mengelompokkan hewan/tumbuhan
berdasarkan ciri-cirinya.
Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri perkembangan fisik
anak remaja laki-laki/perempuan.
Disajikan gambar hewan tertentu, siswa dapat
menyebutkan cara perkembangbiakannya.
1. Mendeskripsikan ciri-ciri mahkluk
hidup, penggolongan hewan dan
tumbuhan, cara perkembangbiakan
hewan dan tumbuhan, serta
perkembangan hewan dan manusia.
Siswa dapat menjelaskan cara perkembangbiakan pada
tumbuhan.
Siswa dapat menyebutkan zat-zat yang
diperlukan/dihasilkan dalam proses fotosintesis.
Disajikan gambar hewan/tumbuhan, siswa dapat
menyebutkan bagian yang dapat dimanfaatkan dari
hewan/tumbuhan tersebut untuk keperluan tertentu.
2. Memahami manfaat tumbuhan dan
hewan serta upaya pelestariannya.
Siswa dapat menyebutkan contoh hewan/tumbuhan yang
perlu dilestarikan di daerah tertentu.
Disajikan gambar beberapa hewan/tumbuhan, siswa
dapat menentukan urutan rantai makanan di ekosistem
tertentu.
Siswa dapat menjelaskan contoh simbiosis pada
ekosistem.
3. Memahami saling ketergantungan
antar makhluk hidup dan cara
penyesuian dirinya terhadap
lingkungan.
Disajikan gambar hewan/tumbuhan siswa dapat
menyebutkan cara penyesuaian diri hewan/ tumbuhan
dengan lingkungannya.
Siswa dapat menyebutkan fungsi rangka berdasarkan
gambar.
Siswa dapat menyebutkan bagian alat pencernaan
berdasarkan fungsinya.
Disajikan gambar sistem peredaran darah, siswa dapat
menyebutkan fungsi bagian organ yang ditunjuk.
Siswa dapat menyebutkan bagian alat pernafasan
berdasarkan gambar.
Disajikan gambar salah satu alat indra, siswa dapat
mengidentifikasi bagian alat indera berdasarkan
fungsinya.
Siswa dapat menjelaskan cara menjaga kesehatan alat
indera tertentu.
Siswa dapat menyebutkan organ tubuh yang terganggu
akibat penyakit tertentu pada manusia.
4. Memahami bagian tubuh manusia,
hewan, dan tumbuhan beserta
fungsinya, menjelaskan kebutuhan
tubuh agar tumbuh sehat.
Disajikan gambar organ tumbuhan, siswa dapat
menyebutkan fungsi bagian tertentu dari tumbuhan.
Siswa dapat menyebutkan sifat benda (padat, cair, gas).
Disajikan gambar/pernyataan, siswa dapat menyebutkan
jenis perubahan wujud benda.
5. Memahami perubahan wujud benda,
kegunaannya dan pengaruh suhu
terhadap benda dalam kehidupan
sehari-hari. Siswa dapat menjelaskan hubungan antara sifat bahan
dengan kegunaanya.
SD/MI/SDLB – Standar Isi – 2012-2013 19
NO. KOMPETENSI INDIKATOR
Siswa dapat menyebutkan contoh pengaruh suhu
terhadap benda pada kegiatan tertentu.
Disajikan gambar/pernyataan, siswa dapat menyebutkan
cara perpindahan panas (konduksi, radiasi, konveksi).
Disajikan beberapa nama benda, siswa dapat menentukan
jenis isolator/konduktor.
Disajikan gambar kegiatan, siswa dapat menyebutkan
jenis gaya yang digunakan.
Disajikan gambar kegiatan, siswa dapat menunjukkan
gaya dapat mengubah bentuk/gerak suatu benda.
Disajikan beberapa gambar pesawat sederhana dalam
kegiatan sehari-hari, siswa dapat menunjukkan gambar
pesawat sederhana berdasarkan fungsinya.
Disajikan gambar alat/pernyataan, siswa dapat
menentukan jenis energi yang digunakan untuk
mengoperasikan alat tersebut.
Siswa dapat menyebutkan contoh energi alternatif dalam
kehidupan sehari-hari.
Disajikan gambar percobaan cahaya, siswa dapat
menentukan sifat cahaya.
Disajikan gambar alat rumah tangga, siswa dapat
menentukan perubahan energi yang terjadi.
6. Memahami berbagai bentuk energi,
gaya dan gerak, dan perubahannya,
manfaat serta pengaruhnya.
Siswa dapat menunjukkan contoh kegiatan penghematan
energi.
Disajikan pernyataan macam-macam kegiatan, siswa
dapat menunjukkan kegiatan untuk melestarikan sumber
daya alam.
Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis tanah.
7. Mendeskripsikan berbagai jenis
sumber daya alam, kegunaannya,
dampaknya bagi kehidupan, dan
gejala alam.
Siswa dapat menentukan manfaat salah satu sumber daya
alam.
Disajikan gambar tata surya, siswa dapat menyebutkan
nama planet yang ditunjuk.
Siswa dapat menunjukkan gambar gerhana tertentu.
8. Memahami sistem tata surya.
Siswa dapat menyebutkan akibat yang terjadi karena
gerakan bumi, bulan dan matahari atau dasar perhitungan
kalender masehi/hijriah.

Minggu, 03 Maret 2013

SEJARAH BIOGRAFI LAKS. JOHN LIE



Laksamana Muda Jhon Lie
Ketika Belanda menerima penyerahan kekuasaan dan kendali keamanan di Indonesia dari Sekutu di awal 1946, langkah pertama yang dilakukan untuk melemahkan kekuatan para pejuang kemerdekaan adalah dengan melakukan tindakan “pengucilan” alias diblokade. Blokade dilakukan atas seluruh teritorial Indonesia, baik laut, darat maupun udara. Tindakan Belanda tersebut tidak hanya menyusahkan Indonesia secara politis dan ekonomi, melainkan juga secara militer.

Para pejuang yang semula mengandalkan persenjataan eks-Jepang mulai kesulitan suku cadang dan amunisi, kecuali persenjataan yang sejenis dengan milik Belanda. Namun untuk mendapatkan pengganti senjata peninggalan Jepang, bangsa Indonesia harus menempuhnya dengan cara merebut dan mencuri perlengkapan militer dari Belanda, atau membeli dari pihak ketiga. Indonesia memiliki banyak sumber daya alami yang dapat digunakan sebagai saran pembelian melalui barter. Dengan modal beberapa kapal motor cepat, ALRI kemudian membentuk sebuah skuadron khusus yang mampu bergerak cepat dan mampu beroperasi dalam kondisi cuaca apapun untuk menembus blokade laut Belanda. Skuadron inilah yang kelak terkena sebagai Armada Penyelundup.

Salah satu tokoh ALRI yang berjasa dalam melaksanakan berbagai operasi penembusan blokade laut adalah Jhon Lie. Pria kelahiran Manado 9 Maret 1911 ini pada masa sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 pernah menjadi jurumudi pada sebuah kapal milik KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschapij) Belanda. Ketika pecah Perang Pasifik (1941-1945), Jhon Lie pernah direkrut untuk berdinas di armada kapal angkut logistik Sekutu. Kemudian setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan, Jhon Lie bergabung dengan ALRI dan mengawali kariernya sebagai pejuang bahari di Pangkalan XII ALRI Cilacap sejak tahun 1946. Saat itu ia mengepalai satu divisi khusus yang bertugas mengawasi pelabuhan dan menyelenggarakan fungsi syahbandar.

Pada saat Belanda melancarkan Agresi Militer tahun 1947, Jhon Lie tengah bertugas memandu kapal dagang milik Kerajaan Inggris  Empire Temby yang akan berlayar menuju Singapura. Kala itu Jhon Lie telah menyandang pangkat Mayor ALRI. Sepanjang perjalanan menuju SIngapura, berulang-kali Mayor Jhon Lie berhasil menyelamatkan Empire Temby dari ancaman serangan udara pesawat-pesawat udara Belanda hingga sampai ke tempat tujuan. Setibanya di Singapura, Mayor Jhon Lie menghadap perwakilan RI di Singapura untuk menyatakan kesediannya bergabung dengan armada penerobos blokade ALRI yang dikoordinasikan oleh KPOLN (Kementerian Pertahanan Oeroesan Loear Negeri) yang berbasis di Singapura.

Mayor Jhon Lie kemudian dipercaya untuk memimpin kapal jenis speed-boat bernomor lambung PP.5 LB yang lalu diberi nama The Outlaw. Kapal cepat ALRI yang dikomandani oleh Jhon Lie tersebut, mengawali tugas pertamanya pada September 1947 ke Labuhan Bilik untuk membawa alat-alat perjuangan antara lain 16 pucuk senjata otomatis Sten Gun. Guna mengelabui patroli Belanda di sekitar perairan Labuhan Bilik, Jhon Lie memasang bendera Taiwan sehingga kapal itu dikira kapal dagang milik negerinya Chiang Kai Shek. Berkat tipu muslihat itu, The Outlaw berhasil tiba di Labuhan Bilik dengan selamat. Kegiatan Jhon Lie ke Labuhan Bilik dilakukan berulang kali hingga Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948.

Setelah Belanda melancarkan agresi militernya dan mengakibatkan jatuhnya ibukota RI Yogyakarta, Pemerintah Inggris di Singapura melarang kapal-kapal Indonesia memasuki wilayahnya. Larangan tersebut ditindaklanjuti dengan diperketatnya patroli maritim oleh AL Inggris dan Belanda. Karena dinilai berbahaya bagi kegiatannya, Jhon Lie kemudian mengalihkan operasinya ke daerah utara yaitu antara Aceh - Penang(Malaysia) – Port Sweetenham -  Phuket (Thailand). Untuk memudahkan penyaluran logistik kapal sekaligus memperpendek rentang jarak tempuhnya, Jhon Lie membangun pangkalan di tepian sungai Tamiang, Aceh, namun kemudian dipindahkan ke Raja Ulak, Teluk Langsa.

Walau selama beroperasi, Jhon Lie nyaris hampir tidak pernah terpergok oleh patroli AL Belanda, namun suatu ketika sempat “apes” juga, nyaris tertangkap. Kala itu The Outlaw baru saja keluar dari Pangkalan Raja Ulak. Tiba-tiba saja muncul empat kapal patroli Belanda. Untuk mengecoh Belanda, The Outlaw melemparkan sebuah drum kosong yang lalu mengapung di lautan. Tipuannya berhasil. Sementara The Outlaw melarikan diri, kapal Belanda justru sibuk mengepung drum tersebut karena mengira itu sebuah sekoci.

Menjelang berakhirnya Perang Kemerdekaan pada pertengahan 1949, Mayor Jhon Lie dipercaya Pemerintah RI untuk memimpin KPOLN di Bangkok, Thailand. Semua berkat keberanian dan pengalamannya dalam mengecoh AL Belanda dan Inggris, serta keakrabannya dengan para petugas atau pejabat pabean, juga kepolisian perairan baik di Singapura, Burma, Malaysia maupun Thailand.

Mayor Jhon Lie mengakhiri karirnya sebagai Kepala KPOLN ketika tercapai pengakuan kedaulatan akhir 1949 dan ditarik ke Jakarta untuk melapor dalam rangka konsolidasi. Tugas Jhon Lie tidak berakhir di atas meja selayaknya seorang perwira staf. Krisis keamanan yang berkembang menjadi disintergrasi mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI pada awal tahun 1950-an. Ia kembali dipercaya memimpin sebuah kapal perang ALRI jenis korvet, RI Radjawali. Tugas pertamanya selaku Komandan Kapal Perang adalah melakukan operasi blokade laut atas perairan Ambon, Maluku, yang telah dikuasai oleh kelompok bersenjata Repoeblik Maloekoe Selatan (RMS) pimpinan Dr. Ch. Soumokil.

RI Radjawali di samping melakukan operasi blokade dan penyekatan melalui laut, juga bertugas memberikan penerangan kepada penduduk Maluku untuk tidak mendukung RMS. Kemudian ketika digelar sejumlah operasi pemulihan keamanan di Ambon, Mayor Jhon Lie diangkat sebagai Komandan Eskader ALRI yang terdiri dari tujuh kapal perang dan empat kapat angkut.

Pada tahun 1952, Mayor Jhon Lie menempati jabatan baru yaitu sebagai Kepala Staf Komando Derah Maritim Soerabaja (KDMS) dan kemudian tahun 1953 menjabat sebagai Kepala DAAL. Karier Jhon Lie kian menanjak karena sejak tahun 1955 menjabat sebagai Komandan Komando Daerah Maritim Djakarta (KDMD) Daerah III hingga 1957. Sejak tahun 1957, Mayor Jhon Lie kembali dipercaya untuk memimpin kapal perang ALRI jenis perusak:  RI Gadjah Mada.

KRI Gajah Mada

Ketika digelar Operasi 17 Agustus pada tahun 1958 untuk menumpas separatis Pemerintah Revolusioner Repoeblik Indonesia (PRRI) di Sumatera, Jhon Lie yang telah dinaikkan pangkatnya menjadi Letnan Kolonel Laut, diangkat menjadi Wakil Komandan I ATF-17 (Amphibious Task Force-17) dan menjadikan RI Gadjah Mada sebagai kapal benderanya. Saat itu beliau memimpin sejumlah operasi pendaratan amfibi dengan mengerahkan beberapa kapal perang dan kapal-kapal dari PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) serta dari jawatan pelayaran lainnya yang telah dimobilisasi.


Sukses menangani operasi pemulihan keamanan di Sumatera, Letkol. Jhon Lie kembali memimpin ATF-25 yang menggelar operasi pemulihan keamandan di Sulawesi Utara pada bulan Juni 1958. Saat itu Sulawesi dikuasai oleh kelompok separatis Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta). ATF-25 merupakan unsur pelaksana yang tergabung dalam Operasi Poekoel, yaitu operasi lanjutan dari operasi-operasi sebelumnya yang telah digelar Angkatan Perang RI (ALRI) di Sulawesi.

Pada saat karir Letkol Jhon Lie tengah berada di puncaknya, ia memilih mengundurkan diri dari karir militernya di ALRI dan mengabdikan dirinya bagi kepentingan sosial kemasyarakatan dengan menjadi anggota DPR Gotong Royong (DPR/GR) pada 1960. Sejak itu ia lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan untuk lebih mengakrabkan dirinya dengan budaya asli Indonesia, Jhon Lie mengubah namanya menjadi Jahja Daniel Dharma. Atas jasa-jasanya, baik semasa perjuangan menegakkan kemederkaan 1945-1949 maupun saat mempertahankan integritas kedaulatan RI 1950-1959, Jhon Lie dianugerahi 

Selasa, 26 Februari 2013

SEJARAH ANGKATAN UDARA INDONESIA

Sejak Indonesia mencanangkan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, banyak hambatan dan tantangan yang harus dihadapi, terutama Belanda yang ingin menjajah kembali. Banyak daerah yang berhasil “diduduki” kembali oleh Belanda setelah penjajah Jepang hengkang dari Indonesia. Perlawanan dari bangsa Indonesia tentu saja terjadi untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan susah payah. Salah satunya dari angkatan udara, terutama untuk menembus blokade Belanda di berbagai daerah. BKR (Badan Keamanan Rakyat) adalah bagian dari BPKKP (Badan Penolong Keluarga Korban Perang). Dalam kenyataannya BKR, tidak hanya sekedar “penjaga”, tetapi pejuang yang mempelopori dan memutar roda revolusi. BKR –lah yang memimpin perebutan kekuasan sipil maupun militer dari tangan Jepang. Anggotanya terdiri dari bekas Tentara Pembela Tanah Air (PETA), Heiho (pembantu prajurit), Kaigun (angkatan laut), Keisatsutai (kelompok polisi), Seinendan (barisan pemuda) dan kesatuan pemuda lainnya. Oleh karena BKR pada hakekatnya bertugas sebagai pengaman perjuangan di berbagai bidang, maka di bidang udara dibentuk BKR Oedara (BKRO). BKRO secara organisatoris di bawah Komite Nasional Indonesia setempat, sehingga masing-masing berdiri sendiri. BKRO dibentuk di daerah yang memiliki pangkalan udara atau pemusatan unsur penerbangan seperti Pandanwangi (Lumajang), Bugis (Malang), Maospati (Madiun), Morokrembangan (Surabaya), Panasan (Surakarta), Kalibanteng (Semarang), Jatiwangi (Cirebon), Lhok Nga (Aceh), Gadut (Bukittinggi), Payakumbuh, dan lain-lain. Tugas utamanya adalah merebut pangkalan udara setempat dari tangan Jepang. Pada tanggal 5 Oktober 1945 pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan maklumat yang isinya mengubah BKR menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat), kemudian menjadi Tentara Republik Indonesia. Hal ini menegaskan bahwa TKR harus bertanggung jawab kepada negara di laut, darat dan udara. Kemudian dibentuk Markas Tertinggi TKR yang berkedudukan di Yogyakarta. Dengan sendirinya BKRO berubah menjadi TKR Oedara (TKRO) yang lebih dikenal dengan TKR Jawatan Penerbangan. Pelopor dan pendukung kegiatan TKRO kebanyakan adalah bekas anggota Militaire Luchtvaart(ML), Marine Luchvaart Dienst(MLD) dan Vrijwillig Vliegers Corps (VVC), juga bekas anggota penerbangan Jepang, Rikugun dan Kaigun, Koku Butai Nanpo, Koku Kabusyiki, serta pemuda pejuang lain. Pertanggungjawaban dan wewenang atas pangkalan udara beserta seluruh perlengkapannya langsung berada di bawah kekuasaan TKR Jawatan Penerbangan, yang merupakan suatu jawatan bagian dalam TKR. Markasnya terletak di Jalan Terbantaman 1, Yogyakarta berseberangan dengan Markas Tertinggi TKR. Modal pertama yang dimiliki adalah berbagai jenis pesawat yang ditinggalkan Jepang, seperti pesawat latih Nishikoren, Cukiu, Cureng, pesawat pemburu Hayabusha, Sansikishin, pesawat pembom Guntai, Sakai serta pesawat pengintai Nakayima. Tidak semua masih berfungsi baik, serta tampak tidak terpelihara karena suku cadang yang dipergunakan memang tidak ada. Dengan cara mengambil suku cadang dari pesawat yang satu untuk dipasangkan pada pesawat yang lain para teknisi Indonesia yang minim pengetahuan berhasil memperbaiki beberapa pesawat untuk dapat diterbangkan lagi. Pada tanggal 12 Desember 1945, Kepala Staf Umum TKR Letnan Jenderal Urip Sumoharjo mengeluarkan keputusan mengenai pembentukan Bagian Penerbangan pada Markas Tertinggi TKR (MT TKR). Semua kekuatan bagian penerbangan termasuk para prajurit, pegawai pangkalan dan perlengkapan di pangkalan udara yang semula dikuasai Panglima Divisi, oleh MT TKR diserahkan kepada Kepala Bagian Penerbangan. Kepala Bagian Penerbangan berkedudukan di Markas Besar Oemoem (MBO). Sebagai awal konsolidasi kekuatan TKR, pada tanggal 17 Desember 1945, Panglima Divisi Yogyakarta, Kolonel Sudarsono secara resmi menyerahkan Pangkalan Udara Maguwo kepada TKR Jawatan Penerbangan. Suryadi Suryadarma diangkat sebagai Kepala Staf Jawatan Penerbangan dengan pangkat Komodor Udara, Sukarnen Martokusumo sebagai wakil KSAU I dan Agustinus Adisucipta sebagai wakil KSAU II. Tugas mereka adalah menyusun struktur organisasi, mengangkat personalia untuk mengisi jabatan teras, membangun dan menyusun penerbangan militer dan merintis pembentukan penerbangan sipil. Padahal tenaga ahli hampir tidak ada dan pesawat yang ada hampir semua tidak layak pakai. Meskipun demikian, berkat kesanggupan, kemampuan dan semangat yang berkobar para pelopor tadi berhasil mewujudkannya. Maguwo menjadi tumpuan pangkalan pemberangkatan dan pendaratan pesawat, mengingat Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan dan pusat kegiatan Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara. Mengingat pentingnya sumber daya manusia, atas prakarsa Suhud dan H. Suyono, di Pangkalan Udara Bugis (Malang) dibuka Sekolah Penerbang. Dan pada tanggal 15 November 1945 di Maguwo, diselenggarakan Sekolah Penerbang di bawah pimpinan Adisucipto yang memang sudah berpengalaman dalam dinas penerbangan militer Belanda. Sekolah ini direncanakan untuk dalam waktu singkat menghasilkan penerbang-penerbang tangguh, yang sangat diperlukan dalam perjuangan kemerdekaan. Kedua sekolah penerbang itu kemudian diintegrasikan, sehingga hanya dikenal sekolah penerbang di Maguwo. Sekolah inilah yang kemudian menjadi perintis berdirinya AAU (Akademi Angkatan Udara). Pada mulanya, Sekolah Penerbang tidak memiliki gedung. Pesawat terbang yang digunakan sebagai pesawat latih adalah Cureng bersayap dua, yang oleh Sekutu dikenal dengan nama Willow, buatan Jepang 1933. Sebelum diadakan latihan terbang, para kadet mendapatkan pelajaran teori, seperti lalu lintas udara, navigasi, aerodinamika, keamanan terbang, mesin, ilmu teknik penerbangan, peralatan, pengawasan bandara, radio telegrafi, dan meteorologi. Sebagai calon perwira penerbang militer, mereka juga diberi pelajaran dasar ilmu kemiliteran dan pengetahuan tentang berbagai macam senjata. Pendidikan terbang sebagai pelajaran pokok diberikan langsung oleh Adisucipto, dibantu Iman Suwongso Wiryosaputro, Iswahyudi, Abdulrachman Saleh dan Husein Sastranegara. Untuk mengejar waktu pelajaran teori diberikan siang dan malam. Pada tanggal 1 Januari 1946 anggota Teknik Udara mulai melayani kegiatan pendidikan serta latihan penerbangan. Instrukturnya adalah Adisucipto dengan kedua kadet pertama, Iswahyudi dan Iman Suwongso Wiryosaputro. Tanggal 6 Januari 1946 untuk pertama kali diadakan latihan penerbangan. Setelah diresmikan berdirinya sekolah penerbang di Maguwo dan berkat bantuan mereka yang ada di bagian teknisi, para siswa dapat melakukan latihan, baik terbang solo maupun formasi. Latihan terbang formasi dan lintas daerah dilakukan di atas Yogyakarta, Surakarta, Madiun dan Malang pada tanggal 15 April 1946 dengan pesawat Cureng. Penerbangnya antara lain Husein Sastranegara, Tugiyo, Santoso dan Wim Prayitno. Latihan-latihan penerbangan juga dilakukan di luar Jawa. Tanggal 23 Juli 1946, diterbangkan dua pesawat Cureng masing-masing dikemudikan Opsir Udara II Husein Sastranegara dan Kadet Udara Wim Prayitno dengan rute Maguwo-Gorda (Banten)-Karangendah (Sumatera Selatan)-Maguwo. Penerbangan cross country pertama ini disusul dengan terbang formasi dalam jumlah yang lebih besar. Perubahan TKR Jawatan Penerbangan menjadi TRIO (Tentara Republik Indonesia Angkatan Oedara) berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 6/SD tahun 1946, tertanggal Yogyakarta 9 April 1946, menjadikan tugas dan perannya meningkat. Maka selain Sekolah Penerbang di Maguwo dibuka juga lembaga-lembaga pendidikan lain yang diperlukan dalam dunia penerbangan. Sekolah Radio Telegrafis Udara dibuka sebagai modal dasar PHB-AU, untuk perhubungan lewat udara. Sekolah Administrasi Militer, didirikan tahun 1946 di bawah pimpinan Suyoso Karsono. Sekolah yang dilaksanakan di Kantor Inspektorat Administrasi Militer, Jalan Terbantaman Yogyakarta ini mengajarkan tentang administrasi keuangan dan umum. Untuk menjamin dan meningkatkan kualitas teknisi serta menambah tenaga baru di bidang penerbangan Adisucipto memprakarsai berdirinya Sekolah Teknik Udara di Maospati Madiun. Sekolah ini dipimpin oleh Ibrahim Bekti dan dibuka 2 Desember 1946. Pendidikan Pasukan Pertahanan Pangkalan diadakan di Pangkalan Udara Bugis, dirintis sejak 1946. Siswanya diambil dari anggota Pasukan Pertahanan Pangkalan yang ada di setiap pangkalan udara. Pendidikan terdiri dua bagian Sekolah Militer Udara Umum (SMU) di bawah pimpinan Mustam dan Sekolah Penembak Udara (SPU) di bawah Machjudin Arifin. Dalam pelajaran praktek siswa dikirim ke pertempuran yang sesungguhnya di Surabaya. Beberapa kadet juga dikirim ke India untuk belajar. Hal ini dengan pertimbangan India adalah negara yang gigih membantu perjuangan bangsa Indonesia, di samping fasilitas penerbangan militer dan sipil yang cukup baik. Di samping adanya percobaan dan latihan terbang, diadakan pula persiapan percobaan terjun payung dengan menggunakan peralatan peninggalan Jepang. Untuk keperluan peloncatan digunakan pesawat Cureng. Pendidikan Peloncat Payung secara teratur baru diadakan pada tahun 1948 di bawah pimpinan Kapten Udara Makmur Suhodo. Djawatan Kesehatan Angkatan Udara (DKAU) bertugas menjaga kesehatan awak pesawat. Dalam pembentukannya jawatan ini dipimpin oleh Opsir Udara Muda I Musri, dan Opsir Udara I dr. Esnawan Antariksa. Secara informal, pembinaan wilayah sebenarnya telah dilaksanakan jauh sebelum Angkatan Udara diresmikan. Pangkalan-pangkalan yang telah direbut dari tangan Jepang, atas dasar kesadaran dan kebijaksanaan darurat, oleh penguasa setempat diadakan penertiban dan pembinaan, seperti pangkalan udara Maguwo, Maospati, Bugis, Panasan. Lebih-lebih setelah TRI Udara diresmikan pembinaan meningkat dan perluasan wilayah mendapat perhatian besar. Ke wilayah timur misalnya Madura, dan ke arah barat sampai Sumatra (antara lain Aceh, Lampung, Pekanbaru, Bengkulu).Untuk menanamkan dan menyebarkan rasa cinta udara di kalangan rakyat, AURI menyelenggarakan pameran penerbangan yang pertama di Yogyakarta sekaligus memperingati ulang tahun Republik Indonesia pada pertengahan tahun 1948. Belanda yang memang masih ingin menguasai Indonesia tiada henti-hentinya mencari celah. Perjanjian Linggarjati 25 Maret 1946 dilanggar dengan agresi militer I yang dimulai Minggu tanggal 21 Juli 1947, yang mereka sebut aksi polisionel. Hampir semua pangkalan udara di Jawa dari Gorda (Banten) sampai Pandanwangi (Lumajang) diserang. Hanya Maguwo yang terhindar dari serangan karena kabut tebal. Serangan ini menimbulkan kerusakan hebat dan sejumlah pesawat terbang hancur. Menghadapi hal itu AURI tidak segera membalas, karena menyadari kemampuan yang dimiliki tidak sebanding baik peralatan maupun personilnya. Yang bisa dilakukan hanyalah berusaha mempertahankan semaksimal mungkin.Untuk mengurangi kerugian pesawat yang sudah rusak sengaja dijadikan umpan. Tetapi beberapa pangkalan terpaksa dilepaskan seperti Bugis. Sejak tanggal 21 Juli 1947, semua penerbang termasuk yang kemudian datang dari pangkalan lain (karena diduduki Belanda), dilarang keluar dari Maguwo. Kalau siang siap siaga, sedang malamnya beristirahat di kompleks perkantoran Wonocatur. Selama itu mereka dapat menyaksikan dari dekat dahsyatnya serangan yang dilakukan oleh pesawat Kitty Hawk. Menjelang akhir Juli 1947 beberapa kadet berkumpul untuk membicarakan aksi balas dendam. KSAU Suryadarma pada mulanya melarang, tetapi melihat semangat juang para kadet yang tinggi akhirnya Suryadarma menyerah dengan ucapan “Saya tidak memerintahkan, tetapi juga tidak melarang”. Persiapan untuk misi ini pun segera dilaksanakan dengan penuh rahasia. Suryadi Suryadarma dan Halim Perdanakusuma mengadakan beberapa kali pertemuan tertutup. Minggu 28 Juli 1947 seorang kurir datang ke asrama Wonocatur. Ia membawa perintah KSAU agar empat orang kadet penerbang yaitu Mulyono, Sutarjo Sigit, Suharnoko Harbani dan Bambang Saptoaji menghadap. Halim menegaskan bahwa tugas ini bersifat sukarela, bukan perintah atasan. Inti serangan adalah kedudukan musuh di Semarang dan Salatiga. Empat pesawat terbang yamg masih selamat, yaitu pembom-tukik (dive-bomber) Guntai, fight-trainer Hayabusha, dan dua buah pesawat latih dasar (basic trainer) Cureng yang akan dipakai. Mulyono ditugaskan menyerang Semarang disertai penembak udara Dulrachman, dikawal Bambang Saptoaji dengan pesawat Hayabusha. Sutarjo Sigit bertugas menyerang Salatiga dan bertindak sebagai flight leader didampingi penembak udara yang juga bernama Sutarjo. Suharnoko Harbani sebagai wingman, beserta penembak udara Kaput. Untuk membela diri pesawat Guntai dan Cureng berkokpit terbuka ini dilengkapi senapan mesin dan penembak udara yang sekaligus merangkap sebagai pembom yang akan melemparkan bom bakar (incendiaries). Apabila serangan selesai diinstruksikan segera langsung kembali ke Maguwo. Dengan terbang serendah mungkin (tree top level) dan hedge –hopping untuk mengurangi ruang gerak pesawat musuh yang jauh lebih tinggi kecepatannya, apabila mereka mengejar dan menyerang. Karena pesawat Hayabusha tidak dapat diselesaikan perbaikan dan modifikasinya, Bambang Saptoaji gagal mengikuti misi ini. Tepat pukul 05.00, tanggal 28 Juli 1947 misi pembalasan dilakukan dan pesawat mulai mengudara. Ternyata Belanda tidak mengetahui kedatangan pesawat AURI. Serangan atas kota Ambarawa, Salatiga dan Semarang ini tentu saja membuat Belanda terkejut dan panik. Dengan tergesa-gesa dari pangkalan udara Kalibanteng (Semarang) mereka memaksa menerbangkan pesawat yang mesinnya belum dipanaskan sehingga tersungkur di ujung landasan. Segera setelah misinya selesai mereka kembali. Ketiga pesawat itu kemudian disembunyikan di desa-desa sekitar untuk menghindari serangan balasan Belanda. Serangan ini memang secara materi “tidak menimbulkan kerugian yang berarti” bagi Belanda. Namun dampak politis dan psikologis bagi kedua pihak sangat berarti. Ternyata kadet penerbang Indonesia yang hanya memperoleh penggemblengan darurat secara kilat berhasil melancarkan serangan udara dan mempermalukan pihak Belanda. Perintisan menembus blokade Belanda yang bersifat monumental salah satunya adalah dalam peristiwa VT-CLA. Pesawat Dakota ini berasal dari maskapai penerbangan Kalinga Airlines, India, yang disewa pemerintah Indonesia untuk mengantar kembali Komodor Muda Udara Adisucipto dan Komodor Muda Udara dr. Abdurachman Saleh. Keduanya dari tugas kemanusiaan, mengangkut obat-obatan sumbangan Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia. Selain itu terdapat juga Opsir Muda Udara I Adisumarmo Wiryokusumo yang bertugas sebagai RTU dan Ny. Constantin. Pilotnya Alexander Noel Constantin, mantan Wing Commander berkebangsaan Australia dengan copilot Roy Lance Hazelhurst, mantan Squdron Leader dari Inggris. Penerbangan non militer ini sudah mendapat persetujuan Pemerintah Inggris dan NICA di Jakarta sehari sebelumnya. Selain siaran radio juga dimuat dalam surat kabar The Malayan Times. Untuk keselamatan penerbangan, KSAU Suryadarma menginstruksikan agar pesawat diterbangkan pagi sekali atau sore menjelang senja. Pesawat bertolak dari Singapura pukul 13.00 dengan tujuan Yogyakarta. Ternyata memasuki wilayah Indonesia di atas Bangka-Biliton, muncul dua pesawat pemburu Kitty Hawk yang kemudian menghilang, tetapi muncul lagi dan terus membuntuti. Kurang lebih pukul 16.00 pesawat mendekati lapangan Maguwo. Ketika siap mendarat muncul P-40 Kitty Hawk yang dipiloti Letnan Satu B.J. Ruesink bersama Sersan Mayor W.E. Erkelens. Rupa-rupanya serangan di Ambarawa, Salatiga dan Semarang membuat Belanda kalap, apalagi ketika melakukan pengintaian di Maguwo pesawat yang dicari tidak ditemukan. Dakota VT-CLA tersebut menjadi sasaran balas dendam dan ditembak. Usaha pilot untuk mengarahkan ke landasan Maguwo gagal dan pesawat jatuh pada perbatasan antara desa Wojo dan Ngoto kurang lebih 3 km dari Yogyakarta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 29 Juli 1947. Pesawat terbakar dan nyaris patah menjadi dua. Dari sembilan penumpang termasuk awak pesawat hanya A. Gani Handoko Cokro dari GKBI Comal, Tegal yang selamat. Perlawanan dari angkatan udara juga dilakukan di daerah-daerah luar Jawa, dengan cara mengirim pejuang yang telah dididik ke sana. Sebagai contoh Kalimantan Selatan.Setelah Belanda memblokade lautan, satu-satunya jalan untuk menembus blokade tersebut adalah lewat udara. Melalui latihan yang singkat terpilih 12 orang yang paham bahasa Dayak Kahayan, ditambah dua orang PHB AURI, yaitu Opsir Udara Muda I Hari Hadisumantri dan Sersan Udara F.M. Suyoto. Tujuan dan tugas operasi penerjunan yang bersifat rahasia ini adalah untuk membentuk dan menyusun kekuatan inti gerilya di daerah asal suku Dayak, Sepanhiba, membantu perjuangan rakyat setempat, membuka stasiun pemancar induk, serta menyiapkan daerah penerjunan untuk operasi selanjutnya. Sayang Albert Rosing, seorang Lurah Kampung Mayang berkhianat sehingga beberapa orang gugur dan yang lain tertangkap. Pengkhianatan juga datang dari PKI Muso yang beroperasi di daerah Madiun, bahkan sempat “menguasai” pangkalan udara Maospati. Tetapi gerakan ini dalam waktu sigkat berhasil ditumpas, dan di dalam tubuh AURI sendiri segera diadakan pembersihan. Mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Baik untuk menunjukkan usaha perjuangan maupun mencari bantuan dan dukungan. Jalur penerbangan adalah salah satu jalur pokok yang dipakai. Namun kondisi Indonesia waktu itu tidak memungkinkan untuk pengadaan pesawat . Usaha yang dapat dilakukan adalah menjalin hubungan dengan perusahaan penerbangan sipil maupun perorangan dari luar negeri untuk mengadakan penerbangan ke wilayah RI dengan pangkalan induk Maguwo. Usaha ini tidak sia-sia, beberapa penerbangan sipil mulai berdatangan dan menerobos blokade Belanda, seperti Orient Airlines, South Eastern Airways Corporation, Kalinga Airlines, Cathay Pasific Airways, Pasific of Overseas Airlines of Siam. Jalur penerbangan luar negeri ini kemudian digunakan uuntuk kepentingan diplomasi, termasuk kunjungan beberapa perwakilan asing. Selain Pangkalan Udara Maguwo, untuk jenis pesawat hydro digunakan Pelabuhan Laut (Sea Base) di Campurdarat (Tulungagung) dan Pacitan. Sebelum memiliki pesawat angkut sendiri (yang memadai) untuk perhubungan antar daerah dan menembus blokade Belanda, tahun 1947, AURI menyewa pesawat milik perorangan. Misal, pesawat Dakota versi militer, Duglas C-47 milik Robert Earl Freeberg (veteran angkatan laut AS), disewa dan diberi registrasi RI-002. Selain beberapa kali berhasil menerobos blockade Belanda untuk pergi pulang Manila dan Singapura, pernah pula mengangkut rombongan Presiden Sukarno ke Sumatera. Dua pesawat hydro PBY Catalina milik R.R. Cobley warga Inggris diberi registrasi RI-005. Tugas utamanya adalah menerobos blokade Belanda, melayani jalur penerbangan dari sea base Campurdarat Tulungagung ke Jambi-Singapura-Penang membawa obat-obatan. Pesawat amphibi milik James Flemming yang beregistrasi RI-006 sering digunakan untuk mengangkut senjata dan mesiu dari Pilipina dan Siam. Pesawat angkut DC-3 yang seratus persen menjadi milik Indonesia pertama kali adalah pesawat Dakota RI-001 Seulawah. Pesawat ini direncanakan khusus untuk Presiden dan pejabat penting lainnya. Namun bersama awak pesawatnya, Wiweko Supono dua kali berhasil menembus blokade Belanda untuk menyelundupkan senjata, peralatan komunikasi dan obat-obatan dari Burma ke pangkalan udara Blangbintang dan Loknga, Aceh. Agresi Militer Belanda II membuat sebagian besar pesawat terbang milik AURI hancur. Satu-satunya pesawat angkut yang masih utuh adalah Dakota RI-001 Seulawah yang sedang mengalami perbaikan di India. Masalah muncul, tidak mungkin membawa pesawat tersebut kembali ke Indonesia, sementara biaya hidup yang ada tinggal 2-3 minggu. Akhirnya diputuskan untuk menyewakan RI-001 Seulawah sebagai modal usaha untuk membuka penerbangan sipil di luar negeri. Dan yang bersedia menyewa adalah pemerintah Burma. Setiba di Rangoon Burma dari India, Wiweko Supono dibantu Maryunani (kepala perwakilan RI di Burma) segera mendirikan perusahaan penerbangan yang diberi nama Indonesian Airways. Dengan usaha penerbangan yang memberi hasil cukup lumayan ini, RI -001 Seulawah selain dapat membiayai sendiri, juga menyediakan dana untuk keperluan lain. Ketika RI mengalami krisis, keuntungannya antara lain digunakan sebagai pendukung biaya perwakilan di luar negeri, membiayai kadet-kadet yang sedang belajar di Pilipina dan India, membeli persenjataan dan dua pesawat Dakota, bahkan bisa disisihkan US 15.000 dollar per bulan. Dengan berakhirnya perang kemerdekaan, disusul berdirinya Republik Indonesia Serikat, tugas Indonesia Airways tersebut selesai. Secara berangsur-ansur personalianya pulang. Pesawat Dakota RI-001 Seulawah kembali dan tiba di pangkalan udara Andir (Bandung) tanggal 3 Agustus 1950. Dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan, perhubungan radio, merupakan salah satu urat nadi yang juga sangat penting. Pada tanggal 17 Desember 1945 Panglima Divisi IX Yogyakarta, Jenderal Mayor Sudarsono, secara resmi menyerahkan Pangkalan Udara Maguwo kepada TKR-Jawatan Penerangan. Berkaitan dengan itu, maka kegiatan yang ada di bidang perhubungan di Maguwo yang dipimpin Sersan Mayor Udara Sabar Wiyonomukti mulai mengadakan pencarian dan pengembangannya. Pertama-tama yang dilakukan adalah mencari alat-alat perhubungan/radio yang ditinggalkan Jepang. Dalam bidang ini Abdulrachman Saleh sangat berperan. Kemudian berhasil ditemukan pesawat pemancar berkekuatan 1,5 kilowatt dari sebuah instalasi di bawah tanah. Opsir Udara III Budiarjo dan Ajudan Udara Arsiono kemudian ikut bergabung. Bersama dengan Sabar Wiyonomukti, Budiarjo merintis PHB. Berkat kerja sama yang baik antara Budiarjo dan Opsir Udara I Adisumarmo berdirilah Sekolah Radio Telegrafis. Di Pangkalan Udara Bugis Malang juga didirikan Sekolah Radio Telegrafis Udara di bawah pimpinan Opsir Muda Udara I Mohamad Tohir Harapan. Praktek dilaksanakan dengan menggunakan peralatan perhubungan peninggalan Jepang yang sudah diperbaiki Selain praktek di pangkalan udara Bugis dan Pandanwangi, juga di sekitar garis depan pertempuran Sidoarjo. Sekolah Radio Telegrafis Udara ini merupakan pelopor Balai Pendidikan Perhubungan AURI yang pertama. Sekolah ini terpaksa ditutup resmi pada bulan September 1946 dengan menghasilkan 16 lulusan. Mereka merupakan tenaga inti PHB AURI, yang kemudian disebar ke seluruh pangkalan udara di Jawa dan Sumatra. Tugasnya adalah bekerja sama dengan anggota AURI setempat untuk menyempurnakan dan mendirikan Stasiun Radio PHB AURI, mempelopori berdirinya Stasiun Radio PHB AURI, serta mendidik anggota baru. Pada bulan Oktober 1947 dibuka stasiun-stasiun radio. Markas AURI menjadi pusatnya. Operasinya secara sederhana adalah untuk tetap memelihara hubungan radio di manapun, kapanpun dalam keadaan bagaimanapun, apabila harus berpindah-pindah lokasi untuk menghindari serangan musuh. Jaringan radio AURI berporoskan Aceh-Yogya, meliputi stasiun radio dalam pengungsian Kotaraja, Tarutung, Bangkinang, Pasir Pangreyen, Kotatinggi. Stasiun mobil mengikuti PDRI di daerah Kerinci, Lubuk Lingau, Wonosari dan Jamus (sekitar Gunung Lawu). Ada juga hubungan radio ke luar negeri dengan satuan AURI/Indonesian Airways yang berpangkalan di Burma lewat Aceh. PHB AURI juga dapat menemukan hubungan dengan sebuah stasiun radio yang secara sembunyi-sembunyi beroperasi di daerah Kwitang, Jakarta, oleh Gan Khoey Hay, anggota PTI pro Republik. Dengan melalui sarana telekomunukasi AURI, maka semua berita penting seperti intruksi perang dan lain-lain dapat segera disebarluaskan ke daerah Republik sehingga blokade lawan dapat diterobos. Demikian pula hubungan dengan perwakilan-perwakilan RI di luar negeri dapat diselenggarakan dengan baik sehingga dapat menarik simpati. Misal peristiwa Agresi Militer Belanda II, kemudian Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Juga dengan pemancar radio PHB AURI tersebut, dapat diselenggarakan hubungan langsung antara pimpinan PDRI dengan menteri luar negeri Mr. Maramis, yang berkedudukan di New Delhi, India. Dengan demikian langkah perjuangan PDRI menjadi terkenal di mata dunia, sehingga secara langsung memperkuat tuntutan luar negeri. Berkat jaringan PHB AURI di wilayah Sumatra, khususnya Aceh yang dipimpin Opsir Udara I Suyoso Karsono, dengan melalui siaran radio The Voice of Free Indonesia, semua berita perjuangan, pengumuman dan instruksi dari Pimpinan Angkatan Perang RI di Yogyakarta, dapat disebarluaskan ke seluruh daerah gerilya. Beberapa pemancar yang lain kemudian dikenal sebagai Radio Perjuangan Republik Indonesia (RPRI), bahkan ada yang merangkap menjadi kantor berita mini yang mengumpulkan berita-berita dari luar negeri, kemudian disebarluaskan ke seluruh PHB. Setelah bangsa Indonesia berjuang tanpa kenal lelah, barulah pada tanggal 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia, melalui KMB (Konferensi Meja Bundar) di Den Haag, Belanda. Setelah pengakuan kedaulatan, dilakukan penyerahan wewenang baik sipil mau pun militer. Dengan demikian rakyat Indonesia memiliki tahap konsolidasi dan pembinaan. TNI Angkatan Udara pun mulai menyusun kekuatan, mempercepat proses konsolidasi dan pembinaan. Hal tersebut dibuktikan dengan kemampuannya melikuidasi Militaire Luchtvaart dalam waktu enam bulan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Pada tanggal 27 Juni 1950, Marsekal (Komodor Udara) Suryadi Suryadarma secara resmi menerima penyerahan Markas Besar Koninklijke Militaire Luchtvaart (Angkatan Udara Belanda) kepada Angkatan Udara Republik Indonesia. Upacara ini mengakhiri serangkaian upacara penyerahan pesawat udara militer dan Pangkalan Angkatan Udara di beberapa tempat di Indonesia kepada AURI. Tahun itu juga, Suryadarma menyelenggarakan program pendidikan kadet, antara lain mengirim calon penerbang ke luar negeri.

Selasa, 11 Desember 2012

pendidikan sejarah dan mata pelajaran sejarah

masa depan dan nasib mata pelajaran sejarah kian memprihatinkan.. terlebih lagi dengan adanya wacana mata pelajaran sejarah pada tahun pelajaran 2012/2013 akan dihapus dalam daftar kurikulum sekolah yang ada saat ini. sebuah kenyataan yang sangat pahit yang harus diterima bagi kami komunitas sejarah, setidak nya pepatah yang berbunyi" bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya" sudah tidak lagi di gunakan.. kenyataan lain juga didukung dari rendaHnya kompetensi lulusan dari jurusan pendidikan sejarah yang mencetak calon calon guru guru sejarah. guru guru sejarah tidak mampu meningkatkan potensi nilai nilai kebangsaan yang ada dalam pelajaran sejarah.. gru sejarah seperti mati kreativitasnya..tidak lagi mampu menciptakan metode metode pembelajaran yang baik. ditambah lagi dengan sedikitnya jam pelajaran yang ada... membuat mata pelajaran yang seharusnya membuat negara bijak tidak mampu berkembang dan kini dihapuskan.. konsepsi pancasila tidak dapat ditanamkan oleh guru sejarah dan mata pelajaran sejarah. ini yang membuat segalanya menjapdi sangat menyedihkan. dan kini pemerintah membuka wacana penutupan dan penghapusan mata pelajaran sejarah dari kurikulum SMA. lau pertanyaanya bagaimana dengan nasib para lulsan sejaran dan pendidikan sejarah dan bagaimana nasib dari lembaga kesejarahan di lingkungan kampus maupun lingkungan pendidik???? BERSAMBUNG.......

THINK PAIR SHARE DALM PEMBELAJARAN

A. PENDAHULUAN Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan yang melibatkan komponen-komponen antara lain siswa, guru, sarana dan prasarana belajar. Dalam pembelajaran tersebut, terjadi interaksi yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Komponen penting lainnya adalah guru, guru sebagai tenaga pengajar harus berusaha agar informasi dan pengetahuan yang disampaikan mudah diterima oleh siswa. Guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada siswa, namun banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan terutama jika ingin mendapatkan hasil belajar yang optimal Berdasarkan hasil wawancara awal dengan guru mata pelajaran ekonomi SMP Islam Yosowilangun kelas VII A pada semester ganjil tahun ajaran 2011/2012, peneliti mendapat informasi bahwa metode pembelajaran yang diterapkan pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan perilaku konsumen yang karakteristik materinya terdapat banyak konsep dan kurva-kurva adalah metode ceramah Motivasi belajar siswa SMP Islam Yosowilangun kelas VII. A cenderung tidak tampak pada saat pembelajaran, data hasil observasi awal menunjukkan jumlah skor dari masing-masing indikator motivasi belajar sebagai berikut: minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran sebesar 1.81, semangat siswa dalam melakukan tugas-tugasnya sebesar 1.62, tanggung jawab siswa dalam melakukan tugas-tugasnya sebesar 1.72, rasa senang dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sebesar 1.64, reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru sebesar 1.59. Dari data tersebut diperoleh skor rata-rata motivasi belajar sebesar 1.68, yaitu tergolong rendah jika dikaitkan dengan pedoman interpretasi skor rata-rata motivasi belajar siswa Penerapan model pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tujuan, bahan, kemampuan guru, dan kondisi siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah Think Pair Share. Menurut (Moedjiono dan Dimyati, 1992:54) metode diskusi Think Pair Share ini bersifat umum yang artinya bisa diterapkan dalam pembelajaran apapun baik itu ilmu alam, ilmu sosial dan ilmu-ilmu Kekhususan dari pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share adalah dalam menentukan keberhasilan kelompok tergantung pada keberhasilan individu sehingga setiap anggota kelompok tidak dapat menggantungkan pada anggota yang lain tanpa kerja apapun. Setiap siswa mendapat kesempatan sama untuk memperoleh hasil maksimal dalam kelompoknya untuk belajar (Moedjiono dan Dimyati, 1992:64). Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut: 1. bagaimanakah penerapan model Think pair Share dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran semester ganjil 2011/2012? 2. bagaimanakah penerapan model Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran semester ganjil 2011/2012? Adapun tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk: 1. mendeskripsikan penerapan model Think Pair Share untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran semester ganjil 2011/2012. 2. mendeskripsikan penerapan model Think Pair Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran kelas semester ganjil 2011/2012. Setelah penelitian selesai dilaksanakan diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut: 1. bagi guru, sebagai acuan dalam pengelolaan pembelajaran yang efektif dan sebagai sumbangan pembinaan tentang bagaimana cara menerapkan model Think Pair Share pada mata pelajaran Ekonomi. 2. bagi siswa, memberikan sajian yang menarik, menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran ekonomi.3. bagi sekolah, sebagai sumbangan pemikiran demi meningkatkan mutu pendidikan di kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran.4. bagi peneliti, sebagai masukan dan wawasan dalam menambah pengalaman dan bekal dalam menerapkan disiplin ilmu yang diperoleh. TPS merupakan salah satu pembelajaran kooperatif berstruktur yang di gunakan untuk meningkatkan pengusan Akademik ( Nurhadi 2004 : 66 ). TPS dapat di gunakan untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan prosedur yang digunakan sangat sederhana. Langkah – langkah dalam TPS yang di jelaskan oleh Gunter adalah sebagai berikut : • Siswa berfikir secara Individual ( Thinking ) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir dan menjawab atas pertanyaan yang di ajukan. • Masing – masing siswa berdiskusi bersama pasangannya (Pairing) Tahap ini merupkan waktu untuk siswa bekerja sama dengan temannya (pasangannya) untuk menemukan jawaban atau bertukar pendapat tentang jawaban dari pertanyaannya. • siswa menceritakan jawaban mereka di depan kelas ( Sharing ) Pada bagian akhir ini, siswa baik secara individu atau kelompok menyampaikan jawabannya di depan kelas. Hasil belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar ( Sudjana, 1999 : 2 ). HIPOTESIS Berdasarkan rumusan permasalahan, kajian teoritis dan penelitian yang relevan, maka hipotesis dalam penelitian adalah Jika di gunakan Model Pembelajaran Kooperatif teknik Think Pair Share ( TPS ) maka dapat meningkatkan hasil belajar Siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun B. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penyelidikan atau kajian secara sistematis terencana yang dilakukan oleh peneliti dan praktisi (dalam hal ini guru) untuk memperbaiki pembelajaran dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan Pendekatan Penelitan Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menghasilkan data yang berupa ucapan dari objek yang diamati itu sendiri Desain dan Rencana Penelitian Penelitian ini menggunakan model skema spiral penelitian tindakan Hopkins, yaitu model yang menggunakan prosedur kerja yang dipandang sebagai suatu siklus spiral yang terdiri dari empat fase (PGSM, 1999:8). Keempat fase tersebut meliputi perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dokumentasi Analisis Data Analisis data kualitatif dalam penelitian ini adalah analisis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan analisis data kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar apakah mengalami peningkatan atau tidak. C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil dan Analisis Data Gambaran Umum Proses Belajar mengajar dan hasil belajar siswa kelas VII.A sebelum pelaksanaan tindakan pembelajaran Kooperatif Think Pair Share ( TPS ). Berdasarkan pengamatan yang di lakukan peneliti sebelum pelaksanaan tindakan di ketahui bahwa gambaran umum proses belajar di kelas VII.A berlangsung cukup baik, namun dalam penyampaian materi guru masih cenderung menggunakan metode ceramah atau cara konvensional dan siswa belum diarahkan untuk dapat melakukan proses belajar secara mandiri sehingga yang tampak berperan dalam proses belajar mengajar adalah guru. Untuk mengetahui ketuntasan belajar ekonomi baik secara individual atau klasikal maka peneliti menggunakan Rumus di bawah ini. Ketuntasan hasil belajar siswa Secara Individual Keterangan: P = Persentase ketuntasan hasil belajar siswa n = Skor yang diperoleh siswa N = Skor maksimum dalam tes Ketuntasan secara Klasikal Pembahasan Hasil Belajar siswa yang diajarkan tanpa pembelajaran teknik TGT pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi.Pengambilan data di awali dengan pengambilan Nilai, dalam hal ioni hanya di peroleh nilai kognitif saja berdasarkan nilai rata rata kelas, kelas VII.A memperoleh niilai rata rata 60,04 dan nilai ketuntasan hasil belajar sebesar 45%,hala ini berarti rata rata kelas VII.A tergolong rendah, sehingga perlu diadakan tindakan untuk perbaikan proses belajar mengajar. Hasil belajar siswa kelas kelas VII.A dengan pembelajaran teknik TGT pada pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi. Pelaksanaan Siklus a. Pertemuan pertama.Berdasarkan rencana yang telah di susun dan di persiapkan, maka pelaksanaan tindakan pertama dilaksanakan pada hari selasa tanggal 1 april 2008 di kelas VII.A SMP Islam Yosowilangun. Pembelajaran berlangsung selama 2 x 45 menit yaitu mulia pukul 07.00 – 08.30 WIB Siklus I ( pertemuan ke dua ) Adapun hal - hal yang dilakukan dalam pertemuan kedua adalah sebagai berikut : Perencanaan Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah menyusun silabus dan sistem penilaian, Menyusun Rencana pembelajaran, menyusun lembar kerja Siswa LKS, menyusun soal tes pendahuluan beserta kunci Jawaban, menyusun daftar kelomopok siswa,menyusun soal dan jawaban dalam TPS, menyusun lembar penilaian TPS. Tindakan Adapaun materinya adalah sub pokok bahasan kegiatan konsumsi barang dan jasa,kegiatan produksi,distribusi. Dengan alokasi waktu 2x45 menit, pelaksanaan tindakan pada pertemuan kedua merupakan kelanjutan dari pertemuan yang pertama, dengan menerapkan pembelajaran teknik TPS Refleksi Berdasarkan analisis hasil observasi siswa pada siklus 1 pertemuan ke dua dapat di ketahui bahwa siswa kelas VII.A SMP Islam Yosowilangun sangat tertarik dan suka mempelajari pelajaran ekonomi dengan menggunakan Teknik pembelajaran kooperatif Think Pair Share ( TPS ). Siklus II ( Pertemuan Ketiga ) Adapaun hal hal yang di laksanakan selama pelaksaan siklus II adalah sebagai berikut : Perencanaan Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah menyusun silabus dan sistem penilaian, menyusun rencana pembelajaran, menyusun lembar kerja Siswa, menyusun soal tes beserta jawabannya menyusun lembar penilaian. Pelaksanaan Tindakan Pertemuan ke tiga di laksanakan pada hari selasa tanggal 15 april 2008 dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TPS. Adapun materi yang di pelajari adalah kegiatan pokok ekonomi dengan alokasi waktu 2 x 45 menit pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu hasil belajar kognitif mencapai rata rata nilai tugas II 77,25 dan rata rata nilai ulangan harian mencapai nilai 78,76, nilai keseluruhan antara nilai tugas dan nilai ulangan harian II di peroleh nilai 78,06, sedangkan pada hasil belajar afektif di peroleh nilai rata rata 83,38 dan hasil belajar nilai rara rata Psikomotor adalah 87,75, pada siklus II ini siswa sudah dapat dikatakan memahami dan membiasakan diri dengan pembelajaran kooperatif model TPS Pada siklus II pertemuan ke tiga ini, siswa sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran kooperatif TPS, mereka mulai menunjukkan keaktifan, kemauan, kemampuan, dan tanggungan jawabnya dalam belajar. Ketuntasan belajar dengan menggunakan Teknik Think Pair Share pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal di katakan tidak tuntas karena prosentase ketuntasan klasikal pada aspek kognitif adalah sebesar 57,5 %.sedangkan ketuntasan belajar pada aspek afektif adalah sebesar 70 %. Pada aspek psikomotor secara klasikal hanya 70 %. Dengan demikian pada siklus I ketuntasan belajar baik perorangan maupun klasikal belum tercapai sehingga perlu di lanjutkan ke siklus II. Ketidaktercapaian ketuntasan belajar pada siklus I ini di mungkinkan siswa baru mengenal teknik pembelajaran Think Pair Share ( TPS ), Pada sikuls II ketuntasan belajar siswa baik kognitif, Afektif, dan Psikomotor secara klasikal dikatakan tuntas, karena pada aspek kognitif siswa yang memperoleh nilai 60 – 100 sebanyak 37 siswa dengan presentase 92,5 %. Dan yang memperoleh niali < 65 hanya 4 siswa dengan presentase 15%. Pada aspek Psikomotor siswa yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 37 siswa dengan presentase 93% dan yang mendapat nilai < 65 hanya 3 siswa dengan presentase 7%. Pada sikuls II ini ketuntasan belajar siswa di katakan tuntas, karena siswa telah memahami model TPS sehingga nilai yang di peroleh mengalami peningkatan. D. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini disimpulkan Adanya peningkatan hasil belajar ekonomi dengan menggunakan Model pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share ( TPS ) pada setiap siklus. Pada siklus I berdasarkan tabel terdapat peningkatan hasil belajar ekonomi baik dari aspek kognitif yang memperoleh nilai sebesar 60,5 afektif sebesar 75,94%, dan psikomotor sebesar 70%. Untuk mengoptimalkan pembelajaran maka dilakukan siklus II dimana pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor pada tabel terdapat peningkatan baik Pada aspek kognitif sebesar 92,56%, aspek afektif sebesar 85%, dan pada aspek psikomotor sebesar 93%. sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Teknik Think Pair Share ( TPS ) akan dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto, S. 2011. Penelitian tindakan Kelas. Jakarta : Bumi aksara. Depdiknas. 2003. UU Republik Indonesia Tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Dimyanti dan Mudjiono, 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Dinn Wahyudin, Ishak, Abduhak, 2006. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Universitas terbuka. Hobri, 2009. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Jember :Center for Society Studies ( CSS ). Ibrahim, muslimin, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : PT. Remaja Rasdakarya. Muslich, Masnur. 2011. Melakukan PTK itu Mudah (Classroom Action Research). Jakarta : Bumi Aksara. Mustaqim, 2011. Peningkatan Aktivitas dan Ketuntasan Hasil Belajar Fisika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share dilengkapi denga Video Kucing pada Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 2 Kalisat Tahun Ajaran 2010. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Unversitas Jember. Nurhadi, Yasin, B., Senduk, A. G. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang. Sardiman, A.M, 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar – Mengajar. Jakarta : PT. Raya Grafindo. Sudjana, Nana. 1989. Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru. Sukardi. 2003. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Trianto, M.Pd. 2011. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta : Bumi Aksara. Wardhani, Igak. Dkk. 2007. Penelitian tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka. WinataPutra, Udin, S. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Universita Terbuka

THINK PAIR SHARE DALM PEMBELAJARAN

A. PENDAHULUAN Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan yang melibatkan komponen-komponen antara lain siswa, guru, sarana dan prasarana belajar. Dalam pembelajaran tersebut, terjadi interaksi yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Komponen penting lainnya adalah guru, guru sebagai tenaga pengajar harus berusaha agar informasi dan pengetahuan yang disampaikan mudah diterima oleh siswa. Guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada siswa, namun banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan terutama jika ingin mendapatkan hasil belajar yang optimal Berdasarkan hasil wawancara awal dengan guru mata pelajaran ekonomi SMP Islam Yosowilangun kelas VII A pada semester ganjil tahun ajaran 2011/2012, peneliti mendapat informasi bahwa metode pembelajaran yang diterapkan pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan perilaku konsumen yang karakteristik materinya terdapat banyak konsep dan kurva-kurva adalah metode ceramah Motivasi belajar siswa SMP Islam Yosowilangun kelas VII. A cenderung tidak tampak pada saat pembelajaran, data hasil observasi awal menunjukkan jumlah skor dari masing-masing indikator motivasi belajar sebagai berikut: minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran sebesar 1.81, semangat siswa dalam melakukan tugas-tugasnya sebesar 1.62, tanggung jawab siswa dalam melakukan tugas-tugasnya sebesar 1.72, rasa senang dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sebesar 1.64, reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru sebesar 1.59. Dari data tersebut diperoleh skor rata-rata motivasi belajar sebesar 1.68, yaitu tergolong rendah jika dikaitkan dengan pedoman interpretasi skor rata-rata motivasi belajar siswa Penerapan model pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tujuan, bahan, kemampuan guru, dan kondisi siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah Think Pair Share. Menurut (Moedjiono dan Dimyati, 1992:54) metode diskusi Think Pair Share ini bersifat umum yang artinya bisa diterapkan dalam pembelajaran apapun baik itu ilmu alam, ilmu sosial dan ilmu-ilmu Kekhususan dari pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share adalah dalam menentukan keberhasilan kelompok tergantung pada keberhasilan individu sehingga setiap anggota kelompok tidak dapat menggantungkan pada anggota yang lain tanpa kerja apapun. Setiap siswa mendapat kesempatan sama untuk memperoleh hasil maksimal dalam kelompoknya untuk belajar (Moedjiono dan Dimyati, 1992:64). Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut: 1. bagaimanakah penerapan model Think pair Share dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran semester ganjil 2011/2012? 2. bagaimanakah penerapan model Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran semester ganjil 2011/2012? Adapun tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk: 1. mendeskripsikan penerapan model Think Pair Share untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran semester ganjil 2011/2012. 2. mendeskripsikan penerapan model Think Pair Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran kelas semester ganjil 2011/2012. Setelah penelitian selesai dilaksanakan diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut: 1. bagi guru, sebagai acuan dalam pengelolaan pembelajaran yang efektif dan sebagai sumbangan pembinaan tentang bagaimana cara menerapkan model Think Pair Share pada mata pelajaran Ekonomi. 2. bagi siswa, memberikan sajian yang menarik, menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran ekonomi.3. bagi sekolah, sebagai sumbangan pemikiran demi meningkatkan mutu pendidikan di kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun pada mata pelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran.4. bagi peneliti, sebagai masukan dan wawasan dalam menambah pengalaman dan bekal dalam menerapkan disiplin ilmu yang diperoleh. TPS merupakan salah satu pembelajaran kooperatif berstruktur yang di gunakan untuk meningkatkan pengusan Akademik ( Nurhadi 2004 : 66 ). TPS dapat di gunakan untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan prosedur yang digunakan sangat sederhana. Langkah – langkah dalam TPS yang di jelaskan oleh Gunter adalah sebagai berikut : • Siswa berfikir secara Individual ( Thinking ) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir dan menjawab atas pertanyaan yang di ajukan. • Masing – masing siswa berdiskusi bersama pasangannya (Pairing) Tahap ini merupkan waktu untuk siswa bekerja sama dengan temannya (pasangannya) untuk menemukan jawaban atau bertukar pendapat tentang jawaban dari pertanyaannya. • siswa menceritakan jawaban mereka di depan kelas ( Sharing ) Pada bagian akhir ini, siswa baik secara individu atau kelompok menyampaikan jawabannya di depan kelas. Hasil belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar ( Sudjana, 1999 : 2 ). HIPOTESIS Berdasarkan rumusan permasalahan, kajian teoritis dan penelitian yang relevan, maka hipotesis dalam penelitian adalah Jika di gunakan Model Pembelajaran Kooperatif teknik Think Pair Share ( TPS ) maka dapat meningkatkan hasil belajar Siswa kelas VII. A SMP Islam Yosowilangun B. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penyelidikan atau kajian secara sistematis terencana yang dilakukan oleh peneliti dan praktisi (dalam hal ini guru) untuk memperbaiki pembelajaran dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan Pendekatan Penelitan Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menghasilkan data yang berupa ucapan dari objek yang diamati itu sendiri Desain dan Rencana Penelitian Penelitian ini menggunakan model skema spiral penelitian tindakan Hopkins, yaitu model yang menggunakan prosedur kerja yang dipandang sebagai suatu siklus spiral yang terdiri dari empat fase (PGSM, 1999:8). Keempat fase tersebut meliputi perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dokumentasi Analisis Data Analisis data kualitatif dalam penelitian ini adalah analisis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan analisis data kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar apakah mengalami peningkatan atau tidak. C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil dan Analisis Data Gambaran Umum Proses Belajar mengajar dan hasil belajar siswa kelas VII.A sebelum pelaksanaan tindakan pembelajaran Kooperatif Think Pair Share ( TPS ). Berdasarkan pengamatan yang di lakukan peneliti sebelum pelaksanaan tindakan di ketahui bahwa gambaran umum proses belajar di kelas VII.A berlangsung cukup baik, namun dalam penyampaian materi guru masih cenderung menggunakan metode ceramah atau cara konvensional dan siswa belum diarahkan untuk dapat melakukan proses belajar secara mandiri sehingga yang tampak berperan dalam proses belajar mengajar adalah guru. Untuk mengetahui ketuntasan belajar ekonomi baik secara individual atau klasikal maka peneliti menggunakan Rumus di bawah ini. Ketuntasan hasil belajar siswa Secara Individual Keterangan: P = Persentase ketuntasan hasil belajar siswa n = Skor yang diperoleh siswa N = Skor maksimum dalam tes Ketuntasan secara Klasikal Pembahasan Hasil Belajar siswa yang diajarkan tanpa pembelajaran teknik TGT pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi.Pengambilan data di awali dengan pengambilan Nilai, dalam hal ioni hanya di peroleh nilai kognitif saja berdasarkan nilai rata rata kelas, kelas VII.A memperoleh niilai rata rata 60,04 dan nilai ketuntasan hasil belajar sebesar 45%,hala ini berarti rata rata kelas VII.A tergolong rendah, sehingga perlu diadakan tindakan untuk perbaikan proses belajar mengajar. Hasil belajar siswa kelas kelas VII.A dengan pembelajaran teknik TGT pada pokok bahasan kegiatan pokok ekonomi. Pelaksanaan Siklus a. Pertemuan pertama.Berdasarkan rencana yang telah di susun dan di persiapkan, maka pelaksanaan tindakan pertama dilaksanakan pada hari selasa tanggal 1 april 2008 di kelas VII.A SMP Islam Yosowilangun. Pembelajaran berlangsung selama 2 x 45 menit yaitu mulia pukul 07.00 – 08.30 WIB Siklus I ( pertemuan ke dua ) Adapun hal - hal yang dilakukan dalam pertemuan kedua adalah sebagai berikut : Perencanaan Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah menyusun silabus dan sistem penilaian, Menyusun Rencana pembelajaran, menyusun lembar kerja Siswa LKS, menyusun soal tes pendahuluan beserta kunci Jawaban, menyusun daftar kelomopok siswa,menyusun soal dan jawaban dalam TPS, menyusun lembar penilaian TPS. Tindakan Adapaun materinya adalah sub pokok bahasan kegiatan konsumsi barang dan jasa,kegiatan produksi,distribusi. Dengan alokasi waktu 2x45 menit, pelaksanaan tindakan pada pertemuan kedua merupakan kelanjutan dari pertemuan yang pertama, dengan menerapkan pembelajaran teknik TPS Refleksi Berdasarkan analisis hasil observasi siswa pada siklus 1 pertemuan ke dua dapat di ketahui bahwa siswa kelas VII.A SMP Islam Yosowilangun sangat tertarik dan suka mempelajari pelajaran ekonomi dengan menggunakan Teknik pembelajaran kooperatif Think Pair Share ( TPS ). Siklus II ( Pertemuan Ketiga ) Adapaun hal hal yang di laksanakan selama pelaksaan siklus II adalah sebagai berikut : Perencanaan Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah menyusun silabus dan sistem penilaian, menyusun rencana pembelajaran, menyusun lembar kerja Siswa, menyusun soal tes beserta jawabannya menyusun lembar penilaian. Pelaksanaan Tindakan Pertemuan ke tiga di laksanakan pada hari selasa tanggal 15 april 2008 dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model TPS. Adapun materi yang di pelajari adalah kegiatan pokok ekonomi dengan alokasi waktu 2 x 45 menit pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu hasil belajar kognitif mencapai rata rata nilai tugas II 77,25 dan rata rata nilai ulangan harian mencapai nilai 78,76, nilai keseluruhan antara nilai tugas dan nilai ulangan harian II di peroleh nilai 78,06, sedangkan pada hasil belajar afektif di peroleh nilai rata rata 83,38 dan hasil belajar nilai rara rata Psikomotor adalah 87,75, pada siklus II ini siswa sudah dapat dikatakan memahami dan membiasakan diri dengan pembelajaran kooperatif model TPS Pada siklus II pertemuan ke tiga ini, siswa sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran kooperatif TPS, mereka mulai menunjukkan keaktifan, kemauan, kemampuan, dan tanggungan jawabnya dalam belajar. Ketuntasan belajar dengan menggunakan Teknik Think Pair Share pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal di katakan tidak tuntas karena prosentase ketuntasan klasikal pada aspek kognitif adalah sebesar 57,5 %.sedangkan ketuntasan belajar pada aspek afektif adalah sebesar 70 %. Pada aspek psikomotor secara klasikal hanya 70 %. Dengan demikian pada siklus I ketuntasan belajar baik perorangan maupun klasikal belum tercapai sehingga perlu di lanjutkan ke siklus II. Ketidaktercapaian ketuntasan belajar pada siklus I ini di mungkinkan siswa baru mengenal teknik pembelajaran Think Pair Share ( TPS ), Pada sikuls II ketuntasan belajar siswa baik kognitif, Afektif, dan Psikomotor secara klasikal dikatakan tuntas, karena pada aspek kognitif siswa yang memperoleh nilai 60 – 100 sebanyak 37 siswa dengan presentase 92,5 %. Dan yang memperoleh niali < 65 hanya 4 siswa dengan presentase 15%. Pada aspek Psikomotor siswa yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 37 siswa dengan presentase 93% dan yang mendapat nilai < 65 hanya 3 siswa dengan presentase 7%. Pada sikuls II ini ketuntasan belajar siswa di katakan tuntas, karena siswa telah memahami model TPS sehingga nilai yang di peroleh mengalami peningkatan. D. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini disimpulkan Adanya peningkatan hasil belajar ekonomi dengan menggunakan Model pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share ( TPS ) pada setiap siklus. Pada siklus I berdasarkan tabel terdapat peningkatan hasil belajar ekonomi baik dari aspek kognitif yang memperoleh nilai sebesar 60,5 afektif sebesar 75,94%, dan psikomotor sebesar 70%. Untuk mengoptimalkan pembelajaran maka dilakukan siklus II dimana pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor pada tabel terdapat peningkatan baik Pada aspek kognitif sebesar 92,56%, aspek afektif sebesar 85%, dan pada aspek psikomotor sebesar 93%. sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Teknik Think Pair Share ( TPS ) akan dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto, S. 2011. Penelitian tindakan Kelas. Jakarta : Bumi aksara. Depdiknas. 2003. UU Republik Indonesia Tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Dimyanti dan Mudjiono, 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Dinn Wahyudin, Ishak, Abduhak, 2006. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Universitas terbuka. Hobri, 2009. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Jember :Center for Society Studies ( CSS ). Ibrahim, muslimin, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : PT. Remaja Rasdakarya. Muslich, Masnur. 2011. Melakukan PTK itu Mudah (Classroom Action Research). Jakarta : Bumi Aksara. Mustaqim, 2011. Peningkatan Aktivitas dan Ketuntasan Hasil Belajar Fisika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share dilengkapi denga Video Kucing pada Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 2 Kalisat Tahun Ajaran 2010. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Unversitas Jember. Nurhadi, Yasin, B., Senduk, A. G. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang. Sardiman, A.M, 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar – Mengajar. Jakarta : PT. Raya Grafindo. Sudjana, Nana. 1989. Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru. Sukardi. 2003. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Trianto, M.Pd. 2011. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta : Bumi Aksara. Wardhani, Igak. Dkk. 2007. Penelitian tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka. WinataPutra, Udin, S. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Universita Terbuka

Senin, 15 Oktober 2012

muncul dan berkembangnya paham nasinalisme di dunia

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut. Nasionalisme merupakan suatu bentuk ideologi, demikian pendapat James G. Kellas (1998: 4). Sebagai suatu ideologi, nasionalisme membangun kesadaran rakyat sebagai suatu bangsa. serta memberi seperangkat sikap dan program tindakan. Tingkah laku seorang nasionalis didasarkan pada perasaan menjadi bagian dari suatu komunitas bangsa. Nasionalisme Indonesia pada awalnya muncul sebagai jawaban atas kolonialisme. Pengalaman penderitaan bersama sebagai kaum terjajah melahirkan semangat solidaritas sebagai satu komunitas yang mesti bangkit dan hidup menjadi bangsa merdeka. Semangat tersebut oleh para pejuang kemerdekaan dihidupi tidak hanya dalam batas waktu tertentu, tetapi terus-menerus hingga kini dan masa mendatang. Pada masa sekarang ini satu hal yang perlu dibenahi oleh bangsa Indonesia adalah mentalitas warga masyarakatnya. Sikap mental yang kuat dan konsisten serta mampu mengeksplorasi diri adalah salah satu bentuk konkrit yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada saat ini. Saat ini memang bangsa Indonesia sedang mengalami massa-masa keterpurukanya dalam dunia intetrnasional. Krisis multidimensi yang di barengi dengan krisis ekonomi yang berkepanjanganlah yang menyebabkan kegoncangan dan keterpurukan mental Indonesia.   2. 1.2 rumusan permasalahan 3. Berdasar latar belakang masalah yang maka rumusan permasalahan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : 4. A. apa pengertian nasionalisme? 5. B. bagaimana lahir dan perkembangnya nasionalisme di dunia? 6. C. pengaruh tumbuhnya paham nasionalisme terhadap bangsa Indonesia? 1.3 Tujuan a. untuk mengetahui pengertian nasionalisme b. untuk mengetahui lahir dan berkembangnya nasionalisme di dunia c. untuk mengetahui tumbuhnya paham nasinalisme terhadap bangsa Indonesia   BAB II PEMBAHASAN 2.1 konsep dasar nasionalisme Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Asal kata nasionalisme adalah nation yang berarti bangsa. Dalam pengertian antropologis dan sosiologis, bangsa adalah suatu persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama, sejarah dan adat-istiadat. Sedangkan dalam pengertian politik adalah masyarakat dalam suatu daerah yang sama, dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam. Nasionalisme Menurut Hans Kohn “Nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan”. Nasionalisme Menurut Lothrop Stoddard “Nasionalisme adalah suatu keadaan jiwa, suatu kepercayaan yang dianut oleh sejumlah besar manusia sehingga mereka membentuk suatu kebangsaan dalam bentuk kebersamaan”. Nasionalisme Menurut Nazaruddin Sjamsuddin “Nasionalisme adalah suatu konsep yang berpendapat bahwa kesetiaan individu diserahkan sepenuhnya kepada negara”. Nasionalisme Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia “Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang tumbuh karena adanya persamaan nasib dan sejarah serta kepentingan untuk hidup bersama sebagai suatu bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis dan maju dalam satu kesatuan bangsa dan negara serta cita-cita bersama guna mencapai, memelihara dan mengabdi identitas, persatuan, kemakmuran, dan kekuatan atau kekuasaan negara bangsa yang bersangkutan”. Nasionalisme Menurut Sartono Kartodirjo Nasionalisme memuat tentang kesatuan (unity), kebebasan (liberty), kesamaan (quality),demokrasi, kepribadian nasional serta prestasi kolektif.6 Jadi nasionalisme ialah suatu paham kesadaran untuk hidup bersama sebagai suatu bangsa karena adanya kebersamaan kepentingan, rasa senasib sepenanggungan dalam menghadapi masa lalu dan masa kini serta kesamaan pandangan, harapan dan tujuan dalam merumuskan cita-cita masa depan bangsa. Untuk mewujudkan kesadaran tersebut dibutuhkan semangat patriot dan perikemanusiaan yang tinggi, serta demokratisasi dan kebebasan berfikir sehingga akan mampu menumbuhkan semangat persatuan dalam masyarakat yang pluralis Menurut Louis Snyder nasionalisme merupakan campuran dari gagasan yang mengandung faktor-faktor politik, ekonomi, sosial dan budaya sehingga menyatu pada taraf tertentu dalam suatu kurun sejarah. Menurut Otto Bouer paham nasionalisme muncul oleh adanya persamaan sikap dan tingkah laku dalam memperjuangkan nasib yang sama. Dua tokoh terakhir mempunyai kesamaan pendapat bahwa nasionalisme suatu bangsa lahir akibat adanya faktor kemanusiaan. Nasionalisme adalah paham pada mulanya unsur-unsur pokok nasionalisme terdiri atas persaudaraan darah/ keturunan, suku bangsa, tempat tinggal, agama, bahasa dan budaya. Kemudian berubah dengan masuknya dua unsur yaitu persamaan hak bagisetiap orang untuk memegang persamaan dalam masyarakatnya serta adanya persamaan kepentingan dalam bidang ekonomi. Aspek mendasar timbulnya nasionalisme adalah aspek sejarah. Melalui aspek sejarah biasanya suatu bangsa memiliki rasa senasib sepenanggungan serta harapan untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Dengan demikian nasionalisme adalah sikap politik dan sikap sosial suatu kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan budaya, wilayah, tujuan dan cita-cita. 2.2 lahir dan berkembangnya paham nasinalisme Sebuah revolusi besar yang mengubah tatanan pemerintah dan kemasyarakatan justru terjadi prancis. Golongan masyarakat yang menjadi penggeraknya adalah warga kota (borjuis) yang berkiinginan menggantikan peranan kaum bangsawan dan gereja dalam pemerintah maupun perekonomian. Revolusi tersebut disebabkan oleh banyak hal yang cakupannya cukup luas, di antaranya sebagai berikut : a. Berkembangnya Paham Rasionalisme dan Aufklarung Paham-paham itu muncul setelah adanya gerakan renaissance dan humanisme yang menentang kekuasan kaum Gereja di Eropa.merupakan paham yang menganggap bahwa pikiran merupakan sumber segala kebenaran, sehingga segala sesuatu yang tidak masuk akal dianggap tidak benar. Tokoh-tokoh rasionalisme dan aufklarung ini di antaranya Denis Diderot dan J.d’ Alembert dan Voltaire. b. Munculnya Paham Romantisme Paham romantisme merupakan paham yang menjunjung tinggi perasaan dan menghargai naluri manusia Tokoh-tokoh paham romantisme yang banyak berpengaruh dalam revolusi perancis adalah Jean Jacques Rousseau. c. Pengaruh Perang Kemerdekaan Amerika (Revolusi Amerika) Dalam perang Kemerdekaan Amerika, Prancis membantu Amerika dengan mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Lafayette.mereka telah mengenal pahmpaham baru tentang kebebasan dan demokrasi serta Declaration of Independence yang di dalamnya berisi penghargaanya terhadap hak asasi manusia. d. Ketidakadilan dalam Sistem Feodalisme Sistem feodalisme di Prancis membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut. 1) Golongan I (bangsawan) 2) Golongan II (kaum agama) 3) Golongan III (rakyat jelata) Kaum bangsawan dan kaum agama tinggi memiliki hak istimewa sedangkan kaum agama rendah dan rakyat jelata tidak memiliki hak. Dengan hak-hak istimewanya, selain bebas pajak kaum bangsawan pun dapat menarik pajak dari rakyat. e. Pemerintahan yang Buruk Kekuasaan tunggal raja pada masa pemerintahannya berubah menjadi tirani yang yang memberikan kelonggaran raja untuk bertindak sewenang-wenang f. Adanya Kekosongan Kekuasaan (Vacuum of power) Pada masa pemerintahan Louis XIV dan Louis XV, rakyat takut terhadap rajanya walaupun mereka membencinya. Sedangkan pada masa pemerintahnya Louis XVI, walaupun bersifat diktator namun tidak memiliki wibawa, sehingga rakyat tidak takut kepadanya.Sejak Raya Louis XIV, raja-raja prncis suka berfoya-foya dengan wanita- wanita cantik (madame deficit) sehingga kas Negara kosong, Pada tahun 1789, Ketika masa pemerintahan Louis XVI, beban Negara sudah.Untuk mengatasi tersebut, satu- satunya cara adalah menarik pajak kepada kaum bangsawan. Sidang Etats Generaux pun akhirnya digelar,tetapi terjadi kerusuhan. Hal itu disebabkan golongan III (dari rakyat jelata) yang jumlahnya terbesar menuntut hak suaranya dalam voting secara perorangan Sedangkan golongan I dan II menghendaki voting dilakukan pergolongan. Dengan cara itu golongan I dan II yang bersekongkol dapat dipastikan memenangkan suara. Pada tanggal 14 Juli 1789 rakyat Prancis menyerbu penjara bastille,yang merupakan tempat tahanan politik yang menentang pemerintah raja prancis dan tempat gudang senjata. Penyerbuan ini disebabkan oleh sebagai berikut: 1) Rakyat mendengar desas-desus bahwa Raja Prancis mengumpulkan tentaranya di sekira paris untuk menindas rakyat 2) Rakyat membutuhkan senjata yang terdaoat dalam penjara Bastille Penyerbuan terhadap penjara Bastille berhasil dengan baik karena, tentara yang berkumpul di Paris memihak rakyat itu pun dianggap sebagai permulaan revolusi dan kemudian diresmikan sebagai Hari Nasional Prancis. Pada tanggal 20 juli 1789 Dewan Nasional bersidang di lapangan tennis,akibatnya Raja memerintahkan membubarkan Dwewan Konstituante, tetapi tidak dihiraukan. Raja pun tidak bertindak dan pasrah terhadap keadaan negerinya.saat itulah rakyat jelata yang berkuasa. Pimpinan rakyat yng terkenal dalam Dewan Konstituante di antaranya, Mirabeau (bangsawan), Lafayette (bangsawan), dan Sieyes (kaum agama) Pada tnggal 27 Agustus 1789, Dewan Konstituante mengumumkan Hak Asasi Manusia dan Warga (Declaration des Droits De I’homme et du Citoyen ) sebagai dasar dari pemerintah baru.pada tanggal 14 juli 1790 UUD Prancis disahkan. Dengan demikian pemerintahan Prancis berubah menjadi Monarki Konstituonal yang membatasi kekuasaan Raja. Salah satu dokumen penting yang dihasilkan pada saat terjadi Revolusi Prancis adalah “Pernyataan Hak-Hak Asasi Manusia danWarga” Hak-hak asasi manusia yang dianggap telah dimiliki manusia dan warga sejak lahir adalah sebagai berikut. 1) Hak atas Kemerdekaan pribadi 2) Hak diperlakuan sama dengan hokum 3) Hak kebebasab bertempat tinggal 4) Hak atas milik pribadi 5) Hak atas keamanan pribadi 6) Hak nuntuk membela diri 7) Hak kebebesan menyatakan pendapat 8) Hak kebebasab memeluk agama. Dampak dari munculnya revlusi perancis adalah Meluasnya Paham Nasionalisme Liberte, Egalite, Fraternite adalah semboyan Revolusi Prancia yang artinya Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan. Semboyan ini menggambarkan semagat nasionalieme rakyat Prancis untuk bersatu Paham Nasionalisme berasal dari eropa Barat, kemudian menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-19 dan abad ke-20.merupakan paham yang penting dalam mendasari pergerakan nasional di berbagai Negara di Asia dan Afrika. Nasionalieme di Asia-Afrika, termasuk di Indonesia disebabkan oleh penindasan yang dilakukan oleh Negara-negara imperialis Barat.Pelaksanaan politik etis telah memberikan kesempatan pendidikan kepada penduduk bumiputra, walaupun dalam lingkup yang terbatas. Adanya pendidikan telah mendorong munculnya golongan baru,yaitu golongan teroelajar yang menjadi pelopr pergerakan nasional. Pada awal pergerakan nasional muncul beberapa organisasi dengan sifat yang berbeda, Boedi Oetomo lebih bersifat organisasi budaya, Sarikat islam bersifat social ekonomi dan relugius, sedangkan Indische Partij bersifat politis. Namu ketiga organisasi tersebut memiliki kesamaan, yaitu berswifat nasionalis yamg bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsanya menuju kemerdekaankelak di kemudian hari. Dalam rangka merayakan Kemerdekaan Belanda ke-100 dari penjajahan Prancis dibentuklad sebuah komite yang dikenal sebagai “Komite Bumi Putera” di Bandung. Yana bermaksud hendak mengirimkan telegram kepada Ratu Belanda yang isinya mengandung permintaan agar dibentuk Majelis Perwakilan Rakyat Sejati dan ketegasan adanya kebebasan berpendapat di daerah jajaha.salah seorang pemimpin komite ini, Soewardi Soeyaningrat menulis sebuah sindiran yang berjudul “Als ik een Nederlander was…”yang isinya mengajak penduduk bumiputra untuk merayakan hari kemerdekaannya. Dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia sudah memendam rasa nasionalisme yang sangat dalam. 2.3 pengaruh munculnya nasionalisme terhadap Indonesia Walaupun persatuan Indonesia telah bertunas lama dalam sejarah bangsa Indonesia, akan tetapi semangat kebangsaan atau nasionalisme dalam arti yang sebenarnya seperti kita pahami sekarang ini, secara resminya baru lahir pada permulaan abad ke-20. Ia lahir terutama sebagai reaksi atau perlawanan terhadap kolonialisme dan karenanya merupakan kelanjutan dari gerakan-gerakan perlawanan terhadap kolonial VOC dan Belanda, yang terutama digerakkan oleh raja-raja dan pemimpin-pemimpin agama Islam. Hubungan erat gerakan perlawanan kaum Muslimin dan nasionalisme ini telah diuraikan oleh banyak pakar, misalnya oleh G. H. Jansen dalam bukunya Militant Islam (1979). Namun sebelum menguraikan hubungan ini akan kita lihat dulu unsure-unsur kolonialisme yang menimbulkan semangat perlawanan terhadapnya Dan dapat dirujuk kepada pidato Bung Karno (7 Mei 1953) di Universitas Indonesia, yang intinya ialah: Pertama, nasionalisme Indonesia bukan nasionalisme sempit (chauvinism) tetapi nasionalisme yang mencerminkan perikemanusiaan (humanisme, internasionalisme); Kedua, kemerdekaan Indonesia tidak hanya bertujuan untuk menjadikan negara yang berdaulat secara politik dan ekonomi, tetapi juga mengembangkan kepribadian sendiri atau kebudayaan yang berpijak pada sistem nilai dan pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri yang ‘bhinneka tunggal Harus ditambahkan di sini bahwa disebabkan oleh sejarahnya itu maka komponen yang membentuk gerakan kebangsaan di Indonesia juga berbeda dengan komponen nasionalisme Eropa dan Amerika. Komponen yang membentuk masyarakat Indonesia ialah Islam, kemajemukan etnik dan budaya bangsa Indonesia dan faham-faham atau ideologi Barat yang mempengaruhi perkembangnya pada abad ke-20 seperti humanisme, sosialisme, dan marhaenisme.   BAB III PENUTUP 3.1 kesimpulan Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Asal kata nasionalisme adalah nation yang berarti bangsa. Dalam pengertian antropologis dan sosiologis, bangsa adalah suatu persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu keratuan ras, bahasa, agama, sejarah dan adat-istiadat. Sedangkan dalam pengertian politik adalah masyarakat dalam suatu daerah yang sama, dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam. Dampak dari munculnya revlusi perancis adalah Meluasnya Paham Nasionalisme Liberte, Egalite, Fraternite adalah semboyan Revolusi Prancia yang artinya Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan. Semboyan ini menggambarkan semagat nasionalieme rakyat Prancis untuk bersatu Paham Nasionalisme berasal dariE ropa Barat, kemudianmenyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-19 dan abad ke-20.merupakan paham yang penting dalam mendasari pergerakan nasional di berbagai Negara di Asia dan Afrika. Hubungan erat gerakan perlawanan kaum Muslimin dan nasionalisme ini telah diuraikan oleh banyak pakar, misalnya oleh G. H. Jansen dalam bukunya Militant Islam (1979). Namun sebelum menguraikan hubungan ini akan kita lihat dulu unsure-unsur kolonialisme yang menimbulkan semangat perlawanan terhadapnya Dan dapat dirujuk kepada pidato Bung Karno (7 Mei 1953) di Universitas Indonesia, yang intinya ialah:Pertama, nasionalisme Indonesia bukan nasionalisme sempit (chauvinism) tetapi nasionalisme yang mencerminkan perikemanusiaan (humanisme, internasionalisme); Kedua, kemerdekaan Indonesia tidak hanya bertujuan untuk menjadikan negara yang berdaulat secara politik dan ekonomi, tetapi juga mengembangkan kepribadian sendiri atau kebudayaan yang berpijak pada sistem nilai dan pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri yang ‘bhinneka tunggal Harus ditambahkan di sini bahwa disebabkan oleh sejarahnya   Daftar pustaka Ebstein. William.1994. isme isme dewasa ini. Erlannga. Jakarta http://perdanayudha.wordpress.com/di akses pada tanggal 09-nopember 2012 http://mustaqimzone.wordpress.com/diakses pada tanggal 10 npember 2012 http://ahmadsamantho.wordpress.com/diakses pada tanggal 10 nopember 2012 http://irwan-cahyadi.blogspot.com/diakses pada tanggal 09 nopember 2012 http://ekookdamezs.blogspot.com/diakses pada tanggal 10 nopember 2012